
Galuh merasa bahagia dan merasa mimpi indah selama ini menjadi kenyataan, bisa memiliki suami tampan, baik, pekerja keras, dan orang kaya lagi. membuat Galuh bahagia saat Ibrahim ajak Galuh untuk kerumahnya.
" Barang barang kamu akan dibawa Bodyguard aku sayang, sekarang ke rumah aku supaya kamu tahu rumah aku dan sebentar lagi akan menjadi milik kamu juga sayang" Ucap Ibrahim merangkul pinggangnya Galuh, jalan kemobilnya Ibrahim.
" Iyah sayang, aku turutin apa yang kamu mau sayang." Ucap Galuh bahagia, karena mimpi jadi orang kaya jadi kenyataan.
Ibrahim mencium wajahnya Galuh dan naik naik kepuncak gunung, sebelum berangkat ke rumahnya Ibrahim.
" Aaaahhh, Ibrahim sayang." Desa han Galuh manja
" Kita akan lanjut dirumah yah sayang, karena perempuan matre itu sudah tidak ada dirumah aku sayang." Ucap Ibrahim langsung membenarkan posisi duduknya, dan perlahan meninggalkan Cafe, menuju rumahnya Ibrahim.
Diam diam Ucok memperhatikan mobilnya Ibrahim baru jalan meninggalkan cafe, membuat Ucok langsung masuk kedalam mobilnya juga.
" Semoga Galuh bisa membuat kamu bahagia bro, saya rela mengalah tidak ajak Galuh olahraga senam, demi kamu merasakan kebahagiaan sudah tidak perlu bebas lagi, karena dirumah sudah punya yang halal, dan kalian diberikan anak sesuai keinginan kamu bro" Ucap Ucok melihat mobilnya Ibrahim semakin jauh, Ucok tahu alasan Ibrahim bebas karena merasa kesepian karena istrinya sibuk sendiri.
Ucok langsung mengendarai mobilnya menuju rumahnya untuk istirahat, karena seharian Ucok kerja di cafe.
Dilain sisi, Boby berusaha membantu Ucok, untuk mencari penyanyi baru dan secepatnya mengganti Galuh sebagai penyanyi di cafe.
" Apa sebaiknya mencari yang dikenal saja yah, supaya tidak seenaknya seperti Galuh, bukannya jadi penyanyi ini penggoda suami orang." Protes Boby kesal, karena baru kali ini kerja, merasa tidak dihargai oleh patnernya, apa lagi karyawan baru dicafe.
Dilain sisi, Galuh melihat rumahnya Ibrahim sungguh besar sekali, rumah idaman yang selama ini Galuh ingin kan.
__ADS_1
" Masuk sayang, pasti kamu betah tinggal disini sayang." Ucap Ibrahim gandeng tangannya Galuh, untuk masuk kedalam rumahnya, rumah yang jarang Ibrahim tempati, karena punya istri yang tidak pernah betah dirumah dan tidak memiliki anak sama sekali, membuat Ibrahim tidak betah tinggal dirumah sendirian.
" Iyah sayang" Ucap Galuh seyum bahagia, karena masuk kedalam rumah impiannya, Galuh melihat didalam rumahnya Ibrahim begitu banyak karyawan yang kerja.. membuat Galuh membayangkan Galuh bisa bersantai sepuasnya
" Mulai hari ini, Galuh akan tinggal dirumah ini, dan dia calon majikan kalian, jadi kalian turutin apapun yang Galuh inginkan" Ucap Ibrahim melihat karyawan karyawannya,supaya tahu jika Ibrahim bisa dengan mudah move on dari Jinan.
" Baik tuan, dan selamat datang dirumah ini nyonya, jika membutuhkan apapun, jangan sungkan sungkan bilang ke kita yah" Ucap Bik Sumini berusaha ramah, Bik Sumini merasa heran karena Ibrahim belum resmi bercerai tapi sudah mendapatkan penggantinya Jinan
" Iyah pasti Bik, tenang saja, saya akan bilang sama bibik jika membutuhkan sesuatu selama tinggal disini" Lanjut Galuh berusaha ramah
" Sayang, ke kamar yuk istirahat, kamu pasti penasaran kan dengan kamar aku" Lanjut Ibrahim langsung ajak Galuh jalan ke kamarnya, Galuh jadi penasaran bagaimana mewahnya kamarnya Ibrahim.
" Kasihannya tuan, mencari penggantinya nyonya Jinan perempuan seperti itu" Ucap Bik Sumini pelan, saat melihat Iibrahim dan Galuh naik ketangga
" Laki laki kesepian pasti seperti itu lah, cari perempuan seperti itu, tidak berfikir apa yang dilakukannya salah" Ucap Tukang kebun, yang tahu laki laki kesepian pasti mencari perempuan liar
Dilain sisi, Ucok menerima kunci dari bodyguard yang diperintahkan oleh Ibrahim untuk merapihkan barang barangnya Galuh dan akan dibawa ke rumahnya Ibrahim.
" Beruntung juga perempuan itu, bisa jadi pengganti Jinan, disaat Ibrahim sukses seperti ini" Ucap Ucok langsung perintahkan Bodyguard untuk bawain barang barangnya Galuh, yang baru datang cuman bawa satu tas, tapi pindahan seperti ini barangnya lebih banyak, karena Ibrahim membelikan barang barang baru untuk Galuh pakai selama tinggal di Jakarta
Dilain sisi, Galuh dengan senang hati menerima ajakan Ibrahim untuk melanjutkan olahraga senam yang tadi sempat tertunda.
" Aaaaahhh, Olahraga perdana sayang, setiap hari kita akan seperti ini sayang, apa kamu senang?" Tanya dan desa han Galuh, Galuh masih melihat isi kamarnya Ibrahim sangat lengkapada AC, televisi, sofa, dan kulkas pun ada didalam kamarnya Ibrahim
__ADS_1
" Sangat senang sayang, terimakasih yah mau mewujudkan keinginan aku seperti ini setiap hari sayang, melakukan kontak fisik yang menyenangkan dan aku tidak menyesal membuang Jinan karena kamu seutuhnya bisa menggantikan apa yang tidak pernah bisa Jinan lakukan untuk aku sayang' Ucap Ibrahim bener bener merasa senang sekali, karena bisa seperti ini setiap saat
" Tenang sayang, kapan pun kamu mau, aku siap diajak olahraga seperti ini sayang. aaahhhh" Desa han Galuh semakin merdu didengar oleh Ibrahim
Ibrahim semakin semangat menggerakan pinggangnya, Ibrahim melihat Galuh yang menikmatiii ajakan olahraga senam yang diinginkan Ibrahim.
Dilain sisi,Ucok yang mendengar jika Ibrahim dan Galuh masuk kamar, membuat Ucok langsung pulang setelah kasih barang barangnya Galuh, karena Ucok tahu jika Ibrahim akan ajak Galuh istirahat sampai pagi.
" Tidak minum kopi dulu pak? anda sepertinya sangat lelah pak?" Tanya Bik Sumini melihat wajahnya Ucok terlihat lelah sekali.
" Tidak usah Bik terimakasih,saya mau pulang saja dan istirahat soalnya sudah malam" Ucap Ucok yang malas nungguin Ibrahim yang tidak akan mau keluar kamar.
Ucok langsung jalan ke mobilnya dan meninggalkan rumahnya Ibrahim, karena tugas mengantar langsung barang barangnya Galuh sudah selesai dibawakan ke rumahnya Ibrahim.
...............................................................................................................................................................
Galuh masak sarapan untuk Ibrahim, tidak menyangka akan seutuhnya tinggal dirumahnya Ibrahim dan seperti istri sahnya Ibrahim yang menyiapkan sarapan dan menyiapkan baju kerja untuk Ibrahim sebelum masak.
" Orang sabar memang berakhir bahagia seperti ini, Saya tidak boleh terlalu boros dan matre, bisa bisa nasip saya seperti Jinan yang dibuang begitu saja, apa lagi Ibrahim yang unboxing secara bebas seperti ini, tentunya saya tidak rela dibuang cuman karena matre saja." Batin Galuh akan berusaha jadi istri yang pengertian dan nurut dengan suami, jika bertingkah impian menjadi orang kaya nya cuman sesaat saja Galuh rasakan.
" Nyonya kok masak? biarin saja saya yang masak nyonya, masa tuan dikamar sendirian?" Tanya Bik Sumini merasa tidak enak,karena membuat Galuh yang masak seperti ini
" Saya sudah terbiasa masak untuk Ibrahim, soal masak biarin saya yang kerjakan, tugas bibik cuci piring dan belanja saja, sisanya saya yang masak untuk Ibrahim setiap harinya." Ucap Galuh berusaha menjadi istri yang rajin dan nurut dengan suami
__ADS_1
" Oh pantesan saja, nyonya bisa motong sayur seperti ini, baik lah nyonya saya tidak akan ganggu nyonya masak" Lanjut Bik Sumini yang merasa bangga karena Galuh mau susah payah demi ini demi memberikan sarapan untuk Ibrahim tanpa diminta oleh Ibrahim sebelumnya.
Walaupun Bik Sumini kesal dengan cara perempuan ini menjadi istrinya Ibrahim, tapi berharap Galuh jadi istri yang diinginkan Ibrahim yang selalu ada untuk Ibrahim dan bahagia bersama