
Galuh melihat Boby yang akhirnya dipecat oleh Ibrahim, merasa lega karena orang seperti Boby memang pantas dipecat, karena seenaknya merekrut karyawan baru.
" Biarin saja deh, untuk sementara waktu tidak ada band disini, cukup audio saja, karena mencari pengganti pemain alat musik dan penyanyi tidak lah mudah.
" Aku setuju sayang, ada band juga tidak selalu lancar, ada saja konfliknya sayang, pakai audio juga masih enak kok ada lagu, dan tidak ribet ribet lagi kan. orang orang datang kesini kan karena makanan yang kamu jual, dan rasanya enak, membuat orang orang mau datang bukan cuman karena ada llive musik saja kok. yang penting kwalitas makanan saja yang meningkat supaya cafe ini semakin rame sayang" Ucap Galuh berusaha meyakini Ibrahim, keputusannya pecat Boby adalah keputusan benar.
" Iyah sayang aku akan tingkatin lagi kwalitas makanan yang aku jual, minuman, dan ada promo menarik aku yakin cafe ini semakin ramai, terimakasih sayang memberikan aku semangat sayang" Lanjut Ibrahim merasa lega, karena Galuh memberikan solusi sebagai pengganti band dicaffenya dibubarin.
Dilain sisi, Surti merasa kecewa dan dibohongi oleh Boby, dikirain beneran ada lowongan pekerjaan ternyata tidak ada, lowongan pekerjaan yang tidak resmi membuat Surti merasa malu karena sudah dibohongi oleh Boby.
" Kasihannya dipecat karena seenaknya cari karyawan baru, walaupun saya malu tapi tidak semalu kamu Bobby, dengan percaya dirinya audisi saya, ajak latihan dan memberikan masukan masukan setelah latihan, ternyata dipecat hahaha. kamu tidak suka dengan karyawan yang ada bukan bearti kamu punya hak mencari pengganti tanpa sepersetujuan pemilik cafe. hahahah kasihannya sekarang jadi pengangguran karena seenaknya. haahahaha" Ucap Surti ketawa puas, melihat nasipnya Bobby sekarang tidak punya pekerjaan sama sekali, karena seenaknya mencari penggantinya Galuh.
Bobby yang diketawain oleh Surti merasa kesal, karena Bobby tidak menyangka niatnya justru membuat Boby sekarang kehilangan pekerjaan yang selama tiga tahun Boby jalanin.
Dilain sisi, Galuh mau memaafkan Ucok yang seenaknya, karena Ucok sekarang Galuh jadi calon istrinya Ibrahim dan sebentar lagi menikah.
" Terimakasih yah Galuh, kamu mau memaafkan saya, saya menyesal seenaknya setuju dengan niatnya Boby." Ucap Ucok menyesal karena tidak bicara dulu dengan Ibrahim main setuju saja.
__ADS_1
" Saya percaya kamu bisa professional Ucok, dan saya berharap tidak ada kesalahan yang sama lagi disini.mulai sekarang tidak ada live musik, musik cuman dari audio saja karena saya tidak mau ada masalah yang sama terulang lagi." Tegas Ibrahim merasa pusing, hal sepele dibesar besarkan.
" Baik Ibrahim, akan saya rubah lagi posisi panggungnya dan tempat duduk pengujung." Lanjut Ucok, Ucok merasa bersyukur karena tidak dipecat oleh Ibrahim, karena Galuh masih mau kasih kesempatan untuk Ucok bekerja lebih baik lagi.
Ucok pamit untuk merapihkan tempat pengujung dan tidak ada lagi panggung, Ucok kapok seenaknya seperti ini, dan merasa lega tidak jadi pengangguran seperti Boby sekarang.
Galuh melihat Ucok keluar dari ruangannya Ibrahim, langsung peluk Ibrahim dengan mesra, karena masalah sudah diselesaikan dan tidak ada lagi orang lebay seperti Boby.
" Sayang, pekerjaan kamu apa masih banyak?" Tanya Galuh dengan suara manjanya.
" Jalan jalan yuk sayang, mumpung jam makan siang sayang, apa boleh?" Tanya Galuh, melihat wajah tampannya Ibrahim.
" Tentu boleh sayang, yuk jalan, kalo kelamaan aku ajak olahraga senam dulu baru cari makan?" Tanya dan goda Ibrahim melihat Galuh yang masih betah peluk Ibrahim
" Olahraga senam? boleh sayang hayo, setelah itu kita beneran cari makan yah?"Tanya Galuh, Galuh berusaha tidak ngeluh karena Ibrahim selalu minta olahraga senam terus, walaupun badannya Ibrahim masih pegel pegel.
Ibrahim langsung ajak Galuh masuk kedalam kamar pribadinya, Ibrahim merasa bahagia karena Galuh selalu saja turutin keinginannya.
__ADS_1
Dilain sisi, Ucok akhirnya sudah bisa bernafas lega, karena tidak dipecat oleh Ibrahim.
" Untungnya walaupun bikin masalah masih dimaafin karena Galuh merasa berhutang budi, karena saya sekarang Galuh jadi calon istrinya Ibrahim. alhamdulilah masih rezeki masih bisa kerja disini." Batin Ucok merasa beruntung sekali,dan tidak akan berani lagi ganggu Galuh lagi, takutnya Galuh minta pecat langsung diturutin oleh Ibrahim.
Dilain sisi, Jinan melihat surat perceraian yang baru dikasih oleh Satpam rumahnya, membuat Jinan merasa menyesal terlalu mengabaikan Ibrahim.
" Karena hobi jalan jalan berlebihan dan selalu menolak untuk program punya anak, akhirnya sekarang kehilangan orang yang bisa memberikan banyak uang untuk saya bisa berfoya foya." Ucap Jinan tidak menyangka jika Ibrahim bisa marah dan mengambil keputusan untuk berpisah seperti ini
Dilain sisi, Galuh dan Ibrahim langsung jalan keluar dari cafe, dan mau jalan jalan ke mall, karena Galuh ingin makan siang di mall.
" Aku mau makan banyak sayang, tenaga aku bener bener terkuras sekali." Ucap Ibrahim merasa lemes, tapi bahagia, karena Galuh tidak pernah menolak setiap diajak oleh Ibrahim untuk olahraga senam bersama, kapan pun Ibrahim ingin kan
" Boleh sayang, supaya tenaganya pulih kembali yah, supaya kuat kembali untuk olahraga senam bersama aku." Ucap Galuh dengan manja, Galuh juga merasakan yang sama seperti Ibrahim, merasa lelah dan rasa sakit yang luar biasa mantap. tapi berusaha untuk tidak ngeluh dan selalu siap jika diajak oleh Ibrahim.
" Kalo sih itu pasti sayang, walaupun bikin lemes tapi tidak pernah kapok sayang, olahraga senam bersama kamu sangat luar biasa sekali." Lanjut Ibrahim melihat Galuh yang duduk manis disampingnya
Galuh mendengar ucapan Ibrahim iya saja, karena Galuh tidak mau ngeluh jika ngeluh pasti membuat Ibrahim marah dan akan kehilangan harta milik Ibrahim. impian hidup enak akan sirna jika pergi dari kehidupan nya Ibrahim
__ADS_1