
Eki kasih tahu ke Ibrahim chat terbaru dari Jinan, jika Jinan minta tambahan uang lagi karena uang yang diberikan Eki kurang.
" Bagaimana pak?" Tanya Eki pasrah dan mulai kesel karena Jinan minta uang sambil kembali.
" Biarin saja lah, dan biarin saja Jinan tahu saya selingkuh biar dia berfikir apa kesalahan dia selama ini. saya lelah ladenin perempuan matre itu seperti tidak berfikir saja jadi orang" Protes Ibrahim semakin kesal dengan Jinan, keterlaluan Jinan fikir Ibrahim mesin ATM nya Jinan.
" Yah sudah kalo begitu, saya tidak akan balas chatnya Jinan. memang perempuan itu tidak tahu diri sekali jadi perempuan, oh yah saya mau yah olahraga bersama Galuh.' Lanjut Eki yang ingin olahraga senam bersama Galuh, sebelum makan siang.
" Cari perempuan lain saja sih Eki, jangan Galuh yah, saya kan mau serius dengan hubungan kita." Tegas Ibrahim yang tidak ingin berbagi dengan Eki lagi.
" Astaga cuman sekali dong, huh dasar, yah sudah lah baik Ibrahim saya akan cari perempuan lain saja kalo begitu." Lanjut Eki pasrah dari pada berantem karena perempuan saja.
Dilain sisi, Galuh merapihkan bajunya setelah mandi dan siap siap keluar dari ruangannya Ibrahim.
" Kemana yah Ibrahim kok tidak ada disini sih?" Tanya Galuh tidak melihat Ibrahim sama sekali di ruangannya,membuat Galuh langsung keluar dari ruangannya Ibrahim
__ADS_1
Dilain sisi, Jinan merasa malu sekali karena Ibrahim tidak mengirim kan uang lagi, padahal Jinan diajak melihat perhiasan kolek terbaru temennya.
" Jeng, jadiin ikut tidak? soalnya kita sudah mau berangkat nih?" Tanya temennya Jinan
" Tidak seperti biasanya loh jeng seperti ini, apa jangan jangan suami jeng tidak memberikan jatah untuk jeng, duh kasihan sekali sih jeng" Ledek Temennya Jinan, menatap Jinan dengan tatapan sinisnya
" Jangan bicara sembarangan jeng, tadi kata asistennya suami saya lagi meeting bersama client nya, baik lah saya akan telefon suami saya." Ucap Jinan merasa malu dan kesel karena Ibrahim tidak seperti biasanya seperti ini.
Jinan mulai telefon Ibrahim beberapa kali tidak diangkat angkat, akhirnya Jinan memutus kan pergi ke cafenya Ibrahim penuh amarah.
" Semoga kamu langgeng salah satu dari mereka, saya tidak akan merasa kasihan jika suatu saat kamu dibuang oleh mereka begitu saja." Batin Robby yang merasa yakin jika suatu saat Galuh akan dibuang begitu saja oleh Ibrahim atau Eki
Bobby langsung jalan ke panggung untuk persiapan manggung, Bobby tidak pernah nunggu Galuh datang sama sekali.
Dilain sisi, Jinan melotot melihat Ibrahim makan siang bersama perempuan dan ada Eki juga disebelahnya, membuat Jinan langsung jalan menghampiri Ibrahim, Jinan, dan Eki.
__ADS_1
" Sayang, perempuan ini siapa?" Tanya Jinan melihat Galuh yang duduk disebelahnya Ibrahim.
" Dia penyanyi disini, dan kita lagi ngobrol saja sambil makan. kamu ngapain disini? bukannya kamu lagi arisan?" Tanya Ibrahim heran karena Jinan tiba tiba muncul
" Saya kesini mau minta uang, maksudnya apa sayang kamu tidak tambahin uang untuk saya? kamu mau bikin saya malu didepan temen temen saya?" Tanya Jinan kesel, karena Ibrahim bisa ngobrol santai dengan karyawannya.
" Saya tidak mau kasih tambahan, pergi lah Jinan karena saya mau lanjut pekerjaan dan cafe ini sebentar lagi mau dibuka. kita bahas soal ini di rumah saja" Tegas Ilham tidak ingin bahas soal uang di cafe
" Tapi uangnya saja dulu baru saya pergi?' Tegas Jinan yang tidak mau pulang tanpa bawa apapun.
" Yah sudah pak Eki dan pak Ilham, saya siap siap tampil yah." Ucap Galuh sengaja, Galuh malas sekali melihat perempuan yang tidak punya malu seperti Jinan.
" Yah sudah kita juga kembali ke ruangan kalo begitu dan kamu pulang lah karena bahas soal uang di rumah saja." Tegas Ibrahim sama sekali tidak akan memberikan uang sama sekali ke Jinan, karena Ibrahim merasa sudah cukup banyak memberikan uang untuk Jinan tapi Jinan masih saja merasa kurang
Ibrahim langsung ngajak Galuh dan Eki siap siap manggung, Jinan melihat Ibrahim begitu cuek membuat Jinan semakin kesel melihatnya dan Jinan memutus kan pulang dari pada lama lama di cafe tapi bikin kesel saja
__ADS_1