JARI KELINGKING UNTUK SETIA

JARI KELINGKING UNTUK SETIA
Galuh perempuan yang hebat


__ADS_3

Orang tuanya Galuh ikut anaknya dan Ibrahim untuk makan malam bersama, sebelum ke apatermen untuk istirahat disana, dan tinggal beberapa hari di apatermen.


" Kalian mau makan apa ayah dan bunda?" Tanya Ibrahim melihat kaca spion tengah, untuk melihat mertuanya yang duduk dikursi belakang


" Terserah nak Ibrahim saja, kita ikutin saja." Ucap Ayah nya Galuh, yang tidak enak jika harus menentukan makan malam, karena Ibrahim yang bayarinnya


" Bagaimana kalo masakan korea saja, enak tuh sayang" Ucap Galuh yang akhirnya menentukan enaknya makan apa dan dimana


" Yah sudah kita makan disana sekarang" Lanjut Ibrahim yang langsung menjalankan mobilnya ke restoran korea


Galuh merasa senang, karena makan malam nya masakan korea, Galuh suka dengan masakan masakan luar negeri, karena tidak bisa beli sendiri, Galuh selalu minta Ibrahim ajak Galuh ke restoran asing terus.


Dilain sisi, Eki yang melihat apatermennya sudah rapih, seolah Galuh tinggal di apatermen, langsung masuk kedalam kamar khusus untuk Ibrahim kamar yang lebih luas.


" Mendapatkan suami dengan cara yang tidak benar, jauh lebih mudah ternyata dari pada mendapatkan suami dengan cara yang baik baik, diakui Galuh perempuan yang hebat, nekat,dan cuek.  dia bisa menyesuaikan diri didepan Ibrahim dan orang lain. didepan Ibrahim dia bisa menjalankan layaknya kewajiban seorang istri ke suaminya. membuat Ibrahim bisa betah didekat Galuh sampai sekarang, bahkan tanpa ada keributan sama sekali" Ucap Eki salut dengan Galuh, yang bisa mengambil hatinya Ibrahim dan tidak membuat Ibrahim marah apapun alasannya.

__ADS_1


Eki langsung menutup pintu kamarnya Ibrahim dan keluar dari apatermennya, karena sebentar lagi orang tuanya Galuh akan tiba di apatermen dan akan tinggal di apatermen.


Dilain sisi, Ibrahim merasa bahagia sekali, bisa makan bersama orang tua seperti ini, Ibrahim merasa iri sekali karena Galuh bisa kapan pun makan bersama kedua orang tuanya, tidak seperti Ibrahim punya orang tua sehat tapi keduanya ada di luar negeri, membuat Ibrahim sulit menikmati waktu bersama orang tuanya.


" Kalian mau nambah lagi?" Tanya Ibrahim bahagia, melihat orang tuanya Galuh menikmati makanan yang sudah dipesannya


" Tidak usah nak Ibrahim, ini sudah banyak dan alhamdulillah ayah sangat kenyang sekali nak" Ucap Ayah nya Galuh merasa tidak enak,jika terlalu banyak dibayarin calon menantunya


" Tidak usah malu malu, pesan saja, jika kalian masih kurang" Lanjut Ibrahim, yang ingin lebih lama lagi menghabiskan waktu seperti ini


" Pulang saja sayang, mereka pasti mau istirahat di apatermen sayang, dan kita bisa ngobrol santai disana kan" Ucap Galuh yang tangannya tidak bisa diam, membuat Ibrahim mengerti apa yang Galuh inginkan


" Yah baik lah sayang" Lanjut Ibrahim yang akhirnya ngalah untuk diajak pulang oleh Galuh, Ibrahim mau tahu apa Galuh nekat atau tidak setelah sampai di apatermen nanti.


Ibrahim langsung gandeng tangannya Galuh untuk jalan duluan meninggalkan restoran sebelum pulang.

__ADS_1


Dilain sisi, Eki melihat perempuan yang akan menjadi teman kencannya, betapa kagetnya ada Jinan disalah satu perempuan yang datang dirumahnya malam malam seperti ini.


" Kamu kenapa jadi seperti ini Jinan? bercerai dari Ibrahim justru jadi perempuan tidak benar kamu?" Tanya Eki kaget melihat Jinan, yang duduk diruang tamu


" Saya tidak ada pekerjaan sama sekali dan gaya hidup saya juga tinggi Eki, mau makan apa saya coba dan masa bercerai dari Ibrahim saya harus hidup susah, yah sudah pekerjaan yang menurut saya langsung punya uang banyak yah seperti ini, dan siapa sangka saya melihat nama kamu yah sudah saya setuju ikut kesini" Ucap Jinan terus terang, walaupun malu tapi Jinan tidak memiliki pilihan lain, selain menjadi teman kencannya Eki


" Yang lain keluar lah, saya akan ditemani dengan perempuan ini" Lanjut Eki pura pura, Eki mau banyak bicara dengan Jinan, sampai  perempuan matre itu mau menjadi temen kencannya Eki.


" Huh, sudah jauh jauh ditolak sebal sekali" Protes Perempuan yang ditolak oleh Eki


Perempuan perempuan yang ditolak oleh Eki, langsung pergi begitu saja, walaupun kesel tapi tidak berani paksa Eki, Eki melihat Jinan dari atas kepala sampai bawah kaki. langsung senyum sinis.


" Yah baik lah Jinan, karena kamu sudah resmi bercerai dengan Ibrahim kamu boleh menjadi teman kencan saya, jika kamu bagus yah akan lanjut jika sebaliknya, yah saya buang kamu" Lanjut Eki menatap sinis kearah Jinan


" Baik lah Eki saya setuju" Lanjut Jinan berusaha senyum manis, walaupun dari tadi Eki senyum sinis kearahnya

__ADS_1


Eki langsung ajak Jinan untuk makan malam bersama, sebelum bersenang senang sampai pagi, Walaupun Eki merasa kasihan melihat nasipnya Jinan tapi Eki mewajarkan apa yang dilakukan oleh Jinan, gaya hidup yang tinggi tidak akan mudah mendapatkan uang dengan hasil sendiri tanpa ada yang memberikannya sama sekali


__ADS_2