
"Maafkan Daddy Ree."
Ree menatap Davis dengan bingung, kenapa pria tersayangnya itu mengucap maaf?
"Ada apa Dad?"
"Kau pasti kepikiran restu Daddy kan? Maafkan Daddy karena terlalu banyak meminta. Kali ini Daddy tidak akan menghalangi lagi, Daddy sudah memberi restu untuk kalian!" Davis tersenyum setelahnya. Pria paru baya itu mengira jika Ree terlalu memikirkan Kenzo yang terus saja menjalani berbagai macam syarat darinya.
Inilah yang Ree tunggu tetapi untuk saat ini dia tidak mengharapkannya lagi.
"Kenapa diam? Apa kau tidak senang?"
Ree tersenyum lebar seakan-akan bahagia, "Aku terkejut Dad aku senang senang sekali, terima kasih."
Davis mengusap surai putrinya dengan sayang, "Apapun untuk kebahagiaanmu."
"Hahhh sudah lama sekali Mommy tidak melihat kalian akur seperti ini." cetus Liona yang membuat keduanya tertawa.
Sementara Kenzo sedang mengurus administrasi Ree. Setelahnya dia ingin menghampiri Ree di ruang rawat tapi tiba-tiba ada seseorang yang menyeretnya dari belakang. Dan pelakunya adalah Davis.
Tak ingin berdebat apalagi di rumah sakit Kenzo pun mengikuti langkah kaki Davis yang mengarah ke salah satu koridor sepi.
"Aku sudah memberi restu untuk kalian, kau tidak perlu menjalani syarat yang terakhir. Segera nikahi putriku." ucap Davis membuka suara.
Kedua mata Kenzo terlihat berbinar, setelah banyaknya drama yang harus terjadi akhirnya Davis luluh juga.
"Terima kasih Tuan."
__ADS_1
"Aku titip putriku, bahagiakan dia jaga dia dengan baik. Ree adalah hartaku yang paling berharga." Davis sedikit terisak, dia masih tidak menyangka putri kecilnya akan segera menikah.
Ragu, namun Kenzo tetap menjawab dengan mantap, "Tentu saja Tuan. Aku berjanji akan selalu menjaga Ree dan membahagiakannya."
"Aku sedikit lega mendengarnya. Mulai sekarang panggil aku Daddy."
"Baiklah Dad."
"Bukankah kau masih mempunyai orang tua?"
"Ya Dad. Ayahku akan segera menyusul kemari. Dia akan melamar Ree untukku."
"Kurasa itu tidak perlu."
"Aku hanya ingin mempersunting Ree dengan baik Dad."
"Aku akan menemani Ree disini , tidak perlu khawatir."
Davis tersenyum mendengarnya, dia menepuk bahu calon menantunya seolah-oleh memindahkan tanggung jawabnya terhadap Ree disana.
Rells yang baru saja datang bersama Lea terkejut dengan interaksi keduanya yang terlihat begitu akrab. Sepertinya dia ketinggalan info.
"Dad?" panggilnya.
Kenzo dan Davis menoleh bersamaan, keduanya menatap kembaran Ree dengan bingung.
"Ada apa ini Dad?" Rells meminta penjelasan.
__ADS_1
"Babe!" tegur Lea.
"Aku hanya bertanya." bela Rells sendiri.
"Bersiaplah karena sebentar lagi kita akan menggelar pesta pernikahan untuk saudara kembarmu." terang ayah beranak dua itu.
"Hah?"
...---...
Butuh waktu tiga hari sampai Ree benar-benar pulih dan diijinkan untuk pulang. Bersamaan dengan itu pula calon ayah mertuanya, Kafi Walter tiba di Belgia.
Kafi begitu senang disaat putranya mengabarkan berita pernikahan. Akhirnya di usia Kenzo yang ke 32 tahun sang anak akan melepas status lajangnya.
Kenzo datang ke Bandara untuk menjemput, tiga puluh menit berlalu akhirnya sang Ayah muncul. Pria paru baya itu menebar senyum bahagianya dan itu terlihat aneh untuk Kenzo karena selama ini Kafi tidak pernah tersenyum selebar itu.
"Apa kabarmu?" tanya Kafi pada anak semata wayangnya.
"Aku baik Ayah."
"Calon menantuku?"
"Dia baru saja sehat. Kemarin dia sempat kelelahan dan dirawat di rumah sakit."
"Selama itu kau menjaganya kan Ken?"
"Tentu saja Ayah, aku tidak akan lari dari tanggung jawab."
__ADS_1
Lagi-lagi Kafi tersenyum mendengar jawaban Kenzo, dia merasa Kenzo sedikit berubah lebih baik semenjak tinggal di Belgia. Dan Kafi sangat bersyukur untuk itu.