Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Kejujuran Dita


__ADS_3

"Kalau emang beneran pak Ardi suka sama lo, lo mau gak Dit?"


Dita hanya diam.


Dalam hatinya, "Aku gak mungkin bisa bersama Ardi, aku gak pantas bila di sandingkan dengannya, dia sungguh lelaki yang sempurna. Ya walaupun aku merasakan setiap getaran di dadaku ketika bersamanya"


"Woiii... Dit, denger gak gue nanya lo? tanya Widya mengagetkan Dita


"Eh, iya apaan Wid?"


"Lo gak dengerin gue ngomong ya?. Gue ulangi deh, kalau pak Ardi suka sama lo, lo mau gk? "


"Kayaknya gak mungkin deh Wid, Aku gak pantas jika disandingkan dengan pak Ardi." jawab Dita memelas


"Lo kok ngomong gitu? Jodoh kan gak ada yang tahu." jelas Widya.


"Lagian gak mungkin pak Ardi mau sama aku Wid, dengan latar belakang aku yang hanya orang kampung dan gak punya apa-apa, sementara pak Ardi yang merupakan pengusaha sukses dan terkenal. Gak mungkin deh Wid, gak pantes aku tuh" jelas Dita.


"Itu artinya kalau pak Ardi suka sama lo, lo juga mau kan sama pak Ardi? Ayo jujur aja Dit." rayu Widya sambil mencolek dagu Dita


Dita tersenyum dan mengangguk.


Dan sebenarnya ya, Dita mulai merasakan bahwa ia memiliki perasaan lebih kepada atasannya itu. Namun, ia harus menahannya sebab ia tahu diri, kalaupun hal itu mungkin terjadi maka itu sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepadanya.


******


Begitu banyak hal yang telah mereka bicarakan hingga membuat mereka lupa akan waktu. Hingga jam menunjukkan pukul 22.00 mereka belum juga membersihkan diri, mereka masih mengenakan pakaian kerjanya.


Deringan ponsel Dita menyadarkan mereka bahwa mereka telah memakan waktu yang lama sekali untuk bercanda tawa.


Drrtt... Drrtt... Drrtt..


Ponsel Dita berdering.

__ADS_1


Di ambilnya ponsenya diatas meja televisi, lalu mengangkat panggilan tersebut.


"Halo" jawab Dita yang dengan cepat melihat nama pemanggil tersebut. Dita tersenyum.


Di ujung sofa Widya bertanya tanpa suara, hanya menggunakan bibir dan gerakkan tangannya.


Siapa yang telepon?


Dita membalas jawaban Widya juga tanpa suara hanya menggerakkan bibirnya, "Pak Ardi." jawabnya.


"Hai Dit, aku mau kasih tahu bahwa mobil teman kamu sudah selesai dan bisa diambil sekarang."


"Oh iya pak, kebetulan teman saya masih disini nanti kami ambil pak, terimakasih ya pak." jawab Dita


"Gimana kalau saya yang kesana untuk mengantar mobil teman kamu? Soalnya udah malam banget takutnya nanti ada apa-apa" jelas Ardi.


"Emm.. Tunggu ya pak saya tanya teman saya dulu."


"Wid, pak Ardi mau kesini nganter mobil kamu boleh gak?"


"Ya udah pak, kata teman saya kalau bapak yang mau anter kemari ya gak apa apa yang penting gak ngerepotin bapak aja."


"Oke, ditunggu ya saya berangkat nih" jawab Ardi sumringah disebrang sana.


"Ehh.. Cepat banget pak. Tapi, sebelumnya makasih banyak ya pak, udah mau repot-repot bantuin kita."


"Gak apa-apa lah Dit, sebagai manusia kan kita harus tolong menolong." jawab Ardi disebrang sana


"Makasih sekali lagi ya pak"


"Iya sama-sama cantik" kata Ardi keceplosan


Dita yang mendengar jelas kata-kata Ardi tersipu malu dengan pipi merah merona.

__ADS_1


"Saya akhiri ya telponnya ya?, saya mau kesana ini." kata Ardi membuang rasa malunya.


"Eh iya pak, hati-hati"


"Iya" kemudian Ardi mengakhiri sambungan telponnya.


Dita yang buru-buru mengambil handuk dan segera masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan diri membuat Widya heran.


Kemudian Widya melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 22.10 segera menyusul Dita ke kamar mandi.


"Dit, gue pinjem baju lo ya, gue juga mau mandi dah bau kecut nih."


"Ambil aja di lemari Wid" jawab Dita dari dalam


"Oke deh, gak ada apa-apakan di lemari lo?"


"Ada wid, ada angsa bertelur emas, hati-hati ya jangan sampai kamu hilangin pundi-pundi hartaku" jawab Dita tertawa nakal


"Emang beneran ada?" jawab Widya heran


"Ya ada lah" jawab Dita.


"Serius lo Dit, gak berani ah nanti hilang beneran gue yang disuruh ganti rugi pula, gue tunggu loh aja deh. Biar lo aja yang ambilin". jawab Widya polos.


Wkwkwkwk....


Dita tertawa sekencang-kencangnya.


"Lucu kamu ya Wid, kamu ada ada aja, ya gak mungkinlah aku punya angsa yang bertelur emas, itu mah ada di dongeng kali Wid. Kalau aku udah punya gituan mungkin udah jadi orang kaya aku Wid, gimana sih? " kata Dita menahan tawa.


"Yee, kirain beneran, lu mah becandaan mulu. Gue udah takut duluan jadinya" jawab Widya


Dibalas tawa oleh Dita, dan tawa itu mulai memenuhi suara kamar mandi itu.

__ADS_1


Widya segera berlalu dengan wajah yang kesal, ia masuk ke kamar Dita dan mengambil apa yang ia butuhkan tadi.


Sementara Dita sesegera mungkin menyelesaikan acara mandinya.


__ADS_2