
Jinan yang sudah ditelefon temennya untuk pergi sekarang, membuat Jinan pusing karena tidak menyimpan uang sama sekali, karena Ibrahim pagi tidak memberikan uang sama sekali untuk jalan jalan bersama temen temennya.
" Yah sudah lah, ngapain pusing sih, tinggal datang langsung saja ke cafe dan minta uang setelah itu langsung pergi deh, jangan seperti orang susah saja"Ucap Jinan, yang langsung mandi karena bakal ke cafe untuk minta uang dan pergi bersama temen temen arisannya.
Dilain sisi,Ibrahim menyukai Galuh saat Galuh nyanyi,membuat Ibrahim tidak pernah bosan temani Galuh setiap latihan dan manggung karena suara Galuh begitu merdu dan enak didengar.
" Sekarang istirahat Galuh,sebelum kamu manggung nanti" Ucap Ibrahim senyum manis melihat Galuh yang sudah latihan terakhirnya
" Baik pak, saya juga sudah lelah dari tadi nyanyi terus" Ucap Galuh langsung minum sebelum ikut Ibrahim pergi meninggalkan studio musik
" Walaupun cewek itu seenaknya, tapi pas latihan berjalan dengan lancar, asal mood dia tidak lagi kesel pasti enak didengar seperti ini pas nyanyi." Ucap Boby kagum mendengar Galuh nyanyi, karena suara Galuh merdu dan sesuai dengan suara gitar yang dimain kan oleh Boby
Dilain sisi, Galuh buka kulkas yang ada didalam ruangannya Ibrahim dan langsung minum, air yang ada didalam kulkas.
" Aku ingin sekali manggung lagu lagu pilihan aku sayang, walaupun lagu pilihan Boby aku bisa bawakan tapi aku kurang suka sayang, keselnya setiap sampai disini sudah dia tentukan bikin aku kesel sayang" Ucap Galuh manja, Galuh peluk Ibrahim yang berdiri didepannya.
__ADS_1
" Yah sudah kamu sampaikan saja ke Boby sayang, biar ganti gantian setiap tampil lagu pilihannya, berapa hari sekali kamu yang tentuin lagu nya dan begitu sebaliknya biar adil sayang" Ucap Ibrahim naik naik kepuncak gunung
" Aaahhh, Males ah sayang, kamu saja yang bilang ke Boby sayang, aku malas jika Boby marah dan dianggap aku ngatur dia lagi sayang.aaaaahhhh" Desa han Galuh dengan manja
" Baik sayang, nanti aku bilang ke Boby yah setelah manggu nanti sayang, sayang rebahan yuk aku sudah lelah berdiri terus" Lanjut Ibrahim peluk pinggangnya Galuh dan mencium wajahnya Galuh dengan mesra
Galuh setuju rebahan dan Galuh juga sudah mulai merasa lelah karena kelamaan berdiri, Ibrahim langsung ajak Galuh ke kamar istirahatnya dan mulai olahraga senam bersama
Dilain sisi, Eki kaget melihat Jinan turun dari mobilnya, membuat Eki panik karena Eki tahu apa yang lagi Ibrahim lakukan bersama Galuh setelah Galuh latihan nyanyi.
" Saya kesini mau ketemu Ibrahim, minta uang untuk belanja, keterlaluan dia masa istri minta uang tidak dikasih sih, yah sudah saya kesini deh, suruh siapa jadi suami pelit" Protes Jinan kesel, karena tidak diberikan uang tambahan untuk belanja bersama temen temennya
" Astaga Jinan,bagaimana Ibrahim tidak selingkuh jika sikap kamu seenaknya seperti ini ke Ibrahim, wajar jika Ibrahim kesel dan mencari pengganti kamu secara diam diam seperti ini" Batin Eki yang semakin memaklumi apa yang dilakukan Ibrahim sekarang, yang menjadikan Galuh sebagai selingkuhannya
" Ibrahim tidak ada di kantor, dia lagi rapat diantar karyawan disini, memangnya kamu butuh berapa akan saya berikan, Ibrahim tidak bawa hanphone jadi tidak akan bisa kamu hubungi" Lanjut Eki bohong, Eki terpaksa membohongi Jinan dari pada Jinan paksa masuk kedalam ruangannya Ibrahim bisa bisa ada drama selama Jinan ada di cafe.
__ADS_1
" Baik lah Eki, saya butuh uang merah tiga puluh lembar sekarang yah, tolong transfer ke rekening saya sekarang, saya buru buru soalnya sudah ditunggu temen temen arisan soalnya, dan saya pergi sekarang yah, jangan lupa ditransfer yah, jangan bikin saya malu didepan temen temen saya oke" Tegas Jinan yang tidak ingin Eki ingkar janji, Jinan langsung pergi dan masuk kedalam mobilnya untuk ketemu dengan temen temennya
" Astaga perempuan matre itu, yah sudah lah selama pakai uang Ibrahim saya tidak peduli, yang penting disini tidak ada drama karena perselingkuhan Ibrahim terbongkar." Lanjut Eki berusaha tidak peduli, Eki langsung transfer uang yang diminta oleh Jinan tadi
Eki langsung masuk kedalam cafe, Eki merasa bersyukur karena ketemu Jinan didepan pintu masuk, dengan mudah membuat Jinan pergi lagi, dari pada didalam cafe.
Dilain sisi, Ibrahim kesel setelah membaca chat dari Eki, jika Eki memberikan uang untuk Jinan, dan Jinan tadi ada didepan cafe saat Eki baru tiba di cafe.
" Aaaahhh, Mau sampai kapan seperti ini sayang? kamu kesel tapi mempertahan kan rumah tangga bersama Jinan? kamu cari apa dari rumah tangga kamu bersama Jinan? Tanya dan desa han Galuh heran melihat Ibrahim, mempertahan kan orang yang tidak bisa membuat Ibrahim bahagia
" Aku mencintai Jinan sayang, aku akan berusaha memenuhi apapun keinginan Jinan sayang, walaupun aku tidak bisa bahagia bersama Jinan dan tidak memiliki anak sama sekali" Ucap Ibrahim lirih, Ibrahim menggerakan pinggangnya dengan pelan
" Aaaahhh, Kamu laki laki bodoh, mempertahan kan cinta tapi tidak bisa merasakan kebahagiaan bersama orang yang kamu cintai sayang, mau sampai kapan seperti ini? dan usia kamu sudah berapa tahun untuk tidak memiliki anak? kamu kerja memangnya tidak ingin membelikan apapun untuk anak kamu? apa kamu tidak ingin dipanggil papah jika kamu punya anak? jatuh cinta untuk bahagia bukan jatuh cinta tanpa ada rasa bahagia saa sekali?" Tanya Galuh menatap Ibrahim dengan heran, sehebat apa Jinan sampai Ibrahim, mau mempertahan kan rumah tangga tanpa cinta sama sekali
Ibrahim tidak bisa menjawab pertanyaan Galuh sama sekali, karena Ibrahim sendiri tidak memilik jawaban yang pasti, mau dibawa kemana rumah tangganya bersama Jinan, Ibrahim terus menggerakan pinggangnya.
__ADS_1