
Kemudian Dita memulai pekerjaannya.
Tak berapa lama ia mendapatkan pesan dari ponselnya
"Semangat, dan selamat bekerja"
Pesan singkat tersebut tenyata dari Ardi, Dita yang melihat pesan tersebut kemudian mengembangkan senyumannya, ia semakin bersemangat.
******
Tak terasa waktu berlalu begitu saja.
Sekarang sudah pukul 11.00 dan mereka sudah sibuk untuk mengatur diri mereka, tak luput juga Dita yang ikut mengatur dirinya untuk berdiri dan berbaris layaknya anak sekolah yang akan mengikuti upacara bendera.
Awalnya Dita bingung dan merasa heran entah mengapa mereka harus berdiri dengan barisan yang sangat rapi seperti saat ini.
Namun salah satu dari rekan kerjanya yang mengetahui tujuan dari mereka berdiri serapi ini angkat bicara dan memberitahu tujuan mereka adalah untuk menyambut kedatangan CEO mereka yang tak lain merupakan pemilik perusahaan ini.
"Ngapain sih kita di bariskan? Malah kerjaan aku belum kelar lagi, mati aku kalau pak bos memintanya sekarang." salah seorang karyawan pria berkata demikian.
"Katanya sih bos mau mampir kemari, makanya kita berbaris serapi ini" jawab karyawan lainnya.
"Aduh bagaimana ini kerjaanku juga belum selesai nih" karyawan lainnya.
Bibir Dita sudah bebentuk bulat seperti menyatakan huruf O setelah mengetahui tujuan mereka melakukan hal ini. Namun sejenak ia mengingat akan perkataan Ardi kemarin.
__ADS_1
Apakah mungkin bos yang mereka maksud adalah Ardi? Tanyanya dalam hati.
Tentu saja tak ada jawaban. Wkwkwk Dita bisa aja ya, thor pun jadi bingung hehehe.
Dan tak lama kemudian muncul seorang pria yang sedari tadi mereka tunggu. Ternyata benar apa yang dipikirkan oleh Dita sedari tadi. Bos yang mereka maksud memanglah Ardi yang ia temui kemarin.
"Itu memang Ardi"-Batin Dita.
Tapi mengapa sepertinya ia berbeda dari sebelumnya? Atau jangan jangan yang saat ini dihadapanku adalah kembaran dari Ardi? Gumamnya.
Tidak, tidak, dia sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah pemilik perusahaan ini maka yang saat ini berhadapan dengan kami adalah Ardi yang aku temui kemarin, mengapa ia sangat berbeda dari yang sebelumnya? Pikirnya.
Ya benar sekali, Ardi yang mereka hadapi saat ini memang berbeda dari yang ditemui oleh Dita sebelumnya. Karena tatapan Ardi yang tajam dan kejam yang dapat menusuk mata lawan bicaranya sungguh terlihat sadis dan ngeri. Tak seperti yang ia lihat, mata sendu dan penuh keramahan.
"Sungguh mengerikan" Batin Dita
Hingga terdengar suara yang dapat memecahkan keheningan di ruangan itu. Suara itu berasal dari seorang wanita yaitu sekretaris Ardi.
"Selamat pagi semua" Sambut Natasha
"Selamat pagi" Jawab semua karyawan
"Langsung saja pada initinya disini CEO kita telah hadir dan tujuan kedatangan CEO kita disini adalah untuk melihat kinerja dari pada kita saat ini"
Semua karyawan saling tatap dan menelan salivanya, karena mereka belum menyiapkan laporan mengenai kinerja mereka. Dan hari ini bukanlah waktu yang tepat untuk pemimpin mereka melihat laporan kinerja karyawannya. Laporan kinerja seharusnya diserahkan tepat di minggu depan.
__ADS_1
Akhirnya para karyawan pucat pasi mendengar kabar tersebut, seluruh badan mereka menjadi menegang dan gemetar.
Ardi yang melihatnya hal demikian kemudian membuka suara
"Tidak perlu setegang itu, saya hanya ingin melihat-lihat saja dan tak perlu ada sambutan seperti ini. Silahkan kembali ke meja kalian masing-masing" tegasnya.
Seluruh karyawan segera kembali ke meja masing-masing termasuk Dita dan Widya.
Widya yang sebelum sampai ke tempat duduknya menyempatkan diri untuk menyenggol siku Dita.
"Ganteng banget ya bos kita, tapi tatapannya mengerikan membuat bulu kudukku berdiri" kata Widya.
Namun hanya di balas anggukan kepala dan sssttt... jari telunjuk Dita diletakan tepat ditengah membelah bibirnya. Seraya hal tersebut bermaksud untuk menyuruh Widya menutup mulut.
"Dit, kamu dengerin aku ngomong gk sih?" bisik Widya
Dita mengangguk
"Nanti saja dibahas, kita masih berada dikantor" jawab Dita kemudian
Widya yang mendengar jawaban dari Dita, kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berkata
"Ok, ok bu bos" sambil memanyunkan bibirnya
Dita yang melihat hal demikian menggelengkan kepalanya dan kembali ke meja kerjanya.
__ADS_1
"Ganteng, tapi serem ih" kata hati Dita