
Ibrahim dan Galuh akhirnya sampai juga di cafe,walaupun terlambat datang, membuat keduanya tetep datang ke cafe selain Ibrahim kerja tapi ada orang tuanya Galuh yang sudah menunggu kehadiran Galuh anak yang dirindukannya.
" Kata Eki ayah kamu ada di ruangannya Eki sayang, jadi sekarang kita ke ruangannya Eki saja." Ucap Ibrahim gandeng tangan nya Galuh dan jalan masuk kedalam cafe.
" Untungnya diruangannya Eki sayang, tidak diruangan kamu, soalnya kan ada baju aku didalam kamar kamu sayang" Ucap Galuh, Galuh merasa lega karena Eki punya inisiatif sendiri untuk membawa ayah nya masuk kedalam ruangannya.
" Apa baju kamu berantakan diruangan aku? Kita bisa rapihkan dulu sayang, soalnya ayah kamu pasti mau tahu ruangan aku sayang?" Tanya Ibrahim melihat Galuh, yang ingat dikamar pribadinya ada bajunya Galuh.
" Tidak berantakan sayang, tapi jangan sampai ayah masuk saja keruangan kamu." Lanjut Galuh, Galuh selama ikut ke cafe, selalu merapihkan baju yang sempet Galuh cuci supaya besok bisa dipakai untuk pulangnya.
" Aku kirain berantakan sayang, kalo itu saja sih aman sayang" Lanjut Ibrahim yang sudah membayangkan kaca mata jumbo dan lainnya ada dilantai
" Yah aku tidak seceroboh itu sayang" Lanjut Galuh yang tidak akan membiarkan kacamata jumbonya sembarangan disimpan oleh Galuh
Dilain sisi, Ayah nya Galuh merasa bahagia sekali karena nasip anaknya selama merantau di Jakarta sangat hoki sekali, mendapatkan pekerjaan sebagai penyanyi cafe dan sekarang menjadi calon istri pemilik cafe, ayah nya Galuh tidak peduli jika Ibrahim adalah duda tanpa anak sama sekali, yang penting bagi ayah nya, kehidupan Galuh tidak susah saat jauh dari orang tuanya.
__ADS_1
" Galuh dan pak Ibrahim sudah jalan kesini pak, sudah ada dicafe ini, tinggal nunggu kedatangan mereka diruangan saya" Ucap Eki yang menceritakan awal kenal Galuh yang baik baik saja, Eki tidak akan menceritakan sebenarnya Galuh jadi selingkuhannya Ibrahim dan jadi tempat Ibrahim supaya tidak merasa kesepian lagi.
" Iyah pak Eki, Alhamdulillah sekali yah nasip Galuh baik selama tinggal disini, disukai oleh bos sendiri lagi, saya tidak menyangka jika nasipnya Galuh bagus seperti ini." Ucap Ayah nya Galuh yang bener bener bahagia, karena anaknya tidak hidup susah sama sekali selama di jakarta.
" Betul pak, sangat beruntung Galuh mendapatkan pacar orang sukses pak" Lanjut Eki berusaha tidak menunjukan ekspresi ledek Galuh, karena cara liciknya Galuh mendekati Ibrahim, jika bukan karena kebutuhan kontak fisik, sudah dipastikan Galuh tidak akan seperti ini nasipnya.
Ayah nya Galuh semakin tidak sabar menunggu kedatangan anak dan pacarnya Galuh masuk kedalam ruangannya Eki. Ayah nya Galuh saat melihat anaknya masuk kedalam ruangannya Eki langsung berdiri dan peluk anak satu satunya, karena akhirnya bisa ketemu dengan Galuh lagi sekian lama.
" Alhamdulillah yah Allah, akhirnya bisa ketemu lagi dengan Galuh dalam kondisi sehat dan sudah punya pacar bos sendiri lagi. Bapak bangga dengan kamu Galuh." Ucap Bapak nya Galuh bangga dengan anaknya.
" Ini calon suami kamu? Terimakasih sudah mencintai anak saya dan mau meresmikan hubungan kalian kejenjang yang lebih serius?" Tanya Ayah nya Galuh tidak menyangka jika anaknya beruntung mendapatkan suami bos dan pemilik cafe terkenal di Jakarta.
" Iyah pak, nama saya Ibrahim, dan saya semakin yakin serius dengan Galuh pak, karena Galuh perempuan yang selalu membuat saya bahagia pak. Iyah pak memang rencananya kita akan ke kampung untuk membahas pernikahan kita pak, dan ajak bapak dan ibu untuk tinggal di Jakarta bersama kita pak." Ucap Ibrahim, Ibrahim merasa bersyukur ada apartemennya Eki yang bisa dipakai tempat tinggal Galuh selama di Jakarta.
" Alhamdulillah sekali, terus sekarang Galuh tinggal dimana?" Tanya Ayah nya Galuh melihat anaknya, yang sekarang berpenampilan sangat modis sekali.
__ADS_1
" Apartemen saya pak, karena Galuh akan menikah dengan pak Ibrahim, akhirnya Galuh langsung diajak pindah di sana pak, supaya tidak usah kontrak rumah segala pak." Ucap Eki bohong, sejujurnya merasa tidak tega membohongi orang tuanya Galuh terus menerus, tapi tidak mungkin bilang sebenarnya dan selama ini Galuh tinggal dirumahnya Ibrahim.
" Setelah pulang kerja apa bapak dan ibu boleh ke sana? Bapak dan ibu baru sampai di Jakarta kemarin nak, ada pak Gunawan yang baik hati kasih kita tempat tinggal sementara selama kita mencari keberadaan kamu dan minta kita jagain tokonya nak. Apa Galuh mau tinggal bersama bapak di toko?" Tanya Ayah nya Galuh berharap anaknya mau tinggal bareng di ruko, selama sebulan sebelum kembali ke kampung dan membahas pernikahan Galuh dan Ibrahim.
" Kalian tinggal di apartemen saja, biar Ibrahim tanggung semua biaya hidup kalian selama tinggal di Jakarta, sampai proses perpindahan tempat tinggal kalian selesai diurus dan pernikahan kita selesai diadakan, kalian langsung ikut pindah ke rumah Ibrahim.jadi hari ini terakhir di tempat pak Gunawan." Lanjut Ibrahim tidak setuju jika Galuh jauh jauh dari Ibrahim.
" Ide yang bagus tuh, tinggal di apartemen bareng, sampai semuanya selesai diurus bagaimana pak" Lanjut Galuh lebih setuju jika tinggal di apartemen, jika di apartemen Galuh sama sekali tidak akan lelah dan tidak akan melakukan pekerjaan apapun selama ada orang tuanya di Jakarta.
" Baik lah bapak setuju, yah sudah sekarang bapak pulang dulu, kasih tahu ibu jika kamu sudah ketemu dan sore kita ke sini yah, sekalian bawa baju baju kita." Lanjut Ayah nya Galuh merasa bahagia sekali, karena calon suaminya Galuh begitu perhatian dan tidak ingin calon mertuanya cape kerja lagi.
" Kita yang akan ketempat bapak dan ibu saja, kasih tahu saja alamat kalian dimana biar kita kesana sorenya." Lanjut Ibrahim, karena sekarang Ibrahim dan Galuh akan pindahin lagi barang barangnya Galuh ke apartemen selama orang tuanya ada di Jakarta.
Ayah nya Galuh langsung kasih tahu dimana tempat tinggalnya, dan memberikan nomor handphone nya, supaya sore Ibrahim dan Galuh yang jemput orang tuanya dan tinggal bersama di Apartemen.
Galuh dan Ibrahim merasa lega karena bapak nya tidak paksa sore ke cafe, bisa bisa bahaya jika semuanya kebongkar sebelum barang barang Galuh dipindahkan dan Ibrahim menikah dengan Galuh, Ibrahim tidak akan membiarkan pernikahannya gagal cuman karena orang tuanya Galuh kecewa dengan kebiasaan buruk yang selama ini Ibrahim dan Galuh lakukan.
__ADS_1