
crish dan Dania kini berada diruangan yang sama. Dania meminta dokter untuk memberikannya ruangan yang sama pada suaminya agar memudahkan yang lain untuk bergantian menjaga.
"sayang, maafkan aku. aku tidak bisa menemanimu saat melahirkan anak kita". ucap crish yang menggenggam tangan Dania.
"tidak apa-apa mas. pulihkan saja tubuhmu. agar bisa menggendong anak-anakmu yang gemes seperti aku. hehe". Dania masih sempat-sempatnya bercanda pada crish. hak itu lah yang membuat crish jatuh cinta Terus menerus pada Dania
"dek, apa kalian udah nyiapin nama buat anak-anak kalian? tanya Hanna.
"hmmm sudah kak. tapi kalau Dania ingin mengubah atau menambahkannya gak masalah". ucap crish.
"apapun itu, aku tau kamu kasih nama anak-anak kita dengan harapan dan doa". jawab Dania.
"Elang Alexander, Erlangga Alexander, dan Ella Alexa. itu nama yang aku berikan". ucap crish
"MasyaAllah bagus namanya. terimakasih mas, bahkan aku pun tidak tahu kamu sudah menyiapkan nama-nama itu". senyum Dania mengembang
....
sebulan kemudian, crish sudah pulih dan bisa beraktivitas sepeti biasanya.
begitu pula dengan Dania dan bayi-bayinya yang sudah lebih dulu diizinkan untuk pulang kerumah.
"sayang, apa kamu tidak mau menyewa baby sitter? aku takut kamu terlalu lelah merawat mereka. aku juga tidak bisa terus menerus membantumu menjaganya. aku harus ke restoran, apalagi dalam 2 bulan kedepan cabang restoran kita akan dibuka". crish khawatir akan kesehatan Dania pula yang terllau capek mengurus ketiga bayi kembarnya.
"hmmm aku juga sudah memikirkannya mas. aku rasa aku juga harus kembali ke butik karena sudah terlalu lama Hanna menghandle semuanya. sedangkan ia juga harus fokus pada tokonya. besok bantu aku mencari baby sitter yang pas untuk anak-anak ya mas". ucap Dania yang sedang menidurkan bayinya.
.....
__ADS_1
"assalamualaikum. assalamualaikum ". ucap salam seseorang dari luar apartemen crish
"waalaikumsalam. sebentar." jawab crish meletakkan Ella dalam box bayi karena sedang tidur.
ceklek
"bang Bowo. mari masuk. sebentar aku panggilkan Dania". ucap crish mempersilahkan Bowo, dan juga Karin baby sitter yang tengah menggendong Ahmad.
"eh bang. apa kabar?" tanya Dania mendorong 3 box bayi
"Alhamdulillah baik, Nia. maaf kemarin-kemarin belum sempat datang karena bengkel Bagas ramai pengunjung". ucap Bowo
"gapapa bang. hei Karin. bagaimana pekerjaan dirimu?" sapa Dania pada Karin yang memangku Ahmad
"Alhamdulillah baik, Bu. den Ahmad juga anaknya baik, tidak rewel". ucap Karin sopan
"panggil Nia aja ya. oh iya apa kamu punya saudara atau teman yang bisa membantuku untuk merawat anak-anak ku?" tanya Dania yang memang sedang mencari baby sitter
"haha. santai aja. anggap aja kita berteman. jangan sungkan".
setelah berbincang-bincang panjang kali lebar kali tinggi, Bowo juga membicarakan hal penting pada Dania dan crish.
"hmm crish, Dania. aku ingin meminta izin pada kalian. hmm aku dan Karin akan menikah Jika kalian mengizinkan".
"wah selamat bang. tentu kami setuju. toh kak Karin juga telaten merawat Ahmad seperti anaknya sendiri." jawab crish dengan senang hati.
"Alhamdulillah, terimakasih. sekali lagi terimakasih atas semua kebaikan kalian".
__ADS_1
"tidak perlu sungkan bang. kita kan keluarga" jawab Dania.
"oh iya bang, kapan rencananya kalian akan menikah?" tanya Crish
"2 bulan dari sekarang crish, karena butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya." jawab Bowo
"haha kau gak perlu bingung bang. besok pun kalau kau mau, kau bisa melangsungkan pernikahanmu dengan mewah. aku, Dania, dan ketiga bayiku memberikan kalian hadiah segala keperluan untuk menikah. mulai dari gedung, wo, MUA, dan lainnya akan aku persiapkan". ucap crish memberikan banyak hadiah yang sangat berarti bagi kedua calon mempelai itu.
.......
acara pernikahan Bowo dan Karin berjalan dengan lancar dan mewah. orangtua Bowo pun kini telah bersikap baik padanya. mereka juga menerima Ahmad sebagai cucu mereka.
"bang Bowo, kak Karin. selamat ya. semoga kalian langgeng sampe beranak cucu. jangan kabur-kaburan lagi ya. haha" ucap crish mengingatkan Bowo akan pernikahannya dengan Dania yan terdahulu.
"aih jangan kau ingat itu terus. aku merasa bersalah karena itu" jawab Bowo
"haha gapapa lah bang. toh aku juga beruntung bisa nikahin janda ting-ting dari Abang." Dania hanya bisa menggelengkan kepalanya
"oiya bang, kami gak bisa lama-lama. anak-anak kasian dirumah. hmm bang sebelum kami pamit, ini aku mau kasih hadiah ini langsung sama kalian." crish menyodorkan map kepada Bowo
"kenapa repot-repot, hadiah kalian untuk mempersiapkan ini semua aja udah lebih dari cukup". ucap Bowo segan.
"gapapa bang. itu ada sertifikat toko baju di mall yang sama dengan butik Dania. kalau kalian berkenan, kalian bisa bekerjasama dengan Dania untuk memasok baju-baju untuk toko kalian. dan satu sertifikat lagi itu sertifikat toko alat kendaraan bang. nah itu juga bisa bekerjasama dengan bengkel Bagas kan. itu pun kalau kalian tak keberatan. kita bisa saling membantu. sebab kita keluarga sekarang". ucap crish panjang lebar.
Bowo memeluk crish erat dan mengucapkan terimakasih berulangkali.
"kami pamit dulu, bang, kak. lain waktu kita ketemu lagi. kalau ada perlu apa-apa jangan sungkan untuk berkeluh kesah dengan kami". ucap Dania memeluk Karin.
__ADS_1
" terimakasih banyak Nia. ntah apa jadinya aku yang sebatang kara ini tanpa kalian bantu untuk menjadi baby sitter Ahmad sebelumnya, sekarang kalian pula jadi keluargaku. terimakasih sekali lagi. aku dan bang Bowo sangat berterimakasih dan menerima dengan senang hati hadiah dari kalian ini". ucap Karin yang meneteskan airmatanya.
"hei, jangan menangis. nanti makeup mu luntur, bukan cantik malah kayak badut". mereka tertawa terbahak-bahak hingga banyak tamu yang memandang mereka.