Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 39 - Tidak Baik


__ADS_3

Di pusat perbelanjaan Ree membeli semua barang yang di inginkannya. Tentu saja menggunakan kartu yang diberikan oleh Kenzo sebelumnya karena saat ini dia sudah berhak atas kartu itu. Dia sudah resmi menjadi Nyonya Kenzo.


"Kita makan dulu." ajak Ree kemudian.


Dona dan Mike menurut saja. Keduanya begitu kesulitan karena membawa banyak barang belanjaan milik wanita hamil itu. Tetapi mereka senantiasa selalu tersenyum supaya suasana hati Nona mereka baik-baik saja.


"Aku mau ini, ini dan ini." Ree menunjuk beberapa menu makanan yang menggoda lidahnya.


"Kelebihan berat badan saat hamil itu tidak bagus, Nona." Dona mengingatkan.


"Wooahh kau banyak belajar ya." tegur Ree tidak suka.


"Sebaiknya makan secukupnya saja Nona." kali ini Dona harus sedikit lebih tegas.


Ree tak menyahut lagi bahkan sampai mereka selesai makan dan pulang. Mood wanita itu tiba-tiba rusak karena teguran kecil dari sang asisten padahal itu juga untuk kebaikan dirinya.


Sesampainya di rumah, Ree langsung turun dari mobil dan bergegas naik ke lantai kamarnya berada. Kafi dan Kenzo yang baru saja datang setelah bertemu dengan klien menjadi penasaran dengan apa yang terjadi.


"Ada apa dengan istriku?" tanya Kenzo seraya menatap kedua orang yang senantiasa menunduk sedari tadi, tak lain dan tak bukan adalah asisten dan pengawal pribadi istrinya.

__ADS_1


"Sebelumnya saya minta maaf Tuan. Nona Ree marah perihal saya yang menegur porsi makannya."


"Memangnya kenapa? Biarkan saja apa yang diinginkannya lagipula dia itu sedang hamil dan tidak boleh kekurangan makanan."


Cih, dasar suami jadi-jadian. Sok tahu!


"Justru karena itu Tuan, kelebihan berat badan disaat hamil itu tidak baik."


"Aku juga pernah membaca sebuah artikel yang menjelaskan hal itu." sahut Mike.


"Benarkah?"


"Maaf Tuan Muda karena saya memotong pembicaraan kalian." timpal Bibi Alena yang mendengar sedikit keributan di pintu masuk, "Apa yang dikatakan Nona Dona dan Tuan Mike itu benar. Nona Muda memang tidak boleh kekurangan makanan tetapi kita juga tetap harus mengaturnya. Asupan gizi Nona Muda harus tepat, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Itu untuk kebaikan Nona Muda sendiri."


"Aku akan menemui Ree." Kenzo bergegas pergi tanpa menghiraukan semua orang yang merasa bingung dengan perubahan raut wajahnya.


Sementara di dalam kamar Ree sedang menangis, mood ibu hami itu benar-benar menyebalkan!


Ceklek.

__ADS_1


Seketika tangis Ree terhenti, wanita itu menatap tajam seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Apa yang kau lakukan disini?" sinis Ree.


"Kau menangis?" tanya Kenzo balik.


"Keluar!"


"Tidak Ree, aku.."


"Keluar!" Ree menyeret tubuh tegap Kenzo sampai ke ambang pintu tetapi gerakan cepat Kenzo menghentikannya, pria itu memeluk Ree dengan sangat erat dan berhasil membuat jantung wanita itu berdebar dengan kencang.


"Biarkan seperti ini dulu." pinta Kenzo dengan suara yang lembut. Entah mantra apa yang telah Kenzo sebut karena Ree hanya bisa diam tanpa memberontak.


"Apa kehamilan ini membuatmu kesulitan?" tanya Kenzo lirih.


Tidak ada jawaban, karena Ree masih terlalu nyaman dengan pelukan hangat seorang suami. Sebuah pelukan yang selalu diinginkannya apalagi disaat keadaan hamil seperti ini.


Cup.

__ADS_1


Lagi-lagi tanpa sebab yang jelas bibir pria itu telah lancang meninggalkan sebuah kecupan singkat di kening sempit sang wanita.


Oh tidak, hal itu membuat efek buruk pada kesehatan jantung Ree.


__ADS_2