Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Tentang Natasha 2


__ADS_3

Setelah itu terdengar bunyi dentingan lift. Dan ya Widya dan Dita sampai pada lantai yang mereka tuju, kemudian mereka keluar.


"Kami duluan ya pak" kata Dita sopan


"Baiklah, semangat bekerja" jawab Ardi.


"Terimakasih buat semangatnya pak" jawab Widya.


Kemudian lift tertutup.


******


Dita dan Widya duduk di meja kerjanya masing-masing. Dita yang penasaran dengan sikap Widya terhadap Natasha sekretaris bosnya itu akhirnya bertanya,


"Oh iya Wid, pertanyaan aku tadi belum kamu jawab loh"


"Pertanyaan yang mana?" Widya menyerinyitkan dahinya.


"Itu loh, mengenai bu Natasha" kata Dita yang mulai serius untuk mendengarkan jawaban Widya.


"Ooo, masalah itu. Gue gak suka aja lihat dia"


"Kok bisa? Emang dia salah apa sama kamu?" tanya Dita heran.


"Dia itu tuh keganjenan banget, gak suka gue" jawab Widya kesal.


"Keganjenan gimana?"


"Ya ganjen, kegenitan gitulah pokoknya. Apa lagi kalau udah sama bos-bos ganteng. Terlebih lagi nih kalau udah sama pak Ardi iihh genitnya minta ampun, suaranya mulai di lembut-lembutkan gitu, mau muntah rasanya gue kalau udah lihat dia seperti itu."


"Kok gitu?" jawab Dita minta penjelasan.

__ADS_1


"Dari yang gue dengar sih dia tuh dari dulu ngincer-ngincer pak Ardi, katanya sih dia cinta mati sama bos kita itu."


"Ooo, gitu. Terus gimana?"


"Kalau yang gue tahu sih pak Ardi gak pernah membalas perasaannya."


"Ooo.. Ke" belum sempat Dita melanjutkan perkataanya seseorang telah memotong pembicaraan mereka.


"Eh Widya, tumben loh datang cepet?" tanya Ninda yang juga kawan dekat Widya sebelum mengenal Dita.


"Iya, gue nginap tempat Dita makanya nih gue datang duluan dari pada lo"


"Ohh, seperti itu, laluuu" jawab Ninda yang menirukan suara artis Syahnani.


Dita dan Widya yang mendengar jawaban Ninda tertawa terpingkal-pingkal.


"Eh, lo kalau ngomong gak usah di buat-buat gitu napa?" kata Widya. "Geli gue lihat lo kayak gitu" jelasnya


"Emangnya di kantor kita ada artis ya?" tanya Dita dengan polosnya.


"Eh lo lagi," kata Ninda yang terpotong karena tertawa melihat kepolosan Dita.


"Ya adalah, tu artis kita yang selalu sibuk dan ngamuk seperti srigala jika gebetannya di deketi" jelas Ninda.


"Siapa? " tanya Dita lagi


"Polos banget sih kamu Dit," kata Ninda mecolek pipi Dita gemas.


"Ajarin dong Wid."


Kemudian Ninda pergi dan kembali duduk ke meja kerjanya yang berada bersebrangan dengan Dita.

__ADS_1


"Maksudnya apaan sih Wid?" tanya Dita yang belum mengerti juga. "Siapa artis kita di kantor ini? Kenalin kenapa, aku juga mau foto sama deh" jawab Dita nyengir.


"Ampun.. ampun gue lihat lo Dit, umur aja yang udah tua". Widya geleng-geleng kepala.


"Enak aja gue masih muda kali Wid, kamu tuh yang udah tua. Aku masih 22 tahun sementara kamu udah 23 tahun." kata Dita tak terima di bilang tua.


"Iya, iya gue yang tua, puas lo?"


Dita tersenyum, "Gitu dong, harus akui umur kamu yang sudah tua."


"Huhh... Iye iye mak tiri" Widya membuang nafasnya melihat kepolosan temennya ini, yaitu Dita.


"Eh kamu ya... tapi beneran siapa artis kantor kita?" tanya Dita lagi.


"Lo memang mau tahu?" tanya Widya meyakinkan Dita


"Ya iya lah, kalau gak mana mungkin dari tadi aku nanyak kamu." Dita mulai kesal.


"Artis kantor kita itu adalah...." Widya menahan perkataannya


"Siapa si Wid, serius nih"


"Itu cewek yang tadi pagi lo sapa di lobby" jawab Widya.


"Ohh jadi bu Natasha artis disini, boleh dong nanti kita minta foto bareng" Dita bersemangat layaknya orang yang melihat artis idolannya.


"Udah aah Dit, gue mau kembali ke meja gue aja. Ampun gue lihat lo"


Widya segera meninggalkan meja Dita.


"Lah, kok pergi sih?" tanya Dita.

__ADS_1


Dita yang melihat teman-temannya membubarkan diri, akhirnya ia kembali memutar kursi kerjanya dan menatap layar komputernya. Lalu ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.52 itu artinya dia harus memulai pekerjaannya.


__ADS_2