Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Keberanian Widya


__ADS_3

"Serius lo Dit, gak berani ah nanti hilang beneran gue yang disuruh ganti rugi pula, gue tunggu loh aja deh. Biar lo aja yang ambilin". jawab Widya polos.


Wkwkwkwk....


Dita tertawa sekencang-kencangnya.


"Lucu kamu ya Wid, kamu ada ada aja, ya gak mungkinlah aku punya angsa yang bertelur emas, itu mah ada di dongeng kali Wid. Kalau aku udah punya gituan mungkin udah jadi orang kaya aku Wid, gimana sih? " kata Dita menahan tawa.


"Yee, kirain beneran, lu mah becandaan mulu. Gue udah takut duluan jadinya" jawab Widya


Dibalas tawa oleh Dita, dan tawa itu mulai memenuhi suara kamar mandi itu.


Widya segera berlalu dengan wajah yang kesal, ia masuk ke kamar Dita dan mengambil apa yang ia butuhkan tadi.


Sementara Dita sesegera mungkin menyelesaikan acara mandinya.


******


15 menit sudah Dita berada di dalam kamar mandi, akhirnya ia keluar juga. Sekarang giliran Widya untuk membersihkan dirinya.


Sementara itu Dita ke kamar untuk berpakaian dan ia memilih mengenakan pakaian tidur dengan motif bunga-bunga, motif ini sangat cocok ia rasa apalagi saat ini hatinya sedang berbunga-bunga. Ia membiarkan rambutnya yang sepinggang itu tergerai dan memberi sedikit polesan lipstik di bibir sexy-nya berwarna pink pastel. Setelah dirasa cukup puas dengan penampilannya ia segera keluar dari kamar dan duduk kembali di ruang tamu.


10 menit kemudian Widya keluar dari kamar mandi, ia menyelesaikan mandinya karena kedinginan. Dan pada saat bersamaan terdengar suara klakson mobil dari luar. Widya segera berlari ke kamar Dita hanya untuk merapikan rambutnya yang berantakan dan memberi polesan pada wajahnya, ia sudah memakai pakaiannya di kamar mandi.


Dita yang mendengar suara klakson itu segera membuka pintu rumahnya dan keluar menyambut Ardi. Di lihatnya Ardi yang telah keluar dari mobil yang hanya menggunakan kaos polos dan celana pendek.


"Kalau begini keren juga ya." batin Dita


"Hai Dit," suara Ardi membuyarkan pandangannya.


"Hai pak" jawab Dita kikkuk.


"Nih, kunci mobilnya" Ardi menyerahkan kunci mobil kepada Dita, dan kemudian diterima olehnya.


"Eh, pak Ardi. Sudah lama ya pak? Makasih loh pak udah mau repot-repot ngantar kemari, silahkan masuk pak" jawab Widya dari depan pintu


Dita masih terdiam seakan terpesona akan tampilan Ardi saat ini.


"Hei... Heiiii" suara Ardi sambil melambaikan tangannya di hadapan Dita.


"Ehh, ia maaf pak, silahkan masuk pak." jawab Dita.


Mereka bertiga akhirnya masuk ke rumah.


Dita dan Widya duduk di sofa yang sama sementara Ardi duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.


"Bapak mau minum apa?" tanya Dita.


"Tidak usah repot-repot, apa yang ada saja" jawab Ardi.


Dita ke dapur untuk membuatkan minuman. Ia memilih untuk membuat jus jeruk karena cuaca saat ini terasa panas maka ia memilih minuman yang segar yaitu jus jeruk.

__ADS_1


"Pak makasih banyak ya, sudah mau membantu saya" kata Widya membuka percakapan.


"Sama-sama, Oh ya kamu karyawan di kantor saya kan?"


"Iya pak, betul sekali" jawab Widya.


"Kita belum kenalan, nama kamu siapa?" tanya Ardi


"Saya Widya pak, Widya Leliani." jelas Widya


"Ooo... Panggil Ardi saja kita kan lagi di luar kantor" kata Ardi.


"E... Iya Ar"


"Ngomong-ngomong kamu udah lama kenal sama Dita?"


"Saya kenal sama Dita masih baru pak, saat pertama ia masuk kerja"


"Ooh, begitu. Saya kirain sudah kenal lama, habisnya kalian akrab banget."


"Iya pak, eh.. Ar. Dita anaknya baik, asik udah gitu pandai bergaul Ar, jadi mudah deh berteman sama yang lainnya."


"Iya, saya lihat dia memang anak yang baik, pandai dan juga cantik" jawab Ardi.


"Maaf nih ya pak, saya boleh tanya gak pak? wajah Widya serius.


"Boleh, tanya saja Wid" kata Ardi.


Wajah Ardi tampak serius, dan menimang-nimang pertanyaan Widya, Ardi mulai berpikir dan kemudian berkata


"Apa wajah saya kelihatan ya mengatakan hal demikian?"


"Hmm.. Kalau dari yang saya lihat sepertinya iya pak" jawab Widya dengan santai.


Belum sempat Ardi menjawab pernyataan Widya. Tak lama kemudian Dita kembali dengan membawa nampan berisikan 3 gelas jus jeruk. Di letakannya di atas meja, dan ia kembali duduk.


"Di minum pak" kata Dita


Widya dan Ardi saling tatap seolah mengatakan untuk merahasiakan apa yang telah mereka bicarakan sebelumnya.


Dita yang melihat gerak gerik mereka bingung dan akhirnya berdehem


"Eheemm"


Kemudian Ardi menatap Dita


"Eh iya, makasih ya Dit." jawab Ardi.


Dita menyenggol sikut Widya, dan mengerlingkan matanya sebagai isyarat untuk menanyakan apa yang telah mereka bicarakan sebelumnya. Namun hanya di jawab gelengan kepala oleh Widya.


Kemudian Widya memulai percakapan. Dan mereka berbincang-bincang mengenai kehidupannya masing-masing. Sesekali mereka tertawa menceritakan kisah masa lalunya.

__ADS_1


Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 23.10, akhirnya Ardi berpamitan untuk pulang. Ardi yang sudah di jemput oleh sopir pribadi mamanya, sebelumnya ia mengirimkan pesan untuk dijemput melalui ponselnya. Dita dan Widya mengantar Ardi sampai di depan pintu.


"Aku pulang ya Dit, Wid." kata Ardi


"Iya pak, makasih ya pak" jawab Widya


"Iya Ar, makasih loh ya, dan hati-hati" jawab Dita kemudian.


Setelah itu Widya memilih kembali ke dalam rumah.


Ardi tersenyum menatap Dita.


"Kapan-kapan bolehkan main kemari lagi?" tanya Ardi.


"Tentu saja boleh" jawab Dita.


"Okey, kamu terus tidur ya jangan begadang, by" kata Ardi melambaikan tangannya.


"Iya, by" jawab Dita.


Kemudian Ardi masuk ke mobil.


Setelah mobil Ardi tak terlihat lagi Dita masuk ke rumahnya.


"Ciee...yang habis nganter calon suami pulang. Mukanya kok sedih ya," ledek Widya.


"Iihhh, kamu tuh ya Wid, bisanya gangguin aku aja." jawab Dita


"Udah, jangan sedih dong kan masih ada gue Dit. Entar juga dia main kemari lagi kok."


"Udah aah, mendingan aku bobok aja. By" jawab Dita ketus.


"Eh... ehh.. tungguin gue dong Dit." Widya menyusul Dita ke kamarnya.


Widya naik ke ranjang Dita dan membaringkan tubuhnya di samping Dita.


Dita yang melihat Widya mulai membaringkan tubuhnya kemudian memilih tidur dengan memunggungi Widya.


"Lo marah ya Dit?" tanya Widya yang melihat tingkah laku Dita.


"Gak, udah buruan tidur, besok gak bisa bangun lagi" kata Dita ketus.


Widya akhirnya memilih untuk tidur dan tidak mengganggu Dita. Berharap besok Dita gak marah lagi padanya.


Akhirnya mereka terlelap dan memasuki alam mimpinya masing-masing.


Hai guys 😀😊....


Jangan lupa like, vote dan komennya ya.


Aku tunggu juga kritik dan saran dari kalian, tapi sebelum itu jangan lupa like, vote dan komennya dulu 😅😂

__ADS_1


__ADS_2