Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Keluarga


__ADS_3

Mereka sampai di kantor. Dita turun sementara Ardi memarkirkan mobilnya di parkiran.


Dita melangkah memasuki lobby perusahaan itu, namun kakinya terhenti saat suara Ardi memanggilnya.


"Dit, tunggu," kata Ardi


"Ya, ada apa pak?" tanya Dita.


"Nanti jadi kan? Kamu pulang sama saya?"


"Ooh, terserah bapak saja." jawab Dita


"Okey, saya tunggu kamu di parkiran nanti."


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" jawab Dita yang segera meninggalkan Ardi.


Ardi mengangguk dan ia masih terdiam di tempatnya, ia memikirkan hal yang telah terjadi pada Dita. Iya yakin tidak mungkin Dita melakulan hal itu hanya untuk mengetes dirinya tahan atau tidak menaiki tangga itu dari lantai 1 hingga lantai 12. Hal itu sungguh konyol menurutnya. Seperti tidak ada kerjaan saja, dan buang-buang tenaga saja.


Setelah tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Dita, Ardi memilih untuk kembali keruangannya.


***


"Dita, dit lo dari mana aja?" tanya Ninda yang melihat Dita datang.


"Iya Dit, lo kemana? Dari tadi kita cariin lo, kita hubungi lo, tapi ponsel lo ketinggalan di tas." tanya Widya yang khawatir dengan Dita.


"Maaf ya buat kalian khawatir, aku tadi hanya pergi kebawah untuk menenangkan pikiran sejenak." jawab Dita


"Lo gak bohongkan, Dit?" tanya Ninda serius


Dita diam.


"Wajah lo kok pucat sekali Dit, lo sakit?" tanya Widya.


"Enggak, aku gak apa-apa kok, cuma kecapekan aja" jawab Dita

__ADS_1


"Lo yakin lo gak apa-apa?" tanya Ninda.


"Iya aku gak kenapa-kenapa, Nin" jawab Dita yang kemudian duduk di kursi kerjanya.


"Oke deh" jawab Ninda


"Tapi kalau lo ada apa-apa cerita sama kita-kita ya, anggap kita seperti keluarga lo, kita juga sayang sama lo." lanjut Ninda dengan senyuman tulus.


"Iya Dit, lo cerita sama kita ya kalau lo ada masalah atau ada apapun itu. Kita siap bantu lo kok. Gue juga udah anggep lo seperti adik gue" kata Widya


Dita mengangguk dan tersenyum, ia berpikir betapa baik dan khawatirnya sahabatnya terhadap dirinya. Ia sungguh merasa bahwa ia beruntung memiliki sahabat seperti mereka dan kali ini Dita merasa seperti memiliki keluarga lagi.


"Terimakasih ya" jawab Dita meneteskan air matanya. Ia terharu.


Mereka pun berpelukan seperti Teletubbies.


***


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 17.10


"Dit, mau pulang bareng gak?" tanya Widya.


"Gak deh Wid, entar kamu kecapekan"


"Ya udah deh, gue duluan ya" kata Widya saat mereka sudah sampai di lobby.


"Eh, Wid gue nebeng sama lo dong, hari ini gue gak bawa mobil, mobil gue mogok. Kan kita searah, ya ya ya boleh dong?" rayu Ninda.


"Ya udah, ayo. Lo gak usah ngerayu gue kaya gitu juga kali, gue juga dulu sering nebeng ama lo juga kali. Jadi gak usah kayak orang lain deh." jawab Widya kesal.


"Kita duluan ya Dit, lo hati-hati" ucap Ninda.


Akhirnya Widya dan Ninda meninggalkan Dita.


Drrtt..drrtt...drtt..

__ADS_1


Ponsel Dita berdering.


Ardi yang menelpon.


"Halo.." jawab Dita


"Kamu dimana? Aku udah nungguin kamu di mobil, buruan kesini" kata Ardi


"Iya iya, ini aku kesana." kemudian Dita mengakhiri panggilan itu.


Ia berjalan terburu-buru, hingga ia menambrak seseorang.


"Auchh." Aduh Natasha kesakitan.


"Maaf, maaf bu, saya tidak sengaja." jawab Dita tertunduk.


"Kalau jalan lihat-lihat dong, gunakan mata kamu baik-baik, punya mata kok tidak di gunakan" ketus Natasha, kemudian ia pergi menuju parkir mobilnya.


Dita berjalan menuju mobil Ardi.


Sementara itu Natasha yang sudah masuk ke dalam mobilnya dan hendak melajukan mobil itu terhenti saat melihat Dita melangkah menuju mobil Ardi.


"Mau apa dia?" gumamnya


Natasha kaget saat Dita masuk ke mobil Ardi. Dan setelah itu Ardi melajukan mobilnya dan meninggalkan kantornya bersama Dita.


"Lihat saja, dia belum juga menyerah untuk mendekati Ardi. Awas kau, tunggu pembalasan selanjutnya." geramnya memukul stang bulatnya.


******


Hari ini berlalu dengan berat bagi Dita. Ia yang lelah setelah menaiki tangga kemudian pingsan akibat dehidrasi, ia memilih untuk segera membasuh dirinya dan beristirahat.


Setelah selesai membasuh dirinya, ia memilih pakaiannya, Dita memilih untuk menggunakan baju tidur dengan motif doraemon, lalu membiarkan rambutnya terurai dengan menggunakan bando kelincinya. Hal tersebut membuatnya semakin imut dan lucu. Setelah di rasa sudah cukup memoles dirinya dengan bedak my baby-nya, Dita memilih untuk membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


"Haa... Hari ini sungguh hari yang melelahkan" gumamnya. Lalu ia mulai memejamkan matanya. Dita tertidur dan memulai mimpi indahnya.

__ADS_1


Ya sudah 30 menit yang lalu Dita sampai di rumahnya. Ardi yang mengantarkannya segera pulang setelah ia berpamitan dengan Dita. Ardi tahu bahwa Dita perlu istirahat, maka dari itu ia memilih untuk langsung pulang dan meninggalkan Dita.


__ADS_2