
Happy reading.....
Semoga para pembaca suka ya dengan novel aku. Maaf kalau ada salah ketik soalnya masih pemula.
.
.
.
******
Dita yang melihat hal demikian menggelengkan kepalanya dan kembali ke meja kerjanya.
"Ganteng, tapi serem ih" kata hati Dita
Dita melirik ke arah dimana Ardi berada.
Ekspresi wajah Dita sedikit sinis melihat Ardi. Ia pun memalingkan wajahnya secepat kilat agar tak dilihat oleh Ardi
"Apa-apaan dia, segitunya banget lihat aku. Aku tau, aku memang sangat tampan." Dalam hati Ardi.
Yang sebenarnya Ardi tahu bahwa ia ditatap sinis oleh Dita. Tetapi dengan kepedean tingkat dewanya ia harus mengatakan hal demikian.
Lama Ardi berada di ruangan tempat Dita bekerja, dan selama itu pula Ardi terus memperhatikan gerak gerik Dita.
Terkadang ia tersenyum melihat Dita yang masih terfokus pada layar komputernya.
"Cantik" Gumamnya memandang Dita
Jam sudah menunjukkan pukul 12.15 waktunya untuk istirahat dan makan siang.
Karyawan yang lain mulai bergegas untuk meninggalkan meja kerjanya.
Sedangkan Dita sedari tadi masih fokus menghadap layar komputernya.
__ADS_1
Semua karyawan sudah keluar, dan hanya tersisa Dita, Widya, Ardi dan Natasha di dalam ruangan itu.
"Dit, makan yuk, laper nih.." Ajak Widya yang sedang mengelus perut datarnya.
"Duluan aja wid, dikit lagi nih nanggung banget" jawab Dita
"Ya udah deh gue tungguin lo aja, biar bareng. Malas gue kalau makan sendirian"
"Ok deh, sabar ya"
Ardi masih menatap Dita lekat dari sudut ruangan tersebut. Tak lama kemudian Natasha yang sejak tadi memperhatikan Ardi, ia pun mengeluarkan suaranya.
"Pak, waktunya makan siang, Bapak mau makan apa? Tanya Natasha
Namun Ardi seolah tak mendengar suara Natasha, padahal Ardi mendengarnya.
Natasha akhirnya memberanikan diri untuk memegang lengan Ardi. Ardi kaget dan tersentak. Kemudian ia segera menjawab pertanyaan Natasha.
"Kalau kamu laper silahkan makan saja duluan, saya belum laper" jawab Ardi singkat
Kemudian Natasha berlalu pergi. Dan memang sedari tadi ia sudah merasakan perih pada perutnya yang meminta untuk di isi sejak tadi karena ia ke kantor dalam keadaan perut kosong.
Sepanjang perjalanan ke kantin Natasha selalu mendumel.
"Apa sih yang dia lihat dari gadis itu?
Cantikan gue juga kalau dibawa kemana-mana, awas aja lo yah... Gue bakal buat lo gak betah kerja disini" wajah Natasha merah padam.
Dilain sisi Dita yang sudah selesai mengerjakan tugasnya segera merapikan diri.
"Yok, wid" ajak Dita
"Ayo, gue dah laper banget nih nungguin lo lama banget" jawab Widya
"Maaf ya Wiwid sayang, kan tadi aku udah suruh kamu duluan, kamunya yang gak mau"
__ADS_1
"Ya udah gue maafin, tapi teraktir gue ya?"
"Enak aja kamu, aku aja bawa bekal biar menghemat pengeluaran eh kamu malah minta traktirin, aku kan baru kerja dan belum gajian" jawab Dita sedikit kesal
"Hahaha... Becanda kok Dit, itu aja marah" jawab Widya
"Ya usah ayo, katanya laper" ajak Dita
"Yok, tapi nanti kalau lo gajian traktirin gue ya?"
"Iya, iya. Tapi sekali aja ya?"
"Iya. Makasih Dita sayang" Jawab Widya sambil mencubit pipi kiri Dita.
"Gak usah main cubit juga kali wid, sakit tahu" jawab Dita
"Tapi janji ya lo bakalan teraktirin gue"
"Iya-iya. Bawel banget sih"
Kemudian mereka berjalan meninggalkan ruangan tersebut tanpa melihat Ardi sang atasan yang masih berada di dalam sana.
Ardi tertawa melihat Dita bercanda gurau dengan Widya. Dan tak lama kemudian Ardi sadar bahwa hanya ia seorang yang masih berada di ruangan itu. Ardi pun segera meninggalkan ruangan tersebut.
"Berani sekali ia meninggalkan ku sendiri disini, tanpa mengajak ku untuk makan bersama" Dalam hati Ardi
"Emangnya lo siapa? ha?" jawab Author
"Ya gue atasan elu samsul" jawab Ardi
"Wkwkwk... Bercanda Maaf ya"
"Udah mendingan lu lanjutin nulis aja gih, buatin episode gue dekat dengan dia biar bisa cemceman"
"Oke.. Bisa diatur itu mah, asal para reader mau ngelike dan coment novel ini"
__ADS_1
Maaf ya para reader authornya lagi halu. Hehehe....