
Pagi ini tampak seorang gadis yang terburu-buru memasuki sebuah perusahaan, ia berjalan cepat. Mungkin takut terlambat dihari pertama masuk kerja.
Beberapa hari yang lalu dia baru saja diterima di perusahaan ternama di kota X, dia adalah Anindita Claudia.
Tanpa sengaja, saat ia akan memasuki lift ia menubruk seseorang.
"Maaf, maafkan aku. Aku benar benar tidak sengaja". Anindita berucap tanpa memandang lawan bicaranya.
"Oh ya tidak masalah, Kau tidak apa apa?" Ardi bertanya namun tetap fokus memandang Anindita tanpa berkedip.
"Aku tidak apa apa, maaf saya permisi" jawab Anindita. Yang tanpa ada sahutan dari Ardi
"Cantik sekali gadis ini, sungguh gadis yang menarik"- Batin Ardi, seolah olah ini pertama kali ia melihat gadis cantik. Ia mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda dalam hatinya.
Karena Ardi masih terfokus dengan kepergian Anindita, akhirnya suara Natasha sekretaris Ardi membuyarkan lamunannya.
"Pak, bisa kita lanjutkan perjalanan kita, sebab klien kita sudah menunggu dari 15 menit yang lalu"
"Oh ya, mari kita lanjutkan" Jawab Ardi
Mengapa sepertinya Ardi tertarik dengan gadis itu? Sementara saat bersamaku ia tak pernah menantapku seperti itu. - Batin Natasha.
******
Anindita sampai diruangan yang akan menjadi ruang kerjanya.
"Haa, akhirnya aku tepat waktu. Hampir saja aku terlambat" Gumamnya.
Tiba-tiba datang seorang wanita yang mengagetkannya.
"Hai, karyawan baru ya?"
Anindita yang kaget akhirnya mengumpat
__ADS_1
"Eee copot jantung".
"Maaf aku mengagetkanmu" Jawab gadis itu.
"Oh ya maaf aku juga tak melihatmu datang tadi. Aku karyawan baru disini, perkenalkan namaku Anindita Claudia". Anindita mengarahkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Pantas saja aku baru melihatmu. Namaku Widya Leliani, panggil saja Wiwid. Semoga kita menjadi rekan kerja yang baik" jawab Widya sambil menyambut jabat tanggan dari Anindita.
"Ya, semoga saja. Dan aku harap kamu mau menjadi teman untukku dan mengajariku jika aku butuh bantuanmu".
"Ya tentu saja, kenapa tidak? Dengan senang hati aku akan menjadi temanmu". Senyum tulus terukir dibibir tipis Widya.
"Aku senang hari pertama aku sudah mempunyai seorang teman" jawab Anindita.
"Oh iya. Selamat datang didunia kerja, aku harap kamu betah melihatku, mejaku berada tepat di belakangmu". Kata Widya sambil tertawa menggemaskan.
"Terimakasih untuk sambutannya, kamu lucu ya" Anindita ikut tertawa.
******
Tiba saatnya jam pulang, dengan semangat ia melenggangkan langkahnya. Ada rasa gembira dihatinya, karena ia bisa diterima di perusahaan yang ternama saat ini.
Dia berjalan sambil tersenyum sepanjang jalan.
Tanpa sadar ada sepasang mata yang melihatnya sambil menggelengkan kepala dan mengikutinya. Dia adalah Ardi seorang CEO diperusahaan ini.
Dia yang baru saja keluar dari lift dan ingin pulang, namun saat melangkahkan kakinya keluar lift ia melihat gadis itu lagi.
Gadis yang menarik, aku akan mencari tahu siapa dia. - Bantinnya
******
Sesampainya Anindita diparkiran perusahaan tersebut, hujan tiba-tiba datang. Dan menghilangkan senyuman pada bibir sexy gadis tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Aku belum juga sampai di rumah dan hujan sudah membasahi bumiku". Gumamnya
Tak selang beberapa waktu, suara klakson berbunyi dan membuyarkan pandangan Anindita.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pria yang berada dalam mobil tersebut.
"Ciptaan Tuhan sungguh indah sekali, wajahnya tampan seperti malaikat. Huh bolehkah aku menciumnya? Aduh apa yang aku katakan ini" Batin Anindita
Dan terdengar suara yang membuyarkan pikirannya tersebut.
"Hei, kenapa melamun?" tanyanya kembali
"Ahh iya, ada apa? Jawab Anindita yang masih terpesona akan ketampanan pria tersebut.
"Apa kau ingin pulang bersama?
"Hah? "
"Maksudku sepertinya hujan akan lama berhenti, dan jika kau masih tetap disini maka kau akan sampai malam untuk menunggu hujan berhenti."
"Aa... Ap apa aku tidak merepotkanmu? Jawab Anindita.
"Tidak, tidak sama sekali. Ayo" Ajak Ardi.
Anindita masih terdiam dan mematung.
Dalam hatinya, "Apakah ini mimpi??"
Kemudian Anindita mencubit pipinya, "Aauuh" teriaknya kesakitan.
Hal tersebut membuat Ardi tersenyum sendiri melihat tingkah lucu Anindita.
"Ayo, apakah kau akan terus seperti itu disini?
__ADS_1