
Sudah hampir dua jam Natasha menangis. Namun air mata itu tak kunjung berhenti menetesi pipi mulusnya. Ia sungguh terluka, dan luka itu cukup dalam. Cinta yang ia harapkan kini semakin menjauh dari jangkauannya.
"Apa aku sebegitu tidak pantasnya untuk di cintai? Aaakkkhh..." isaknya di ikuti teriakan
"Apa salahku?? Mengapa Tuhan tak adil kepadaku" saat ini ia benar-benar kecewa.
Selama ini ia berusaha untuk selalu dekat dengan pria yang dia cintai. Sampai-sampai ia meninggalkan semua hartanya dan kedua orangtuanya demi memilih untuk menjadi sekretaris di perusahaan pria itu. Namun apa yang ia dapatkan? Sampai saat ini pun ia tak menuai hasil dari usahanya tersebut.
Sungguh memilukan, ia tinggalkan kehidupan mewahnya demi seorang pria yang tak pernah bisa mencintainya. Natasha Endrika merupakan anak dari Hansen Endriko, seorang pria terkaya nomor 3 di kota itu. Pertemuan yang tak sengaja antara dirinya dengan Ardi telah membuatnya jatuh hati saat itu pula.
#Flasback on
"Selamat atas wisudamu, anakku" ucap Merry mama Natasha.
"Sayang, papa bangga padamu" Hansen memeluk Natasha.
__ADS_1
"Terimakasih pa, ma, semua ini berkat doa dan dukungan dari kalian. Aku sayang papa dan mama" Natasha memeluk Merry dan Hansen.
Hari ini merupakan hari yang di tunggu-tunggu oleh Natasha dan Ardi, karena hari ini adalah hari wisuda mereka.
Ardi dan Natasha merupakan mahasiswa di kampus yang sama, namun mereka berbeda jurusan dan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Hingga pada saat wisuda tiba, Natasha yang akan ke toilet tak sengaja menabrak seorang pria tampan. Dan pada saat itu pula hatinya telah tercuri oleh pria itu.
Dia menatap pria itu penuh kagum. Pria itu melambaikan tangannya tepat di depan wajahnya, hal itu membuat Natasha kembali ke dunia nyata dan itu artinya sudah habis waktunya untuk menikmati wajah tampan pria itu.
"Maaf, maaf aku tak sengaja" ucap Natasha
"Tidak apa-apa, aku yang salah aku tak melihat kedatanganmu." jawab pria itu.
"Ti-tidak, aku baik-baik saja." jawab Natasha gugup.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi." ucap pria itu tersenyum manis.
__ADS_1
Seketika itu pula Natasha terpana oleh senyuman pria itu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti pria itu ke dalam aula.
Tak selang beberapa lama tiba saatnya acara wisuda di mulai. Setelah selesai dengan kata-kata sambutan maka tiba saatnya memanggil para mahasiswa/i yang akan diwisuda. Dan nama mahasiswa yang terpanggil pertama kali saat itu adalah Ardinanta Nugroho, Ardi meraih nilai IPK yang sangat memuaskan yaitu 4,0.
Pada saat itu pula Natasha dapat mengetahui siapa nama pria yang ia tabrak tadi. Lagi-lagi ia terpana ketika melihatnya naik ke atas podium. Matanya di butakan oleh cinta pada pertemuan pertamanya.
"Dia, bukankah dia yang aku tabrak tadi kan. Tampan sekali." gumamnya
"Aku harus bisa mendapatkan hatinya." pikirnya kemudian.
Sejak saat itu, Natasha sangat gencar mencari berbagai informasi mengenai Ardi. Apalagi saat ia tahu bahwa Ardi akan menggantikan posisi Ayahnya di perusahaan itu menjadi seorang CEO. Maka semakin bersemangatlah ia untuk mendapatkan Ardi. Terlebih lagi kedua orangtuanya ingin memiliki menantu yang selevel dengan mereka. Maka ia berpikir bahwa Ardi merupakan pria yang cocok untuknya.
Dan lagi-lagi ia dapat mengetahui bahwa perusahaan itu membutuhkan seorang sekretaris. Maka dengan begitu Natasha segera mendaftarkan dirinya untuk melamar pekerjaan di perusahaan itu, walaupun sebagai sekretaris Ardi. Hal itu ia lakukan agar ia dapat dekat selalu bersama pria yang ia cintai.
#Flasback of
__ADS_1
Natasha masih meratapi nasibnya di bangku taman itu. Saat ini ia ingin menyendiri sehingga ia memilih untuk tidak menemui Ardi.
Ardi yang telah tiba sejak 1 jam yang lalu di hotel tempat mereka menginap, ia memilih membersihkan tubuhnya setelahnya ia segera beristirahat. Karena besok ia akan melakukan perjalanan untuk kembali ke kota X. Tanpa ia sadari bahwa Natasha belum juga kembali ke kamar penginapannya.