
Boby melihat Galuh pulang bersama Ibrahim, berharap Galuh tidak menyesal menerima tawarannya Ibrahim untuk diantarkan pulang, apa lagi Galuh tinggal di apatermennya Haikal.
" Semoga kamu perempuan baik baik Galuh, kasihan kedua orang tua kamu jika tahu, pekerjaan sampingan kamu selama merantau di Jakarta." Batin Boby yang tidak bisa membayangkan betapa sedihnya, kedua orang tuanya Galuh saat tahu jika Galuh menjadi simpanan bosnya sendiri, Boby tahu kelakukan Ibrahim yang selama ini kesepian, selalu mencari perempuan yang bisa menemaninya istirahat malamnya.
Boby langsung siap siap untuk pulang, karena seharian ini cukup melelahkan sekali, Boby berusaha tidak peduli apapun yang dilakukan oleh Galuh, karena Boby baru kenal dengan Galuh.
Dilain sisi, Galuh pertama kalinya melihat apatermen secara langsung merasa bahagia sekali, apa lagi Galuh akan tinggal di apatermen selama tinggal di Jakarta, Ibrahim membukakan pintu apatermennya Haikal, karena sebelum pulang Haikal memberikan kunci ke Galuh dan Ibrahim.
" Sayang, besok sebelum kita ke cafe, kamu belanja baju yah, supaya terlihat semakin cantik, tidak usah lagi pakai baju yang kamu bawa dari kampung kamu yah" Ucap Ibrahim yang ingin merubah penampilan Galuh dan bajunya Galuh terlihat lebih elegan dan cantik, dengan fashion barunya.
" Dengan senang hati sayang, aku pasti suka dengan pilihan baju yang kamu belikan untuk aku besok sayang, terimakasih yah tadi temani aku belanja untuk isi dapur disini" Ucap Galuh bahagia, karena belanjaan dapur dibayarin oleh Ibrahim
__ADS_1
" Sama sama sayang, yah sudah kita masukin semua belanjaan ke dalam kulkas yuk, supaya kita bisa langsung istirahat sayang, aku sudah lelah sekali sayang" Lanjut Ibrahim yang sebenarnya, ingin mengajak Galuh olahraga malam sebelum istirahat.
Galuh langsung pegang plastik belanjaannya dan jalan ke dapur, Ibrahim menemani Galuh ke dapur, untuk menata isi belanjaan tadi, Ibrahim melihat Galuh yang bisa menyusun barang belanjaannya merasa bangga melihatnya.
" Kamu sudah biasa susun isi dapur yah sayang? rapih sekali menyusun isi belanjaan kedalam kulkas, dan bisa rapih susun minuman segar dan cemilannya diluar kulkas?" Tanya Ibrahim bahagia melihatnya, ternyata Galuh perempuan rajin dan bisa rapih
" Iyah sayang, aku sudah biasa nyusun seperti ini sayang, yah sudah ke kamar yuk kita istirahat, supaya besok aku bisa masakin untuk kamu sarapan." Lanjut Galuh, yang ingin memberikan masakan pertamanya untuk Ibrahim
" Jangan nolak Galuh, demi bisa kaya mendadak dari cowok kesepian ini" Batin Galuh untuk tidak ragu, melakukan olahraga senam bersama Ibrahim
"Tentu mau dong sayang, hayo lah kita ke kamar." Lanjut Galuh gugup dan berusaha santai
__ADS_1
Galuh merapihkan kantong plastik bekas belanjaannya dan dimasukin kedalam lemari, setelah selesai langsung ikut Ibrahim ke kamar membuat Ibrahim senyum bahagia, melihat Galuh mau diajak olahraga senam.
Dilain sisi, Haikal menikmati malam yang indah bersama teman kencannya, Haikal menikmati suasana romantis berdua bersama teman kencannya di rumahnya Haikal.
" Tumben bukan di apartemen sayang? Memangnya kenapa tidak disamakan?" Tanya temen kencannya Haikal penasaran
" Lebih enak di rumah sayang, sudah jangan kepo yah dan jangan pernah ke apartemen aku. Jika aku tahu maka dihari itu juga kamu akan aku buang mengerti? Aku paling benci perempuan yang terlalu kepo dengan urusan aku." Tegas Haikal, Haikal tidak mungkin bilang jika di apartemennya sudah ada Galuh yang akan tinggal di sana.
" Baik lah sayang, aku tidak akan kepo sama sekali, demi tidak di buang oleh kamu, karena aku betah bersama kamu." Lanjut teman kencannya Haikal dengan manja, tidak akan berani melawannya ucapannya Haikal bisa bisa isi ATM nya akan kembali kosong.
Haikal senyum puas, mendengar ucapan teman kencannya, karena Haikal juga tidak ingin ada masalah ke Ibrahim cuman karena perempuan yang ada didepannya.
__ADS_1