JARI KELINGKING UNTUK SETIA

JARI KELINGKING UNTUK SETIA
Apa Boby dipecat


__ADS_3

Galuh ajak Ibrahim dan Eki berangkat bersama ke café, Galuh minta Boby diganti dengan orang lain karena Galuh merasa tidak nyaman bekerja bareng Boby Karena Boby dengan seenaknya tegur Galuh karena telat ke café.


“ Apa Boby dipecat? Tapi selama ini Boby bekerja sangat baik sayang selama di café dan tidak pernah melakukan kesalahan apapun selama ini sayang?” Tanya Ibrahim merasa heran dengan keinginannya Galuh barusan.


“ Betul sayang, jika Boby bicara apapun jangan didengerin sayang, yang penting saat manggung kamu bisa nyanyi dengan bagus seperti biasanya yah.” Uucap Eki yang tidak setuju jika Boby harus diganti seenaknya,


apa lagi karena kesalahannya Galuh sendiri


“ Oh jadi kalian masih mau mempertahan kan Boby? Yah sudah deh tapi selama latihan kalian temani aku yah, supaya Boby tidak seenaknya tegur aku yah? Padahal kan aku datang kesiangan juga karena lagi bersama kalian bukan karena disengaja?” Tanya Galuh yang mulai seenaknya karena semakin dekat


dengan Ibrahim dan Eki.


“ Iyah sayang, tapi saat evaluasi setelah manggung, apa mau kita temani juga?” Tanya Eki yang sebenarnya malas sekali, harus ada drama seperti ini


“ Kamu tidak usah Eki, biarin saya saja yang temani Galuh evaluasi setelah manggung, selama ada Jinan di rumah, kamu boleh olahraga senam bersama Galuh supaya temani Galuh tapi pakai pengaman yah” Tegas Ibrahim, melihat Eki yang lagi bawa mobil.


“ Iyah baik Ibrahim, saya nurut saja apa yang kamu inginkan.” Lanjut Eki pasrah, karena Ibrahim sedikit egois jika soal olahraga panas


“ Sayang, Jinan di rumah sampai kapan? Apa setiap malam kita tidak bisa olahraga bersama lagi?” Tanya Galuh yang pura pura sedih, karena dirumah ada Jinan jadi waktu kebersamaannya akan kurang


“ Entah lah sayang, Jina cuman status saja sebagai istri tapi tidak bisa menjalan kan kewajiban dia sebagai istri yang pengertian dan perhatian ke suami sayang” Lanjut Ibrahim terus terang, karena Ibrahim sendiri


tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi Jinan yang terlalu egois.

__ADS_1


“ Kasihannya kamu sayang, Jinan payah punya suami sempurna seperti kamu diabaikan seperti ini, jika kamu sudah tidak nyaman didekat Jinan yah sudah bercerai saja, aku siap kok jadi penggantinya Jinan jika kamu mau,aku akan lakukan apapun yang membuat kamu merasa bahagia dan dihargai sebagai suami” Lanjut Galuh siap menjadi pengganti Jinan, dikehidupannya Ibrahim.


“ Jangan dong sayang, jangan tawarin sebagai pengganti Jinan? Aku masih betah olahraga senam bersama kamu sayang?” Tanya Eki yang tidak setuju dengan keinginannya Galuh, karena Eki baru saja ajak olaharaga senam bersama, masa cuman sebentar saja.


“ Entah lah sayang, kita lihat saja sampai kapan Jinan egoisnya dan kemungkinan bercerai akan lebih besar, dan bagaimana perjuangan kamu untuk aku semakin nyaman didekat kamu sayang, jika aku semakin nyaman didekat kamu yah ada kemungkinan kita akan menikah sayang” Lanjut Ibrahim yang ingin lihat perjuangannya Galuh untuk membuat Ibrahim semakin nyaman didekatnya


‘ Oke sayang, aku akan membuat kamu semakin nyaman didekat aku, aku ingin kebebasan ini ada akhirnya sayang dan aku akan melakukan tugas sebagai istri setiap kali kamu nginep di apatermen supaya kamu lihat bagaimana cara aku mengurus kamu sayang” Lanjut Galuh, Galuh tidak akan menghilangkan kesempatan emas ini, untuk merebut Ibrahim dari Jinan, Galuh akan berikan apapun yang tidak bisa Jinan berikan ke Ibrahim selama ini.


Eki yang mendengar ucapannya Galuh, cuman bisa pasrah dengan kebebasan ini, akhirnya seperti apa, karena Galuh yang akan menentukan siapa yang akhirnya akan menjadi suaminya nanti.


Ibrahim senyum bahagia saat mendengar ucapan Galuh, jika Galuh akan berusaha membuat Ibrahim semakin betah didekat Galuh dan bersedia sebagai pengganti Jinan jika Jinan tidak bisa berubah juga.


Dilain sisi, Boby masuk kedalam studio music, mulai siap siap untuk latihan, Boby melihat lagi lagu yang sudah dipilihnya tadi dirumah dan sekarang mulai latihan supaya hafal lagu pilihannya.


Boby mulai focus latihan supaya bisa hafal, Boby ingin sekali penampilan sekarang membawakan enam lagu di jam pertama manggung, setelah istirahat setengah jam akan membawakan lima lagu terakhir sebelum pulang.


Dilain sisi, Jinan melihat ART nya Ibrahim yang masak untuk sarapannya sendiri, menjadi kesal Karena ART nya sama sekali tidak membuatkan sarapan untuk Jinan.


“ Maaf nyonya, tadi tuan bilang tidak usah masak karena tuan langsung pergi begitu saja” Ucap ART nya Jinan ketakutan melihat Jinan marah


“ Tapi kan kamu tahu ada saya dirumah bukannya masak saja untuk saya kan bisa? Oh yah tuan selama saya pergi jalan jalan, apa suka bawa perempuan ke rumah?” Tanya Jinan takut jika Ibrahim memiliki selingkuhan


“ Sampai sekarang tuan tidak pernah bawa perempuan apapun ke rumah ini nyonya, dan saya tidak pernah tanya urusan pribadi tuan sama sekali” Lanjut ART nya Ibrahim jujur, selama ini tidak pernah tanya apapun yang

__ADS_1


dilakukan oleh Ibrahim di luar rumah


“ Soalnya Ibrahim bahas anak soalnya bik, membuat saya takut Ibrahim selingkuh karena tidak memiliki anak bik selama pernikahan kita bik” Lanjut Jinan ketakutan kehilangan Ibrahim karena tidak memiliki anak sama


sekali


“ Jika nyonya takut kehilang tuan karena tidak bisa memberikan anak, yah nyonya tinggal kurangin kebiasaan nyonya yang suka jalan jalan terlalu lama nyonya, maaf jika saya tidak sopan tapi tuan laki laki dewasa yang mengingin kan dipanggil ayah dan punya istri yang betah dirumah untuk menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar nyonya. Pasti tuan juga bahagia menjalankan pernikahannya bersama nyonya. Yah sudah nyonya permisi saya mau makan” Lanjut ART nya Ibrahim terus terang, sejujurnya kasihan melihat


Ibrahim yang tidak pernah betah di rumah, dan sejujurnya ART nya Ibrahim tidak berani jujur jika Ibrahim jarang sekali pulang ke rumah karena kesepian.


Jinan melihat ART nya Ibrahim sudah tidak masak dan sekarang seenaknya meninggalkan Jinan sendirian seperti ini, membuat Jinan memilih masuk kedalam kamar sambil memikirkan mau makan apa, dan punya rencana ke café untuk minta uang karena Jinan sebentar lagi diajak shooping oleh temen temennya.


Dilain sisi, Boby melihat Galuh masuk kedalam cafe bersama kedua bos dicafe, dengan gaya angkuh sambil melihat Boby yang tidak sengaja melihat Galuh yang baru datang bersama kedua bos cafenya.


" Hari ini akan bawa berapa lagu?" Tanya Galuh dengan sombongnya, sambil melihat Boby


" Sebelas lagu, lima lagu awal kita naik panggung dan enam lagu setelah istirahat dan sampai selesai lagu terakhir" Ucap Boby berusaha santai dan tidak terpancing emosi melihat tingkahnya Galuh yang terlalu berlebihan


" Yah sudah kita sekarang ke studio musik untuk kalian latihan" Ucap Ibrahim yang akan temani Galuh latihan sampai selesai, supaya Galuh mau latihan sampai selesai dan tidak melakukan kesalahan lagi.


" Saya ke ruangan saja kalo begitu permisi" Ucap Eki lebih memilih kerja dari pada temani Galuh selama latihan lagian ada Ibrahim yang temani Galuh selama latihan


Galuh langsung ajak Ibrahim jalan duluan masuk kedalam studio musik dan meninggalkan Boby, karena Galuh malas sekali melihat Boby yang seenaknya marahin Galuh waktu itu. Boby berusaha tidak peduli dengan sikapnya Galuh yang terlihat sangat angkuh saat jalan bersama Ibrahim.

__ADS_1


__ADS_2