
Ibrahim dan Galuh yang sudah selesai belanja dan menyerahkan barang belanjaannya ke bodyguardnya Ibrahim, karena Ibrahim dan Galuh akan melanjutkan perjalanannya untuk jemput orang tuanya Galuh.
" Ingat yah, barang barang ini seolah sudah lama disimpan, jangan sampai teledor dan jangan sampai ada bekas habis belanja sama sekali, saya tidak ingin calon mertua saya curiga" Tegas Ibrahim melihat bodyguard nya yang sudah pegang barang belanjaannya Galuh
' Siap pak Ibrahim, akan kita kerjakan sesuai perintah anda, dan saya pastikan semuanya aman dan tidak membuat calon mertua anda curiga sama sekali" Ucap Bodyguard nya Ibrahim, yang mengerti kenapa Ibrahim ingin semuanya terlihat sempurna.
" Bagus, sudah sana ke apatermen sekarang, karena saya dan Galuh akan jemput calon mertua saya sekarang" Lanjut Ibrahim optimis, bodyguardnya bisa menjalankan tugasnya dengan benar
" Baik" Lanjut Bodyguard nya Ibrahim langsung pergi
__ADS_1
" Sekarang kita ke tempat ayah dan bunda kamu, kita jemput sekarang sambil makan malam bersama, baru selesai kita ke apatermen sayang" Lanjut Ibrahim pegang tangannya Galuh
' Iyah sayang, maaf yah sayang setiap malam kamu sendirian tidurnya dan tidak mendapatkan olahraga sebelum tidur sayang, pasti kesepian sekali" Ucap Galuh merasa tidak tega jika Ibrahim tidak bisa mendapatkan jatah sama sekali
' Santai saja sayang, jatah aku kan masih bisa aku dapat dari pagi sampai sore sebelum pulang kerja sayang, kan orang tua kamu disini juga cuman tiga hari saja kan, setelah itu kita ke kampung urus semuanya baru kita menikah dan bisa dengan bebas tinggal bersama lagi." Ucap Ibrahim merasa senang, karena melihat Galuh sedih tidak bisa memberikan jatah selama orang tuanya ada di Jakarta.
' Maafkan aku sayang, aku tetep saja sedih, yah sudah yuk jalan sayang, jangan sampai mereka ke cafe untuk susul kita, bisa bahaya nantinya" Lanjut Galuh melepaskan pelukannya, dan masuk kedalam mobil, disusul Ibrahim jalan muter untuk ikutan masuk kedalam mobil.
" Alhamdulillah, saya tidak jadi deket dengan Galuh, dan perempuan itu menolak untuk saya bisa deket dengan dia, dan sekarang Ibrahim dibikin ribet seolah olah Galuh sudah lama tinggal di apatermen.dan pasti belanja banyak hari ini" Ucap Eki merasa bersyukur sekali, karena penolakan Galuh dulu membuatnya tidak boros dan rugi, karena membantu Galuh menutupi kebiasaan buruknya.
__ADS_1
Dilain sisi, Orang tuanya Galuh merasa bahagia sekali, akhirnya anak yang dirindukannya ketemu juga dan tidak memberikan kabar sama sekali, membuat kedua orang tuanya sangat cemas, sampai sampai harus menyusul ke Jakarta segala.
" Akhirnya ketemu lagi dengan Galuh, alhamdulillah yah allah anak bunda semakin cantik dan ketemu mau diajak nikah lagi" Ucap bunda nya Galuh merasa bersyukur karena nasip anaknya bener bener beruntung sekali
" Alhamdulillah bunda, namanya juga jodoh, kan tidak tahu akan ketemu dimana dan sampai memutuskan untuk menikah juga tidak ada yang tahu juga, saya senang melihat Galuh pada pandangan pertama, membuat saya langsung ajak nikah Galuh walaupun baru kenal" Ucap Ibrahim berusaha tenang dan berusaha tidak salah bicara sama sekali, supaya tidak dicurigai.
" Apa kalian sudah pamit dengan pak Gunawan?, Soalnya Galuh sudah lapar mau makan sebelum kita ke apatermen?" Tanya Galuh sengaja, karena takut kelamaan ngobrol bakal kebongkar kebohongannya Galuh dan Ibrahim.
" Sudah nak, dan alhamdulilah pak Gunawan mengijinkan kita pergi sekarang, soalnya karyawannya sudah tiba disini" Ucap Ayah nya Galuh merasa lega, karena Gunawan sama sekali tidak mempersulit untuk pergi dari rukonya sama sekali.
__ADS_1
" Baik lah kalo begitu, sekarang kita beli makan dan Ibrahim akan antar kalian ke apatermen untuk istirahat di sana." Lanjut Ibrahim, langsung pegang tas bawaan calon mertuanya.
Ibrahim langsung gandeng tangannya Galuh untuk jalan ke mobil, sambil bawa tas bawaan orang tuanya Galuh. Membuat orang tuanya Galuh langsung nyusul dari belakang.