JARI KELINGKING UNTUK SETIA

JARI KELINGKING UNTUK SETIA
Istri aku pulang sayang


__ADS_3

Ibrahim mendapatkan telefon dari Jinan, jika Jinan sudah sampai di bandara dan minta dijemput karena Jinan tidak membawa mobil, membuat Ibrahim bingung mau jemput Jinan atau temani Galuh manggung.


" Sayang kamu kenapa? seperti gelisah seperti itu?" Tanya Galuh penasaran, karena Ibrahim angkat telefon harus jauh jauh dari Galuh


" Istri aku pulang sayang, tidak ada kabar sebelumnya dan tiba tiba sudah ada di bandara lagi, tapi aku tidak tega jika kamu sendirian disini sayang" Ucap Ibrahim langsung jalan menghampiri Galuh yang lagi rebahan di kasur


" Yah, bearti akuu tidur sendirian selama ada istri kamu di rumah dong? berapa hari dia ada di rumah?" Tanya Galuh langsung cemberut saat mendengar Jinan sudah sampai di Jakarta


" Katanya sih cuman dua minggu di rumah dan bakal lanjut jalan jalan bersama, temen temen sosialitanya, aku benci hobi dia sayang, terlalu hura hura dan tidak betah dirumah bagaimana aku bisa punya anak jika istri aku begini terus" Lanjut Ibrahim sedih dan kesal, karena Jinan seolah tidak memikirkan punya anak sama sekali.


" Kalo begitu ceraikan, untuk apa mempertahan kan rumah tangga yang tidak sempurna, istri selalu pergi dan tidak mau punya anak, kamu seperti mesain ATM untuk dia saja sayang, selama pernikahan, maaf jika aku terlalu terus terang, buktinya dia di rumah cuman dua minggu dari berapa bulan dia di luar rumah? kamu seperti tidak ada harga dirinya sebagai suami?" Tanya Galuh, Galuh memang matre jadi perempuan tapi Galuh masih mau menghargai suami, mau betah dirumah dan mau punya anak. jika suatu saat memiliki suami


" Mesin ATM? Aku tidak pernah anggap diri aku seperti itu sayang, selama ini aku selalu turutin apapun keinginan Jinan, bahkan selalu ijin kan Jinan pergi lama demi menikmati waktu liburan bersama temen temen sosialitanya?" Tanya Ibrahim yang bisa bisanya Galuh ibaratkan dirinya mesin ATM


"  Kamu tidak ada ketegasan sebagai suami, yah sudah jika kamu mau jemput Jinan ya silahkan saja, itu hak Jinan dan kamu akan sadar ucapan aku jika kalian lagi berantem pasti mengerti istilah yang aku berikan tadi" Lanjut Galuh langsung memberikan jas nya Ibrahim dan langsung pakaikan Ibrahim jas nya

__ADS_1


Ibrahim pamit untuk jemput Jinan di bandara, dan Galuh akan istirahat diruangannya Eki selama menunggu  jam manggung tiba.


Dilain sisi, Jinan menunggu kedatangan Ibrahim yang sudah dijalan, Jinan melihat barang belanjaannya selama keliling Indonesia, membuat Jinan merasa bahagia sekali karena bisa belanja puas seperti ini.


" Nikah selama tiga tahun dengan Ibrahim, bisa membuat saya menikmati jalan jalan sepuasnya seperti ini dan punya temen temen yang hobi belanja juga, untungnya Ibrahim punya uang banyak jadi bisa memenuhi keinginan saya belanja seperti ini" Ucap Jinan merasa bersyukur punya suami orang kaya yang bisa membelikan apapun yang Jinan ingin kan


Jinan senyum bahagai, saat melihat Ibrahim jalan mendekatinya dan Jinan langsung peluk Ibrahim yang sudah berdiri didepannya.


" Sayang, pulang yuk, soalnya nanti aku ada acara unboxing barang belanjaan sayang, dan temen temen aku ada barang  baru sayang" Ucap Jinan langsung ambil tasnya dan memberikan kopernya ke Ibrahim


" Cuman sebentar sayang, bukannya kamu juga setelah antar aku pulang juga kan kembali ke cafe? sudah hayo jangan berlebihan deh sayang, aku sudah ditunggu temen temen aku" Lanjut Jinan langsung gandeng tangannya Ibrahim untuk meninggalkan bandara, Jinan tidak peduli dengan perasaan kesalnya Ibrahim karena punya istri yang terlalu sibuk yang tidak penting.


Dilain sisi, Eki melihat Galuh  masuk kedalam ruangannya, langsung menyambut kedatangannya Galuh dan mencium keningnya Galuh begitu saja.


" Ada apa kamu kesini? jangan bilang karena ada Jinan di rumahnya Ibrahim kamu minta saya untuk temani kamu di apatermen?" Tanya Eki melihat Galuh dengan tatapan menjijikannya

__ADS_1


" Sembarangan, saya disuruh Ibrahim untuk istirahat disini sampai jam manggung tiba. soal Jinan di rumahnya saya tidak peduli sama sekali" Ucap Galuh kesel, karena Eki bicara sembarangan ke Galuh


" sudah lah Galuh, saya faham kamu deketin Ibrahim untuk apa, saya juga bisa memberikannya juga kok, mumpung sekarang ada Jinan di rumahnya Ibrahim, saya bisa memberikan nya juga" Lanjut Eki mulai naik naik kepuncak gunung


" Ahhhh, Eki kamu bener bener yah" Desa han Galuh dengan merdu


' Kita lanjut disana yuk, disini tanggung sekali" Bisik Eki yang sengaja membuat Galuh merem melek


" Tapi, nanti Ibrahim marah bagaimana?" Tanya Galuh ragu, diajak Eki untuk duduk disofa penerima tamu


" Ibrahim justru ngajak saya malam ini, cuman karena mendadak Jinan pulang yah kesempatan bagus untuk saya dong, sendirian ngajak kamu olahragam bersama" Lanjut Eki senyum melihat Galuh yang masih mengatur nafasnya


" Kok bisa sih? apa kalian punya hobi yang sama?"  Tanya Galuh tidak menyangka, jika Eki sama seperti Ibrahim yang hobi panjat pinang dengan bebas.


" Yah dong, kita saling berbagi Galuh, oleh karena itu saya tahu apa saja yang kalian lakukan sampai pagi ini" Lanjut Eki, Eki langsung tarik tangannya Galuh untuk jalan ke sofa, dan tidak ngobrol terus sambil berdiri

__ADS_1


Galuh berusaha santai diajak Eki, yang penting bagi Galuh isi ATM nya bertambah dari Eki hari ini. Eki senyum puas karena akhinya bisa ajak Galuh olahraga bersama.


__ADS_2