
Galuh setelah tiba di cafe langsung masuk kedalam ruangan studio musik untuk mulai latihan, Galuh melihat Boby membuang muka saat melihat Galuh masuk kedalam ruangan musik, membuat Galuh merasa heran karena Boby terlihat sangat marah.
" Kamu kenapa Boby? seperti marah ke saya?' Tanya Galuh heran melihat Boby yang didemin Galuh seperti ini
" Dua jam dari waktu saya chat kamu, kamu kemana? kamu tidak bisa profesional dalam bekerja? kamu baru kerja loh dan harus nya bisa profesional apa lagi pekerjaan kita nyanyi ototmatis ada waktu latihan sebelum manggung, dan setelah latihan ada waktu istirahat kok sampai jam makan malam tiba?" Tanya Boby judes melihat Anisa yang seenaknya di hari pertama kerja
" Maaf kan saya Boby, tadi saya ada urusan sebentar, oleh karena itu saya terlambat kesini" Lanjut Galuh merasa tidak enak mendapatkan teguran seperti ini, Galuh tadi masih tanggung belanja bersama Ibrahim, membuat Galuh tidak mungkin pulang sebelum belanjaannya selesai dibeli
" Bukan karena pergi bersama pak Iibrahim? saya tidak peduli kamu mau deket dengan pak Ibrahim silahkan bukan urusan saya, tapi tolong hargai waktu dan jika kamu mau bekerja di sini sebagai penyanyi, tolong kerjasamanya untuk bisa tepat waktu untuk latihan demi kelancaraan manggung kita" Tegas Boby yang tidak ingin, disaat manggung nanti ada kesalahan dari Galuh, karena kurang waktu latihannya
" Bukan, baiklah Boby, saya akan merubah diri untuk tidak kesiangan datang ke cafe, terimakasih sudah ingat kan saya" Lanjut Galuh kesel, karena habis jalan jalan, justru ditegur seperti ini oleh Boby
__ADS_1
" Hayo buruan latihan" Lanjut Boby yang tidak bisa menahan diri untuk tidak marah dengan Galuh, anak baru tapi sudah seenaknya seperti ini
Galuh mulai melihat lagu yang dipilih oleh Boby, dan mencoba hafalin lirik lagu yang sudah disiapkan oleh Boby.
Dilain sisi, Eki merasa heran melihat Ibrahim yang senyum senyum sendiri setalah pulang belanja bersama Galuh, membuat Galuh terlambat datang ke cafe.
" Tadi kita keliling mall, belanja banyak untuk Galuh supaya dia ganti semua bajunya, beli perhiasan, hanphone dan sebagainya kebutuhan Galuh, dan sebelum kesini Galuh menawarkan gulet panas setelah jalan jalan tadi, tentunya saya tidak akan menolak tawarannya Galuh tadi. gadis original yang luar biasa dia." Ucap Ibrahim dengan santainya, Ibrahim langsung duduk dikursi kebesarannya
" Boleh saja sih, silahkan saja tapi setelah saya yah, karena saya tidak ingin kamu duluan, kita bisa bersenang senang bertiga di apatermen sepuasnya kalo begitu" Lanjut Ibrahim yang sudah biasa berbagi ke Eki dan bersenang senang bersama
" Asik, beres soal itu sih, baik lah nanti pulang dari sini saya ikut ke apatermen yah" Lanjut Eki merasa bahagia, karena akhirnya diajak juga untuk bersenang senang bersama Galuh.
__ADS_1
Ibrahim melihat Eki bahagia seperti itu, merasa bahagia juga, karena bisa berbagi kesenangan bersama Eki, karena hobi Eki dan Ibrahim sama sama suka kebebasan.
Dilain sisi, Galuh sama sekali tidak bisa kontrol emosinya sama sekali, membuat Galuh tidak fokus selama latihan membuat Galuh mengulang lagu dari awal, membuat Boby kesal mendengarnya.
' Kamu kenapa seperti ini? kemarin perasaan lancar saja? apa karena kamu marah karena saya tegur kamu tadi?" Tanya Boby heran melihat Galuh yang menahan emosi dari tadi.
" Maafin saya Boby, saya tidak fokus" Ucap Galuh nunduk sedih dan kesel, karena hari bahagianya dihancurkan dengan Boby marah seperti ini
" Kamu tidak bisa profesional Galuh, mau dimana pun kamu bekerja, jika kamu seperti ini terus, kamu tidak akan betah bekerja, dan perusahaan mana pun tidak akan menerima kamu kerja, kasarnya salah sendiri tapi disaat ditegur tapi tidak terima, jangan mimpi punya uang halal jika kamu seperti ini, seenaknya kamu sendiri." Tegas Boby kesal, hari ini Galuh tidak seperti kemarin yang semangat bekerja, saat latihan lancar sampai waktunya manggung pun tidak ada kendala sama sekali.
Galuh langsung keluar dari ruangan studio musik, dan jalan menuju ruangannya Ibrahim, dan minta Ibrahim untuk ijin kan Galuh keluar saja, karena kesal di marahin oleh Boby, Boby yang melihat Galuh keluar begitu saja, langsung membanting kursi saking keselnya melihat tingkahnya Galuh yang seenaknya seperti ini
__ADS_1