
Disisi lain Natasha yang sebelumnya ingin pulang juga, namun niatnya tersebut terurungkan setelah melihat kedekatan atasannya bersama wanita lain.
Emosinya pun megebu-gebu seketika.
Berani sekali wanita itu? Siapa dia? Aku harus mencaritahunya.- Batinnya.
Ia pun akhirnya memilih untuk kembali masuk ke kantor. Ia segara melihat data data karyawan.
Karena ia belum pernah melihat wanita itu, sehingga ia berpikir wanita itu adalah karyawan baru. Dan benar saja, dia baru saja melihat formulir dari wanita itu yang terletak di sebrang mejanya.
Dalam hatinya berkata, ternyata wanita itu hanya gadis biasa dari desa dan tak mungkin menandingiku, dari segi kecantikan aku lebih cantik dan sexy darinya. Dengan Angkuhnya Natasha mengatakan hal tersebut.
Kemudian ia kembali menatap formulir tersebut, tetapi mengapa Adri tertarik padanya? Aku lebih dari dia dari sisi manapun, aku tidak boleh kalah dari wanita itu. Gumamnya
Natasha mulai berpikir.
"Aku tidak akan membiarkan Ardi jatuh kepelukannya, Ardi hanya milikku. Bagaimanapun caranya aku akan mendapatkanmu Ardi". - Batinnya.
******
Ardi yang telah sampai dirumah. Ia segera turun dari mobil mewahnya, dan memasuki kediamannya.
Ardi yang saat itu ingin naik ke lantai atas, langkahnya terhenti saat mengdengar namanya dipanggil.
__ADS_1
"Ardi" panggilan itu berasal dari Mama Ardi.
Dania Nugroho, itu adalah nama dari mama Ardi. Saat ini Ardi hanya tinggal berdua saja dengan mamanya karena papanya sudah tiada sejak ia berumur 18 tahun. Sejak saat itu pula Ardi menggantikan posisi papanya di perusahaan tersebut. Papanya bernama Dirgantara Nugroho, pengusaha terkenal dan terkaya nomor 1 di kota X. Papanya meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya.
"Iya ma, mama menunggu Ardi?"
"Jelas dong, mama menunggu anak kesayangan mama. Sini makan dulu nak, baru mandi". Kata mama Dania.
Ardi pun dengan senang hati makan malam bersama mamanya.
Dania yang melihat Ardi merasa heran, sebab anaknya begitu bahagia tidak seperti biasanya. Dania pun akhirnya bertanya
"Apa yang saat ini membuat anak mama sebahagia ini?"
"Ayo dong cerita ke mama, atau ini sebuah pertanda bahwa anak mama telah menemukan seseorang yang paling istimewa?" Goda mama Dania.
Mama Dania yang selama ini tahu bahwa Ardi tak pernah dekat dengan seorang wanita, dengan adanya hal ini maka ia berpikir bahwa Ardi telah menemukan wanita yang mampu membuatnya bahagia seperti saat ini.
Ardi semakin tersipu malu
"Mama, mama ini seperti tidak pernah melihat anaknya bahagia saja?"
"Pernah sayang, tapi ini berbeda dari biasanya, Apa kamu sudah menemukan tambatan hatimu?" tanya mama Dania dengan semangat.
__ADS_1
"Doain saja ya ma" Jawab Ardi.
"Siapa gadis itu nak? Boleh dong dikenalkan dengan mama"
"Sabar ya ma, nanti juga akan Ardi kenalkan kalau waktunya sudah tepat" jawabnya.
"Oh iya deh. Jangan lupa ya" kata mama Dania tersenyum bahagia.
"Mama tunggu ya". Jawab mama Dania sekali lagi.
Ardi tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Mereka melanjutkan kembali makan malamnya. Setelah selesai makan malam Ardi masuk ke kamarnya dan begitu juga dengan mama Dania yang masuk kekamarnya.
Mama Dania terlihat sangat bahagia dengan berita yang ia dengar hari ini. Sudah lama mama Dania ingin melihat Ardi bersanding dengan seorang wanita. Namun sayangnya mama Dania tak pernah sekali pun melihat Ardi menggandeng seorang wanita. Maka ini merupakan sebuah kemajuan menurut mama Dania.
Sesampainya dikamar mama Dania langsung menatap bahagia foto almarhum suaminya tersebut dan berkata
"Pa, Ardi sudah menemukan cintanya. Andai papa masih disini pasti kita akan bahagia bersama melihat anak sematawayang kita tumbuh menjadi pria yang tangguh. Mama rindu papa, papa rindu mama tidak?"
Perlahan air mata mama Dania menetes dan membasahi bingkai foto tersebut.
Kemudian mama Dania membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang nyaman, dan segera memejamkan mata sambil memeluk foto suaminya yang ia pegang tadi, hingga ia tertidur pulas.
__ADS_1