
Jinan keluar dari cafenya Ibrahim tanpa sengaja ketemu dengan Boby yang habis keluar sebentar sebelum show dimulai.
" Penyanyi dicafe ini sepertinya ada hubungan spesial dengan suami saya yah? Walaupun saya sering keluar kota tapi pas saya ada di rumah, saya tidak pernah lihat suami saya makan satu meja dengan karyawannya?" Tanya Jinan merasa curiga dengan Galuh yang duduk disebelahnya Ibrahim tadi.
" Anda lihat penyanyi baru disini? Iyah benar Bu, dia memang Deket sekali dengan pak Ibrahim latihan di tungguin sampai selesai, istirahat sering ikut ke ruangan pak Ibrahim, dan pulang bersama pak Ibrahim. Dia karyawan baru tapi sudah kegatelan sekali Deket deketin pak Ibrahim dan pak Eki juga." Ucap Boby terus terang dan disengaja, supaya Jinan bisa minta Ibrahim pecat perempuan seperti Galuh
" Apa, dia kegatelan sekali dengan suami saya, pantas dari kemarin handphone nya sulit dihubungi, tadi kata Eki lagi rapat, dan perempuan itu berusaha deketin suami saya. Enak saja tidak akan saya biarkan saya dimadu dengan perempuan rendahan seperti itu." Lanjut Jinan kesel dan tidak akan biarkan kehilangan Ibrahim, karena Ibrahim yang selalu memenuhi kebutuhannya selama ini, jika Ibrahim berpaling itu artinya Jinan akan kehilangan hartanya Ibrahim.
" Yah Bu, jangan biarkan pak Ibrahim direbut oleh gadis kampung itu Bu, enak saja dia mendapatkan apa yang ibu miliki kan" Lanjut Boby semakin semangat memanas manasin Jinan yang lagi cemburu dan kesel
__ADS_1
Jinan yang awalnya mau pulang tidak jadi, karena mendengar ucapan Boby barusan, Jinan memutuskan untuk kembali ke ruangannya Ibrahim. Dan lihat langsung apa saja yang dilakukan Ibrahim di cafe
Dilain sisi, Galuh latihan sebelum manggung, ditemani oleh Ibrahim dan Eki, yang biasanya Galuh tidak mau latihan lagi sebelum manggung.
" Suara kamu enak didengar Galuh, semakin suka dengernya, besok jalan jalan yuk? Besok kan cafe libur bagaimana kalo kita ke tempat yang dingin dingin?' Tanya Ibrahim sambil pegang tangannya Galuh dengan mesra
" Tentu mau dong sayang, kemana pun kamu ajak pasti aku mau ikut sayang, apa lagi ke tempat tempat yang baru aku datangi bersama kamu." Ucap Galuh dengan manja, Galuh menyender kan kepalanya di bahunya Ibrahim
" Syukur lah cari yang lain, supaya semakin rame liburan kita, memangnya Jinan mengijinkan kamu pergi besok?" Tanya Galuh ragu, karena masih ada Jinan tidak akan mudah ajak Ibrahim.
__ADS_1
" Gampang, kasih saja banyak uang untuk perempuan matre itu, pasti dia akan pergi dengan sendirinya, jadi bisa pergi kita." Lanjut Ibrahim, yang ingin menikmati jalan jalan bersama Galuh
" Separah itu yah istri kamu" Lanjut Galuh senyum licik, saat Ibrahim bilang Jinan dikasih uang saja bisa pergi dengan sendirinya.
" Oh begini yah tingkah kalian, sebelum cafe ini dibuka?" Tanya Jinan penuh amarah, Jinan mendengar semuanya tentu marah karena Ibrahim dengan teganya selingkuh seperti ini.
" Ampun deh, bakal ada drama perselingkuhan deh sebentar lagi." Batin Eki yang tidak peduli apapun yang dialami oleh Ibrahim dan Galuh, karena perselingkuhan suatu saat akan terungkap juga
" Kita pulang sekarang, kita bahas di rumah saja, perempuan itu tetep bekerja karena ini semua mau saya." Tegas Ibrahim yang tidak ingin ada keributan di cafe, cuman karena Jinan yang akan teriak teriakan nanti.
__ADS_1
" Tapi jika dia tidak kecentilan perselingkuhan tidak akan terjadi kan, kamu sudah punya istri Ibrahim" Lanjut Jinan tidak mengerti apa bagusnya perempuan didepannya, sampai Ibrahim tega menduakannya seperti ini
Ibrahim langsung tarik paksa tangannya Jinan, dan membiarkan Galuh untuk tetep manggung seperti biasa dan ditemani oleh Eki, Galuh melihat Jinan marah seperti ini membuat Galuh senyum kemenangan, karena Galuh yakin perempuan yang akan dipilih Ibrahim adalah dirinya dan Jinan sebentar lagi diceraikan oleh Ibrahim.