Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Tentang Natasha


__ADS_3

Setelah mobil Ardi tak terlihat lagi Dita masuk ke rumahnya.


"Ciee...yang habis nganter calon suami pulang. Mukanya kok sedih ya," ledek Widya.


"Iihhh, kamu tuh ya Wid, bisanya gangguin aku aja." jawab Dita


"Udah, jangan sedih dong kan masih ada gue Dit. Entar juga dia main kemari lagi kok."


"Udah aah, mendingan aku bobok aja. By" jawab Dita ketus.


"Eh... ehh.. tungguin gue dong Dit." Widya menyusul Dita ke kamarnya.


Widya naik ke ranjang Dita dan membaringkan tubuhnya di samping Dita.


Dita yang melihat Widya mulai membaringkan tubuhnya kemudian memilih tidur dengan memunggungi Widya.


"Lo marah ya Dit?" tanya Widya yang melihat tingkah laku Dita.


"Gak, udah buruan tidur, besok gak bisa bangun lagi" kata Dita ketus.


Widya akhirnya memilih untuk tidur dan tidak mengganggu Dita. Berharap besok Dita gak marah lagi padanya.


Akhirnya mereka terlelap dan memasuki alam mimpinya masing-masing.


******


Pagi ini Widya dan Dita sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Dita sudah menyiapkan bekal untuk makan siang mereka, sedangkan Widya mengisi botol air minum mereka. Kerja sama yang baik itulah yang saat ini mereka lakukan. Walaupun sedari subuh tadi Ditalah sudah bangun untuk menyiapkan makanan mereka dan Widya hanya kebagian kerjaan untuk mengisi botol air minum mereka.


Widya membuka pembicaraan, "Dit, lo masih marah ya?"


"Gak aah, udh buruan jangan banyak bicara entar kita telat" kata Dita yang menyunggingkan senyuman tulusnya.

__ADS_1


"Iya, tapi lo beneran gak marahkan sama gue?" tanya Widya lagi.


"Aku gak marah kok sama kamu, lupain aja kejadian tadi malam". Dita memasukkan bekalnya kedalam tas yang akan ia gunakan ke kantor. "Nih bekal buat kamu, masukin ke tas biar gak ketinggalan."


"Oke, ini botol minum lo" Widya memberi botol minum Dita.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.35 mereka siap berangkat. "Yok berangkat" kata Dita. Mereka keluar dari rumah dan segera masuk ke dalam mobil. Jalanan begitu lenggang sehingga mereka dapat sampai hanya dengan waktu 10 menit saja.


Tiba di kantor dengan waktu secepat ini adalah sebuah kemajuan bagi Widya. Karena biasanya ia akan tiba dengan waktu yang mepet sehingga ia sering terlambat 1 menit untuk tiba di ruang kerjanya.


Mereka masuk ke kantor dan saat bersamaan juga mereka berjumpa dengan Natasha. Dita tersenyum dan memberikan ucapan selamat pagi pada sekretaris bosnya itu.


"Selamat pagi, bu" kata Dita


"Pagi juga" jawab Natasha


Sementara Widya hanya diam dan memalingkan muka seperti tidak suka dengan kehadiran Natasha.


"Kamu kenapa sih Wid, narik-narik tangan aku" tanya Dita.


"Gue gak suka lihat tuh orang" jawab Widya ketus.


"Loh, kenapa kamu gak suka lihat bu Natasha?"


"Udah nanti aja gue ceritain ya" jawab Widya.


Kemudian mereka memasuki lift dan menekan angka 5 untuk sampai ke lantai dimana mereka bekerja tiba-tiba saat lift akan tertutup sebuah tangan menahan lift tersebut.


Dan ternyata tangan tersebut adalah tangan Ardi. Widya dan Dita yang melihat hal tersebut kaget dan mengatakan


"Eh, bapak"

__ADS_1


"Selamat pagi" jawab Ardi.


"Pagi pak" jawab Dita dan Widya bersamaan.


Kemudian Ardi ikut masuk ke dalam lift itu.


Di ujung sana terdapat sepasang mata yang penuh dengan pengawasan. Ya, sepasang mata itu adalah milik Nathasa yang penuh dengan pengawasan dan selidik.


"Huhh.. Mereka semakin dekat saja, ini tidak bisa dibiarkan" gumam Natasha sambil membuang nafas dengan kasarnya.


Sementara di dalam lift,


"Bapak kok menggunakan lift umum?" tanya Widya.


"Oh iya, kenapa pak? Bukannya ada lift khusus buat bapak?" tanya Dita


"Maaf kalau saya lancang pak." jawab Dita kemudian.


"Tidak apa-apa, sesekali juga saya ingin merasakan apa yang karyawan saya rasakan, yang memilih untuk berhimpitan dari pada terlambat." jawab Ardi.


"Bapak memang bos yang pengertian ya." jawab Widya.


"Kamu bisa saja," kata Ardi


Setelah itu terdengar bunyi dentingan lift. Dan ya Widya dan Dita sampai pada lantai yang mereka tuju, kemudian mereka keluar.


"Kami duluan ya pak" kata Dita sopan


"Baiklah, semangat bekerja" jawab Ardi.


"Terimakasih buat semangatnya pak" jawab Widya.

__ADS_1


Kemudian lift tertutup.


__ADS_2