Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 40 - Senang


__ADS_3

Setelah kejadian hari itu. Ree dan Kenzo menjadi semakin canggung. Ree yang malu karena sudah terlihat lemah di hadapan Kenzo. Sementara Kenzo yang bingung sendiri dengan sikapnya.


"Ayah, bolehkah aku berkunjung ke paviliun?" tanya Ree saat menghabiskan sarapannya.


"Tentu saja boleh, Nak. Apa kau bosan di rumah?" sahut Kafi.


"Aku terbiasa bekerja Ayah. Jadi agak aneh kalau aku hanya berdiam diri di rumah."


"Ayah mengerti, kalau begitu Ken ajak istrimu saat bertemu klien nanti malam."


Sementara Kenzo sendiri terlihat cuek-cuek saja, "Baiklah."


Terdengar seperti orang terpaksa bukan?


"Tidak perlu Ayah, aku.."


"Ikutlah, supaya kau tahu pekerjaan suamimu itu seperti apa."


Ree hanya terdiam dan mengangguk saja, dia tidak ingin membantah.

__ADS_1


Sampai di malam harinya Ree pun bersiap-siap, wanita itu memilih beberapa dress baru yang dibelinya kemarin. Dress itu khusus untuk wanita yang sedang hamil muda. Padahal usia kehamilan Ree belum genap tiga bulan tetapi perutnya itu sudah seperti orang hamil empat bulan.


"Saya rasa ini cocok Nona." Dona memberi saran.


"Baiklah aku akan memakai yang ini!" sahut Ree dengan ketus. Katanya dia masih marah pada Dona.


Dona tersenyum tipis, wanita itu pamit keluar setelah selesai membantu Nonanya.


Ree berdandan sedikit karena sedang malas, dia hanya memoles make up tipis supaya tidak terlihat pucat.


Diluar, Kenzo sudah menunggunya. Pria itu tak henti-hentinya mengecek jam tangan karena waktu yang terus berjalan sementara Ree masih belum menampakan batang hidungnya.


Sejenak Kenzo tertegun melihatnya.


"Ayo." kembali seperti biasa Ree tidak banyak bicara.


Kenzo bergegas menyusul langkah kaki istrinya. Pria itu membukakan pintu samping mobilnya. Kali ini Kenzo memilih mobil sport dengan dua pintu. Sekali-kali bergaya dengan hasil keringat sendiri tidak apa-apa kan.


Sepanjang perjalanan Ree hanya diam mengamati jalur yang ia lewati, sepertinya dia harus mulai menghapal. Sementara Kenzo terus saja berceloteh tidak jelas supaya Ree menanggapinya. Tetapi sampai di tempat yang dituju Ree tetap tidak membuka mulutnya. Lagi-lagi Kenzo dikacangin.

__ADS_1


Ree keluar dari mobil setelah Kenzo membukakan pintu mobil, dengan pedenya pria itu mengulurkan sebelah tangannya pada Ree.


"Apa ini?" tanya Ree bingung.


"Ini pertemuan klienku, kuharap kau akan menjaga image ku sebagai seorang suami."


Dengan terpaksa Ree meraih jemari Kenzo dan pria itu menggenggamnya erat tak lupa ia meraih pinggul sang wanita dengan mesra.


"Aku tidak nyaman!" protes Ree.


"Bersabarlah!" pinta Kenzo. Merekapun masuk bersama-sama.


Benar saja klien Kenzo sudah menunggu, dengan berbasa basi Kenzo pun meminta maaf karena sudah datang terlambat. Tak lupa ia juga memperkenalkan Ree sebagai istrinya.


Awalnya Ree hanya diam dan menyimak pembicaraan suaminya tetapi lama kelamaan Ree juga ikut andil di dalamnya. Dengan kepandaiannya berbicara, tak membutuhkan waktu lama Ree pun berhasil meyakinkan klien Kenzo untuk menerima pasokan jeruk dari perkebunan mereka.


"Selain pandai bersolek, kau juga pandai berbisnis ya."


Ree tersenyum mengejek, "Jadi, jangan remehkan aku!"

__ADS_1


Setelah sekian lama akhirnya Kenzo melihat senyuman itu lagi. Meskipun sebenarnya Ree sedang mengejeknya tetapi Kenzo senang melihatnya.


__ADS_2