
Hari-hari selanjutnya Ree benar-benar menghindari Kenzo. Pada awalnya Ree berencana untuk membuat Kenzo jatuh cinta padanya tetapi justru yang terjadi malah Ree yang terjebak oleh rencananya sendiri. Maka dari itu Ree memilih untuk jaga jarak. Setidaknya kandungannya sudah aman karena Kenzo sudah bersedia menikahinya. Untuk kali ini tidak ada yang paling penting selain pertumbuhan kedua janinnya.
Kenzo juga begitu heran melihat gelagat Ree yang tidak seperti biasanya, hari ini adalah hari terakhir Kenzo akan menjalani syarat yang Davis minta. Jika berhasil maka Kenzo bisa segera membawa Ree ke pelaminan.
"Daddymu mengajakku untuk naik kapal pesiar."
"Hm." balas Ree cuek karena dia tengah sibuk dengan ponselnya.
"Sebenarnya ada apa denganmu?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Kenzo setelah berhari-hari memendam rasa penasaran.
Ree menghela nafasnya, "Aku hanya malas berinteraksi denganmu."
Ternyata tanggapan Kenzo diluar dugaan, pria tampan itu mensejajarkan dirinya dengan perut Ree yang sudah mulai membuncit. Kenzo mengulurkan tangan untuk mengusap permukaan perut Ree lalu mengecupnya pelan. Sontak membuat Ree terkejut setengah mati. Rasanya dia ingin pingsan saja.
"Apa kalian marah pada Daddy? Sampai malas berintraksi dengan Daddy?"
Ree tersenyum getir mendengar ucapan Kenzo. Pria itu sana sekali tidak mempedulikannya. Apa pernah Kenzo memikirkan perasaannya apalagi dalam keadaan hamil seperti ini? Mood yang berubah-rubah, apa Kenzo tau?
__ADS_1
"Sudahlah cepat pergi, Daddy paling tidak suka menunggu. Bila perlu kau yang menunggunya."
Kenzo menatap Ree dengan tatapan yang sulit diartikan, "Baiklah, aku pergi sekarang."
"Kalian lihat baby? Dia tidak mempedulikan Mommy sama sekali. Jika begini, apakah suatu hari nanti kita akan terpisah?" tak henti-hentinya ibu hamil yang satu ini merasakan overthinking yang berlebihan.
Siang itu Kenzo pergi bersama Davis menuju ke dermaga, entah apa yang diinginkan oleh pria tua itu. Dia akan membawa Kenzo menaiki kapal pesiar. Akankah Kenzo ditenggelamkan di tengah lautan? Apa syaratnya Kenzo harus lomba berenang bersama hiu? Kenzo juga tidak mengerti.
Disaat kapal besar itu mulai bergerak tiba-tiba saja ponsel Davis berdering rupanya panggilan dari sang istri, Liona.
Davis menerima panggilan dengan santai, "Ya Honey?"
"APA!!?"
Teriakan Davis sontak membuat Kenzo penasaran, pria muda itu berjalan mendekat dan bertanya, "Ada apa Tuan?"
"Kita kembali ke dermaga sekarang juga!" teriak Davis kepada seluruh awak kapal.
__ADS_1
Kenzo sangat bingung, sebenarnya apa yang terjadi?
"Tuan, aku baru saja bertanya padamu!"
"Ree pingsan, kita harus kembali dan memeriksa keadaannya."
"Astaga!" Kenzo sama terkejut. Padahal satu jam yang lalu mereka masih berbicara dan juga Ree terlihat baik-baik saja.
Sampai di dermaga kedua pria berbeda usia itu bergegas memasuki mobil dimana sopir sudah menunggu keduanya. Kotak besi itu meluncur menuju ke sebuah rumah sakit di belahan kota Brussels.
"Bagaimana keadaan putriku?" tanya Davis yang baru saja berlari dari loby ke arah Unit Gawat Darurat.
"Dokter bilang Ree terlalu banyak pikiran dan itu berpengaruh pada kesehatan janinnya." terang Liona.
"Ree itu wanita yang kuat." lirih Davis.
"Sekuat-kuatnya wanita dia tetap akan sensitif jika sedang hamil seperti ini."
__ADS_1
Ucapan yang berhasil membuat Kenzo bergeming di tempatnya. Memang benar Ree terlihat kuat di depannya tetapi nyatanya dia sangat lemah, terbukti dengan keadaannya saat ini.
"Aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya." rasa bersalah mulai menyelimuti hati dan pikiran Kenzo.