JARI KELINGKING UNTUK SETIA

JARI KELINGKING UNTUK SETIA
Sebelum manggung olahraga dulu


__ADS_3

Ibrahim yang melihat Galuh selesai latihan, langsung ajak Galuh ke ruangannya, membuat Boby yang melihatnya merasa jijik dengan Galuh yang mau dijadikan simpanan oleh Ibrahim.


" Sepertinya perempuan itu harus dikerjain deh, tidak bisa kerja seperti ini terus bersama dia, latihan seenaknya dan waktu pulang pun suka suka dia, apa sebaiknya bikin istrinya pak Ibrahim ada disini yah, biar perempuan itu semakin pusing dan tidak betah kerja disini" Batin Boby semakin kesal dengan Galuh, seharusnya kan setelah latihan ada yang harus dibicarakan sebelum manggung, tapi Galuh dengan seenaknya ikut Ibrahim keluar dari studio musik seperti ini


Boby sudah merencana kan jebak Galuh, supaya Galuh tidak seenaknya terus selama kerja di cafe, Boby langsung keluar dari studio musik untuk istirahat sebelum jam manggung tiba.


Dilain sisi, Galuh langsung peluk Ibrahim dengan perasaan bahagia sekali, karena bisa membuat Boby tidak seenaknya marahin Galuh selama latihan.


" Sayang, apa masih kesal dengan boby?" Tanya Ibrahim melihat Galuh yang masih betah meluk Ibrahim dengan manjanya


" Sudah tidak sayang, terimakasih yah sudah temani aku latihan tadi dan membuat aku kembali semangat lagi sayang, oh yah sayang bagaimana  Sebelum manggung olahraga dulu yuk, aku kepingin sayang" Bisik Galuh sengaja, Galuh ingin selalu membuat Ibrahim betah didekatnya.


" Hayo sayang, ke kamar istirahat aku sayang, setelah olahraga kita istirahat yah, sebelum kamu  manggung nanti pasti butuh tidur kan" Lanjut Ibrahim sudah mulai naik naik kepuncak gunung.


" Dengan senang hati sayang, aaahhhh" Desa han merdu yang dikeluarkan oleh Galuh dengan manja

__ADS_1


Ibahim langsung ajak Galuh ke kamar istirahatnya, untuk melanjut kan foreaplay nya, Ibrahim selalu senang olahraga bersama Galuh, membuatnya mulai betah didekat Galuh.


Dilain sisi, Eki mencari keberadaannya Galuh di studio musik, ternyata Galuh tidak ada dan mencoba mencarinya ke ruang istirahat karyawan ternyata cuman ada Boby sendirian.


" Tadi Galuh ikut pak Ibrahim pak, oh yah saya mau bicara tentang Galuh pak" Ucap Boby mulai serius, membahas kemajuan band nya supaya tidak menurun kan kwalitas saat  manggung cuman karena Galuh yang mulai tidak profesional


" Memangnya ada apa dengan Galuh, sepertinya serius?" Tanya Eki mulai curiga, ada yang tidak beres disini


" Galuh tadi kan datang kesiangan kesini pak, sepertinya Galuh tidak suka saya tegur Galuh dan saat latihan awal Galuh tidak fokus sama sekali, tapi disaat ditemani pak Ibrahim bisa kembali fokus seperti kemarin, saya minta tolong ke pak Eki untuk minta Galuh bisa profesional dalam pekerjaan pak, tidak seenaknya seperti hari ini dan tadi pun setelah latihan langsung pergi begitu saja tanpa mau diajak evaluasi bersama saya, saya cuman ingin penampilan kita berdua bisa maksimal saat manggung pak" Tegas Boby yang tidak ingin, dinilai bagus saat manggung, dicap menurun kan kwalitas bermusiknya cuman karena Galuh yang mulai tidak profesional dalam pekerjaannya


Eki langsung mencari Galuh diruangannya Ibrahim, dan Eki ingin memberikan baju baru untuk manggung, supaya bisa Galuh pakai saat manggung nanti.


Dilain sisi, Ibrahim betah mendengar suara merdunya Galuh, setiap diajak olahraga bersama, dan Ibrahim masih betah menggerakan pinggangnya memberika sensasi luar biasa untuk Galuh.


" Ahhhh, Ibrahim sayang" Des han Galu begitu merdu didengar oleh Ibrahim

__ADS_1


" Apa Galuh sayang, suara kamu semakin lama semakin merdu sayang" Ucap Ibrahim senyum melihat Galuh, tidak ada henti hentinya mengeluarkan suara merdunya.


" Aaaahhh, sensasinya luar biasa sayang, ini sih bisa tidur nyenyak aku sayang" Desa han Galuh, semakin merdu dan membuat Ibrahim yang mendengarnya semakin seneng melihatnya, Galuh tidak ada henti hentinya mengeluarkan suara merdunya.


Ibrahim senang mendengar suara demi suara indah yang didengar diucap kan oleh Galuh.


Dilain sisi, Jinan yang merasa puas keliling Bali bersama temen temen arisan sosialitanya, memutus kan untuk pulang ke Jakarta, Jinan melihat perhiasan yang dibelinya tadi.


" Kita pulang ke Jakarta dulu jeng, kasihan kan suami kita ditinggal terlalu lama demi jalan jalan kita." Ucap Jinan dengan sombongnya, sambil merapihkan perhiasan yang sudah dibelinya.


" Saya sih tidak kasihan jeng, suami kan tugasnya cari uang sedangkan tugas istri menghabis kan uang, jika kita langsung pulang, berarti uang pemberian suami ada masalah dong. Rasanya tidak rela jika waktu jalan jalan berakhir karena uang, dan alasan pulang cuman karena kasihan suami." Ucap temannya Jinan yang malas pulang, selama uang pemberian suaminya lancar yah masih betah jalan jalan.


" Bagaimana jika suami selingkuh kalo tidak ditengok sama sekali? Jangan sampai deh karena betah jalan jalan suami cari perempuan lain karena kesepian. Saya setuju dengan jeng Jinan untuk pulang dulu, baru Minggu depan kita habis kan uang suami kita" Ucap temennya Jinan yang tidak ingin suaminya berpaling karena kesepian.


" Yah sudah kita rapih kan barang barang kita, dan siap siap pulang, jangan biarkan suami kita merasa kesepian jeng.' Lanjut Jinan, tidak rela Ibrahim berpaling karena kesepian Jinan ingin di rumah walaupun cuman sebentar dan setelah itu lanjut jalan jalan lagi.

__ADS_1


Jinan langsung merapihkan barang bawaannya langsung diikutin oleh temen temennya untuk kembali ke Jakarta, untuk menjadi istri yang baik mengurus suami setelah itu melanjutkan jalan jalannya.


__ADS_2