
Disatu sisi Dita yang telah masuk ke rumahnya, merasakan sesuatu yang berbeda dengan jantungnya yang memompa dengan cepat.
Perasaan seperti apa ini? Bagimana aku bisa sebahagia ini? Rasanya jantungku ingin melompat keluar. Apa aku menyukainya? Tidak, tidak, tidak mungkin secepat itu. Tapi Aku belum pernah merasakan hal seperti ini.
Tak mau ambil pusing dengan apa yang ia rasakan, Dita memutuskan untuk mandi agar kembali segar dan bugar.
******
Setelah selesai membersihkan diri Dita mulai beralih jalan kedapur untuk memasak, karena sedari tadi perutnya sudah mulai keroncongan meminta untuk diisi.
Dita mulai menyibukkan dirinya untuk memasak sesuatu yang bisa mengganjal perutnya tersebut. Ia memilih memasak omelette, karena itu adalah masakan yang mudah dan tidak memerlukan waktu lama untuk mengerjakannya.
Setelah selesai memasak, sesegera mungkin pun Dita menyantap makan malamnya. Dan sesudah itu Dita segera beristirahat. Rasa lelah dan kantuk yang sedari tadi ia tahan akhirnya memuncak dan ketika ia membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya, ia langsung terpejam dan terlelap dalam tidurnya. Sungguh hari ini merupakan hari yang melelahkan bagi Dita.
******
Pagi hari...
Tepat pada pukul 06.20 Dita sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Tak lupa ia mengisi botol minumnya dan membawa bekal makan siangnya. Dita membawa bekal karena ia berpikir hal tersebut dapat menghemat pengeluarannya, apalagi ia baru saja diterima bekerja jadi tak mungkin ia dapat berfoya-foya. Ia harus menghemat sampai waktunya gajian tiba, maka ia dapat sedikit menggunakan uangnya untuk perawatan.
__ADS_1
Ia pun berangkat dengan menggunakan taksi.
Jarak antara kontrakan Dita dengan kantornya memakan waktu 20 menit. Jadi tak perlu waktu lama Dita akan sampai dengan cepat. Apalagi saat ini jalanan sedang lenggang seolah mendukung perjalanannya.
******
Pukul 06.40 Dita telah tiba di kantornya, ia segera memasuki perusahaan tempatnya bekerja. Ia memilih untuk naik lift agar sampai pada lantai 5 dengan tepat waktu diruangannya bekerja. Bayangkan saja jika ia harus naik tangga, berapa lama waktu yang Dita gunakan untuk sampai di lantai 5, bisa-bisa ia telat sampai diruang kerjanya.
Bunyi dentingan lift membuat diri Dita bersiap-siap untuk keluar.
Dita memasuki ruang kerjanya, ia menyapa rekan kerjanya dan di sambut hangat oleh rekan-rekan kerjanya.
"Hai, selamat pagi seemuuuaa" sapanya dengan semangat.
Walaupun Dita terbilang masih anak baru, namun ia cepat sekali akrab dengan rekan kerjanya. Karena memang Dita anak yang periang dan ramah terhadap siapapun. Jadi ia bisa dengan mudahnya untuk mendapatkan teman, baik rekan kerja laki-laki mau pun rekan kerja perempuan.
Tak lama kemudian Widya datang dan menyapa Dita.
"Hai Dit, sudah datang dari tadi ya?"
__ADS_1
" Oh, enggak kok, baru aja Wid"
"Berarti gue gak telat dong Dit?"
"Gak kok wid, masih ada waktu 5 menit lagi"
"Syukur deh" jawabnya legah.
Ya, perusahaan ini memang mengharuskan karyawan untuk datang tepat waktu. Jika terlambat satu menit saja maka alamat gaji akan terpotong. Tidak ada alasan untuk terlambat itu yang menjadi visi pemimpin dari perusahan ini. Perusahaan ini mulai bekerja pukul 06.50 dan selesai pada pukul 17.00.
Tepat pukul 06.50 semua karyawan sudah menyibukkan diri dengan komputer yang ada dihadapan mereka masing-masing. Mereka sudah disibukan dengan bagian kerjaan masing-masing.
Sebelum memulai pekerjaannya Dita tak lupa untuk berdoa.
"Semoga aku dapat mengerjakan tugas ini dengan baik dan tak ada kesalahan sedikit pun" ini merupakan secuil isi dari doa yang di sampaikan Dita dalam hatinya.
Kemudian Dita memulai pekerjaannya.
Tak berapa lama ia mendapatkan pesan dari ponselnya
__ADS_1
"Semangat, dan selamat bekerja"
Pesan singkat tersebut tenyata dari Ardi, Dita yang melihat pesan tersebut kemudian mengembangkan senyumannya, ia semakin bersemangat.