
Orang tua nya Galuh setuju jika anaknya nikah dibawah tangan dulu, selama mengurus surat surat nikah resmi selesai. membuat Ibrahim mendengar mertuanya setuju merasa bahagia sekali.
" Yah sudah, sekarang ke masjid dan kita nikah sekarang, terimakasih ayah dan bunda sudah mengijinkan nikah periode pertama setelah surat suratnya selesai dan sewa gedung selesai, baru kita nikah resminya " Ucap Ibrahim bahagia sekali, karena akhirnya resmi juga dengan Galuh
" Yah sudah hayo nak, dari pada kalian tidur sekamar tidak boleh." Ucap Ayah nya Galuh pasrah, dari pada anaknya sekamar dengan pria yang belum resmi menikah.
" Besok pagi kita ke masjid buat ijab Kabul nya, sekarang kita tidur saja dulu." Ucap Bunda nya Galuh bahagia melihat calon suaminya Galuh tidak sabar ingin segera halal bersama Galuh
" Yah baik lah, selamat istirahat sayang " Ucap Galuh dengan cuek lnya mencium Ibrahim didepan orang tuannya dan langsung jalan ke kamarnya
Orang tuanya Galuh heran dengan anaknya, tapi berusaha memaklumi pergaulan anak jaman sekarang
Ibrahim juga pamit untuk istirahat, Ibrahim rela tidur di ruang keluarga demi orang tuanya Galuh bisa tidur nyenyak.
Dilain sisi, Eki melempar beberapa lembar uang ke Jinan, sikap Eki bener bener berubah ke Jinan setelah olahraga bersama tadi
" Besok Ibrahim dan Galuh akan nikah dibawah tangan, sampai menunggu proses perceraian kalian selesai, dan proses pernikahan resmi Ibrahim dan Galuh selesai, saya harap kamu tidak membuat masalah sama sekali, karena disini ada orang tuanya Galuh,kamu faham" Tegas Eki yang tidak ingin Ibrahim kena masalah karena Jinan
" Faham, asal kamu tetep jadi temen kencan saya bagaimana? saya suka seperti ini?" Tanya Jinan yang ingin memanfaatkan Eki, demi memenuhi kebutuhannya
__ADS_1
" Baik lah, tidak masalah, jika saya bosan kapan saja saya buang, saya akan pakai pengaman, karena perempuan seperti kamu tidak pantas dijadikan istri" Lanjut Eki dengan senyum sinis melihat Jinan, perempuan matre tidak akan pernah berfikir dan tidak akan punya hati.
" Setuju" Lanjut Jinan yang mulai kebebasan bersama Eki.
....................................................................
Ibrahim langsung ajak Galuh ke toko emas dan beli kebaya untuk nikah hari ini juga, orang tuanya Galuh dibelikan baju Koko dan kebaya juga
" Bunda bantu menata rambut kamu yah Galuh" Ucap Bunda nya Galuh bahagia, karena akhirnya anaknya menikah juga
" Iyah bunda" Ucap Galuh bahagia, Galuh tidak sabar untuk kembali ke rumah mewahnya Ibrahim.
" Iyah ayah, walaupun gugup harus jelas pengucapannya, supaya cepat halalnya." Ucap Ibrahim yang tidak mau salah sebut
Ibrahim melihat Galuh di rias oleh bunda nya merasa bahagia sekali, karena proses pernikahannya berjalan dengan lancar.
Dilain sisi, Jinan walaupun sedih harus bercerai dari Ibrahim, dan kehilangan kemewahan halalnya bersama Ibrahim, tapi tidak menunjukan kesedihannya didepan orang lain.
" Jika ditanya kamu datang, untuk melihat Ibrahim dan Galuh bahagia, dan kamu ikhlas melepaskan Ibrahim, ingat salah sebut otomatis kamu harus keluar dari rumah saya mengerti." Tegas Eki yang merasa Jinan punya hak untuk hadir, karena Ibrahim belum sepenuhnya resmi bercerai dari Jinan.
__ADS_1
" Iyah Iyah, tenang saja yah, jangan tegang seperti itu, aku tahu apa yang harus aku lakukan oke." Ucap Jinan berusaha menenangkan Eki supaya tidak marah terus.
Eki langsung ajak Jinan masuk kedalam mobil dan jalan ke masjid untuk acara ijab kabul, pernikahannya Ibrahim dan Galuh
Dilain sisi, Ibrahim dengan lancar menyebut kan ijab Kabul nya, membuat Galuh merasa bahagia sekali akhirnya resmi jadi istrinya Ibrahim.
" Sekarang pakaikan cincin nikah untuk istri anda, dan cium lah keningnya" Ucap Penghulu
" Galuh terimakasih sudah bersedia menjadi istri aku, selalu bisa membahagiakan aku, membuat aku nyaman didekat kamu, dan kita akan membina rumah tangga ini dengan kebahagian dan saling berbagi yah sayang" Ucap Ibrahim langsung pakaikan cincin untuk Galuh
" Terimakasih sayang" Ucap Galuh bahagia karena akhirnya impian merantau jadi orang kaya terwujud dan memiliki orang sukses pun jadi kenyataan
Ibrahim mencium wajahnya Galuh dengan perasaan bahagia dan akhirnya Ibrahim mendapatkan istri yang bisa menghargai Ibrahim, bisa selalu ada untuk Ibrahim, dan tahu caranya membuat nyaman pasangannya
Jinan yang melihat kebahagiaan Ibrahim bersama Galuh merasa iri dan menyesal, sudah sia sia kan laki laki yang sempat mencintainya, dan memberikan ijin Jinan untuk jalan jalan tanpa memenuhi tanggung jawab sebagai seorang istri, dan sampai akhirnya Ibrahim jenuh dan menyerah memutus kan untuk bercerai dan menikah dengan Galuh yang bisa membahagiakan Ibrahim dan membuat hidup Ibrahim tidak kesepian lagi.
.............................. TAMAT............. TAMAT....
Terimakasih yang sudah baca novel ini sampai tamat.
__ADS_1