Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 13 - Skakmat


__ADS_3

"Apa benar-benar tidak ada yang cukup, Nona?"


"Semuanya terasa pengap saat dipakai." jawab Ree apa adanya.


"Ya ampun bagaimana ini?" semua orang yang terlibat pada proses pemotretan hari ini mulai kebingungan. Masalahnya baju-baju yang seharusnya dipakai oleh Ree tiba-tiba menjadi sempit.


Dona yang sedari tadi diam mulai merasa cemas, sepertinya kali ini dia harus cepat bertindak. Sebagai seorang manager dia harus menyelamatkan karir modelnya.


"Apa kita tidak bisa memakai baju lain?"


"Tidak bisa, Nona. Pemotretan kali ini untuk foto katalog."


"Ah iya, aku lupa."


"Badan Nona Ree memang terlihat lebih berisi dari satu bulan lalu saat kita melakukan proses pengukuran." celetuk salah satu anggota bagian wardrobe.


Untuk yang kedua kalinya Ree mendengarkan pernyataan yang sama, biasanya dia akan sangat sensitif jika disenggol masalah tubuh tetapi kali ini wanita itu terlihat masa bodo.


"Kurasa kita harus menunda pemotreran hari ini." saran Dona mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, kami akan menghubungi atasan."

__ADS_1


Beruntung sekali, Ree selamat dari kecurigaan mereka semua.


"Nona, mari kita pulang." ajak Dona.


"Hm, oke."


Sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka pembicaraan, keduanya tengah sibuk dengan dirinya masing-masing. Dona yang sibuk menyetir dengan pikiran yang kemana-mana sementara Ree yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


Sampai keduanya tiba di apartemen pun masih tidak ada yang mau bicara. Ree berjalan dua langkah lebih cepat dari Dona.


"Nona, kita harus bicara." panggil Dona saat Ree masuk ke apartemennya.


"Masuklah, aku ingin berganti pakaian dulu."


"Ada apa?" tanya Ree.


"Nona, ini perihal kelanjutan karir anda."


Ree mengernyit bingung, "Ada apa dengan itu?"


"Seperti yang Nona lihat, orang-orang mulai curiga dengan perubahan bentuk tubuh anda. Parahnya lagi kita tidak bisa melakukan pemotretan karena baju-baju anda mendadak menjadi sempit. Saya rasa itu adalah pengaruh dari kehamilan anda, Nona."

__ADS_1


"Aku rasa juga begitu." jawab Ree sekenanya.


"Nona tentu tahu sebagai seorang manager saya harus menjaga karir anda. Jadi, apa Nona sudah mengambil keputusan?"


Ree mendelik mendengarnya entah kenapa dia tidak suka dengan pertanyaan Dona, "Aku belum tahu."


"Keputusan itu sangat penting Nona, saya tidak mau semuanya terlambat. Selagi kandungan anda masih muda." tekan Dona.


"Sebenarnya ada apa denganmu? Aku juga masih butuh waktu untuk memikirkan semuanya." jawab Ree tak ingin kalah.


"Cepat atau lambat semuanya pasti akan terkuak jika anda terus menerus mengulur waktu untuk mengambil keputusan. Bahkan disaat kandungan anda baru saja menginjak beberapa minggu perubahan yang anda tunjukan sangat begitu signifikan, Nona. Apalagi nanti." terang Dona.


"Anda baru saja menikmati puncak karir, saya tidak mau nama baik anda tercoreng karena adanya scandal ini. Memang banyak model ataupun artis yang hamil tanpa adanya pernikahan tetapi semuanya jelas prianya siapa, tetapi anda?"


"Cukup Dona jangan menambah masalahku."


"Justru karena itu saya ingin membantu anda untuk menyelesaikan masalahnya." Ya,Dona ingin Ree segera menggugurkan kandungannya. Karena menurutnya itu adalah jalan keluar yang terbaik.


Ree bergeming, mood wanita itu tiba-tiba menjadi rusak karena ulah Dona.


"Nona, saya tahu betapa sulitnya anda untuk menjadi seorang model."

__ADS_1


Skakmat. Ucapan itu berhasil membuat Ree goyah, proses yang telah dilaluinya selama ini memang tidaklah mudah. Mengingat bagaimana dia harus melawan kedua orang tuanya hanya demi meraih cita-citanya.


__ADS_2