
Ucok masuk kedalam ruangannya Ibrahim, Ucok melaporkan ke Ibrahim, jika Ucok mendapatkan penyanyi baru untuk temani Galuh manggung di cafe, Galuh mendengar ucapan Ucok merasa tidak suka, karena Ucok bertindak sebelum dibahas dengan Ibrahim sebelumnya.
" Dih, tidak sopannya, mencari karyawan tanpa sepengetahuan dan sepertujuannya Ibrahim, saya tahu ini pasti ulah Boby kan? Bukan seperti ini membuat saya tidak bekerja, saya memang mau berhenti sebagai penyanyi mulai hari ini, karena ingin temani Ibrahim kerja didalam ruangannya. jika Ibrahim minta kamu cari pengganti saya baru dicari bukan seperti ini caranya." Ucap Galuh merasa heran dengan Ucok, ternyata Ucok tidak bisa profesional dalam bekerja, bertindak seenaknya.
" Maafkan saya, bukan itu maksud saya Galuh, saya ingin dicafe ini banyak penyanyi, supaya yang manggung bisa dari siang beberapa lagu dan dilanjut kamu sampai selesai beberapa lagu juga." Ucap Ucok tidak menyangka jika Galuh bisa tersinggung seperti ini dan tebakannya benar, jika penyanyi baru karena Boby yang cari
" Baru kali ini kamu seenaknya Ucok, kesalahan kamu hari ini saya maafkan, karena Galuh mau temani saya kerja dan tidak mau kerja lagi, yah sudah nanti saya lihat penyanyi barunya dan sekarang kamu kembali ke ruangan kamu" Ucap Ibrahim sedikit kecewa dengan Ucok, yang seenaknya terima penyanyi baru, walaupun Ibrahim tahu jika Galuh seenaknya bukan bearti dengan seperti ini minta Galuh dipecat dan tidak jadi penyanyi di cafe.
" Kalo begitu saya permisi" Lanjut Ucok merasa menyesal, karena dengan mudahnya menerima tawarannya Boby tanpa ada persetujuan dari Ibrahim dan membuat Ibrahim kecewa seperti ini dan bersyukurnya Galuh berhenti kerja,demi bisa temani Ibrahim selama kerja dicafe. Ucok langsung keluar dari ruangannya Ibrahim
__ADS_1
" Tidak usah fikirkan apa yang dilakukan Boby dan Ucok sayang, aku saja tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan sayang" Ucap Galuh berusaha santai,Galuh peluk Ibrahim dari belakang
" Iyah sayang, aku tidak akan memikirkan yang tidak penting sayang, walaupun aku kecewa tapi berusaha santai menghadapi keegoisan Boby dan Ucok" Ucap Ibrahim setelah Ucok sudah tidak ada dirungannya, yang Ibrahim tahu, Ucok bukanlah orang yang seenaknya melakukan apapun terutama ditempat kerja seperti ini.
Dilain sisi,Boby merasa bahagia sekali, karena akhirnya mendapatkan patner yang mau diajak musyawarah setelah latihan, dan mau menerima kritikan dari Ucok tadi.
" Mau kerja dimana pun semuanya sama, pasti ada kritikan dan ada pujian, sama seperti disini,mendapatkan pujian dan kritikan juga, kritikan tujuannya demi kemajuan kwalitas kamu selama manggung" Ucap Boby yang merasa bahagia karena Surti, tidak membantah apapun yang disampaikan Ucok tadi dan apa yang disampaikan Boby tadi.
" Saya kecewa dengan kamu yang seenaknya mencari pengganti Galuh dengan cara seperti ini, saya tahu kamu tidak suka dengan sikap dan ucapannya Galuh, tapi kamu bisa bicara baik baik ke saya untuk cari solusi terbaiknya, Ucok memang kaki tangan saya, tapi Ucok tidak punya hak menerima karyawan tanpa persetujuan saya" Tegas Ibrahim mulai marah, merasa tidak dihargai sebagai atasan di cafe sendiri.
__ADS_1
" Untungnya saya mau berhenti kerja, karena saya mau temani calon suami saya kerja, selama ada dicafe ini, jika saya masih kerja tentu lah saya juga marah kekamu, kamu memang senior disini tapi tidak punya hak untuk mencari pengganti saya sesuka hati kamu, tanpa bicara terlebih dahulu ke Ibrahim, bagaimana jika posisinya saya ganti, saya minta Ibrahim pecat kamu dan usir perempuan itu, dari cafe ini bagaimana? apa kamu marah atau tidak peduli dengan keputusan saya?" Tanya Galuh yang kesal, karena melihat sendiri, bagaimana Boby seenaknya cari karyawan dan berharap langsung diterima oleh Ibrahim
" Duh jadi seperti ini yah, saya minta maaf sebelumnya, Boby tidak banyak cerita apa yang terjadi sebenarnya disini, saat Boby bilang dicafe ada lowongan pekerjaan sebagai penyanyi, yah tentunya saya mau kerja disini sebagai penyanyi dan diminta tes nyanyi oleh Boby dan pak Ucok, bahkan saya sudah disuruh latihan, saya fikir pemilik cafe ini tahu akan kehadiran saya disini, sekali lagi saya minta maaf karena tidak tahu apa apa" Ucap Surti terus terang, andaikan Surti tahu kebenarannya tentunya Surti menolak tawaran yang diberikan Boby kemarin.
" Wah hebat sekali kamu Boby bilang ada lowongan pekerjaan disini? saya tahu selama ini kamu bekerja profesional dicafe saya, membuat penampilan kamu disukai banyak pengunjung dicafe ini, tapi saya tidak suka dengan cara kamu, mengusir Galuh dari cafe seperti ini. saya terpaksa pecat kamu karena kamu tidak sopan sama sekali, berani beraninya kamu seperti ini. silahkan kamu rapihkan barang barang kamu sekarang" Bentak Ibrahim kesal, Ibrahim tidak ingin memperkerjakan orang yang seenaknya seperti ini
" Maafkan saya pak Ibraim, jika cara saya salah dan saya terima anda pecat saya sekarang " Ucap Boby menyesal karena seenaknya, mencari penggantinya Galuh yang akhirnya Boby sendiri yang dipecat oleh Ibrahim, karena dianggap seenaknya menentukan karyawan dicafe
" Untuk kamu, saya minta maaf yah, jika kamu tidak lanjut kerja disini, karena kesalahan Boby yang seenaknya ke atasannya." Lanjut Ibrahim melihat Surti, sejujurnya kasihan yang sudah dijanjikan pekerjaan tapi tidak jadi.
__ADS_1
" Saya terima keputusan anda, kalo begitu saya permisi dulu." Lanjut Surti berusaha santai, walaupun kesel karena merasa dibohongin oleh Bobby soal lowongan pekerjaan. tapi Surti tidak bisa memaksa Ibrahim Untuk terima Surti kerja.
Boby langsung merapihkan barang barangnya dan siap siap pergi dari cafenya Ibrahim, Boby mengira jika Ibrahim setuju dengan niat baiknya, ternyata Boby salah sangka dan justru sekarang Boby lah yang dipecat oleh Ibrahim.