Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Pulang Bersama 2


__ADS_3

"Berani sekali ia meninggalkan ku sendiri disini, tanpa mengajak ku untuk makan bersama" Dalam hati Ardi


Ardi pun memilih untuk kembali ke runganannya.


Sesampainya disana ia harus disibukkan oleh berkas-berkas kerjanya yang sudah menumpuk sedari tadi.


Ia memulai pekerjaannya dengan semangat. Dan dengan cekatan ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang terbilang singkat. Ardi memang pria yang cerdas, hal ini dapat diakui karena ia mampu memimpin perusahaan itu pada usia yang terbilang masih muda, dengan usia yang masih muda itu ia mampu mengembangkan perusahaannya dengan pesat. Banyak perusahaan lain yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaannya, namun Ardi merupakan orang selektif, tidak sembarang perusahaan yang dapat bekerja sama dengan perusahaannya.


Walau Ardi dapat mengembangkan perusahaan dengan pesat akan tetapi berbeda hal dengan urusan wanita, Ardi tak tahu cara merayu wanita dan ia tak seromantis pria yang ada dalam drama korea. Jika ia suka maka ia akan langsung mengatakannya begitu juga sebaliknya jika ia tak suka maka ia akan mengatakannya. Karena ia tak suka hal yang bertele-tele, ia lebih suka berterus terang apa adanya.


******


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, semua karyawan sudah merapikan diri untuk bergegas pulang. Begitu juga dengan Dita dan Widya.


"Dit, pulang bareng yok?" ajak Widya


"Lah, kitakan beda arah Wid, gimana mau pulang bareng coba?"


"Ya gak papa, gue anterin lo, sekalian gue main tempat lo"


"Gk ahh, nanti kamu capek bolak balik, apa lagi jarak rumah kamu ke kantor aja udah jauh banget, nambah lagi kalau kamu anter aku, tambah jauh dong"


"Gak papa kali Dit, sesekali main jauh ketempat lo, gue juga pengen tahu lo tinggal dimana"


"Ya udah deh.. kalau kamu emang maksain"


"Gitu dong baru teman baik gue, bosan juga gue kalau cepat-cepat balik ke rumah"


"Lah,,, Kenapa gitu?


"Ya lo tahulah, bokap dan nyokap gue mah orang sibuk, dan jarang pulang makanya gue bosen banget kalau pulang cepat"


Widya merupakan anak tunggal dan termasuk orang yang berada. Kehidupan mewah dimilikinya namun ia tak mau berpuas diri, ia juga ingin merasakan mencicipi uang dari hasil keringatnya sendiri. Orangtuanya merupakan orang sibuk. Maklum saja, mamanya mempunyai bisnis kuliner diberbagai daerah dan sering keluar kota untuk melihat perkembangan bisnisnya. Dan papanya adalah seorang dokter ahli bedah yang selalu sibuk mengikuti seminar kedokterannya. Bahkan walaupun mereka tinggal serumah, tak banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengobrol bersama layaknya keluarga harmonis. Mereka hanya berbicara seperlunya saja. Hal ini lah yang membuat Widya jenuh dan bosan jika berada di kediamannya.


******


Dita dan Widya telah sampai di basement. Widya mengambil mobilnya, sedangkan Dita menunggu di pintu keluar.


"Yok Dit, naik" kata Widya menurunkan kaca mobilnya


Dita masuk ke mobil Widya.


"Waw... Bagus ya Wid mobil kamu"


"Ya elah Dit, ini mah belum seberapa, lebih bagus dan kerenan lagi mobil CEO kita" kata Widya yang mulai melajukan mobilnya.


Tak ada jawaban dari Dita, ia masih menatap kagum pada mobil yang ia naikki saat ini.

__ADS_1


Dalam benaknya "Kapan ya aku punya mobil sebagus ini? Semangat Dita kamu pasti bisa."


Senyum sumringah terpancar di wajah Dita.


"Lo kenapa Dit, senyum senyum sendiri? Kesambet lo ya?" tanya Widya


"Aku kagum lihat mobil kamu Wid, pengen deh suatu saat nanti aku punya mobil sendiri" Tatapan Dita penuh harapan


"Tenang aja, suatu saat nanti juga lo bakalan bisa kok punya mobil seperti gue, bahkan ya gue doain ni lo punya mobil lebih bagus dari gue"


"Amin... Makasih ya Wid doanya"


"Sama-sama cantik" jawab Widya tersenyum manja


"Kamu yah.. Lucuan mulu, sok imut" kata Dita


"Emang gue imut kali, Dit"


"Ya-ya imut, asal jangan ingin mutah aja dah" jawab Dita yang disertai tawa ringan


"Ihh.. Kamu yah, muji temen tuh yang ikhlas dong" jawab Widya kesal


Dita hanya tertawa.


Tak berapa lama, dan baru sekitar 700 meter dari kantor mereka, tiba-tiba mobil Widya mogok.


"Coba di cek dulu Wid" kata Dita


Widya segera turun dari dalam mobilnya.


"Kenapa mobilnya Wid? tanya Dita


"Gak tahu nih, tiba-tiba aja mogok malah jalanan sepi disini, gak ada bengkel terdekat lagi"


Dita memutuskan untuk segera keluar dan mencari bantuan.


Selang beberapa waktu Dita yang melihat sebuah mobil melintas dari jalanan itu, seketika itu juga ia berlari menghentikan mobil tersebut.


"Pak, pak tolong bantuin kita" kata Dita yang ngosngosan dan tertunduk mengatur nafasnya.


Akhirnya sang pemilik mobil menurunkan kaca mobilnya.


"Kenapa mobilnya Dit? Tanya Ardi


Dita yang hafal betul dengan suara ini segera mengangkat kepalanya menghadap sumber suara tersebut.


"Eh bapak, gak tahu nih pak tiba-tiba aja mogok" jawab Widya dari belakang Dita.

__ADS_1


Dita segera mengatur posisi badannya agar dapat berdiri disamping Widya.


"Sudah telpon bengkel belum?"


"Belum pak" jawab Widya


"Ya udah gimana kalau mobil kamu di bawa kebengkel langganan saya?


"Ya udah deh pak, saya sih mau aja asal tidak merepotkan bapak" jawab Widya


"Baiklah, tunggu sebentar"


Ardi meraih ponsel disakunya dan kemudian menghubungi bengkel langganannya.


"Sudah saya telpon, dan nanti bakal dijemput"


"Baik pak, terimakasih" jawab Widya


Sedangkan Dita masih terdiam dan menatap lekat wajah Ardi. "Sungguh berbeda" pikirnya


"Terus ini kalian mau kemana? tanya Ardi


"Niatnya sih mau ngantar Dita dan main ke rumah Dita pak" jawab Widya


"Oh ya udah, gimana kalau bareng aja sama saya, dari pada kalian nunggu tukang bengkelnya datang nanti kelamaan"


"Ehm.. Gimana Dit?" tanya Widya


"Eh anu... apanya yang gimana" Dita terlihat kikuk


"Mau gak pulang bareng bos kita?"


"Ya udah deh, aku ikut kamu aja Wid"


"Kita mau pak, pulang bareng bapak, kalau bapak tidak merasa direpotkan" jawab Widya


"Ya sudah, ayo masuk" jawab Ardi yang sedang membuka pintu mobilnya untuk masuk


"Lo yang di depan ya Dit"


"Eh apaan.. kamu aja"


"Gak mau aah, takut gue, lo aja" jawab Widya yang segera membuka pintu mobil belakang.


"Ayo masuk" ajak Ardi


Dita terpaksa duduk didepan. Dita merasa kikkuk saat ini. Dan degup jantungnya tak beraturan.

__ADS_1


__ADS_2