
"Benar kau bersedia menikah dengan putriku?"
"Tentu saja karena aku mencintainya." jawab Kenzo secara lugas.
Davis menatap wajah calon menantunya dengan ragu, entah mengapa sejak awal dia tidak yakin dengan hubungan mereka.
"Baguslah."
"Ya, aku sudah mulai mempersiapkannya. Secepatnya." Kenzo pikir setelahnya semua akan baik-baik saja.
Davis tersenyum miring mendengarnya, "Kau pikir semudah itu menikahi putriku?" cetusnya yang membuat Ree dan Kenzo kebingungan secara bersamaan.
"Kau harus melewati beberapa syarat."
"Sebenarnya apa yang anda inginkan Tuan? Bukankah anda ingin kami.."
"Sayang.." panggil Ree dengan suara setenang mungkin, padahal di dalam hatinya dia merasa cemas karena Kenzo melakukan protes. Dia takut Davis curiga.
"Kau keberatan? Baiklah tidak apa-apa. Dengan reaksimu yang seperti itu sangat menunjukan bahwa kau ini bukan menantu yang aku inginkan!"
Kenzo mengepalkan kedua tangannya, dia merasa dijebak oleh pria tua tersebut.
__ADS_1
"Baiklah, apapun akan aku lakukan untuk.." sial, kenapa Kenzo malah melupakan nama Ree disaat seperti ini.
"Ya Dad, Kenzo akan melakukan apapun untuk menikahi putrimu ini, aku akan menjadi Rellyn Walter." Ree menyahuti.
Davis menatap tajam putrinya yang sudah berani menghilangkan marga miliknya dan menggantinya dengan marga si petani jeruk ini.
"Katakan saja apa yang harus aku lakukan."
"Ikut denganku!" Mau tidak mau Kenzo harus menyanggupinya. Biar saja sampai mana pria tua ini mengujinya.
"Sayang bersabarlah. Ingat, ada aku dan baby yang menunggumu." Rellyn mulai berakting. Tak lupa wanita itu meninggalkan sebuah kecupan di pipi sang pria yang mana membuat Kenzo terkejut setengah mati.
"Ck, tunggu apalagi cepat ikuti aku!" muak sekali Davis melihat putrinya sebucin itu.
Ingin sekali Kenzo bertanya kenapa ia dibawa kemari? Apa Davis ingin berwisata dan ditemani Kenzo? Ah ini syarat yang sangat mudah.
Tetapi ekspetasi Kenzo dipatahkan begitu saja disaat dirinya berdiri di sebuah kandang dengan harimau besar di dalamnya.
"Namanya Momo, dia adalah salah satu peliharaan keluarga Scouth." Davis memperkenalkannya.
Kenzo menelan ludahnya sendiri, keringat dingin tiba-tiba keluar dengan lancangnya.
__ADS_1
"Sebelum Ree sibuk dengan karir modellingnya, dia memelihara seekor bayi harimau di rumah kami. Ree sangat menyayanginya tetapi karena Ree sibuk dan juga Momo yang semakin besar maka aku menitipkannya di kebun binatang ini."
Kenzo tak mampu menjawab, pria itu ingin mendengarkan pernyataan Davis yang selanjutnya.
Tiba-tiba saja datang salah satu petugas kebun binatang yang membawa beberapa potong daging segar untuk memberi makan Momo.
"Ambil itu, pertama-tama kau harus menjinakan Momo!"
"Astaga, cobaan apa lagi ini." rasanya Kenzo ingin mati saja.
"Satu jam, itu waktu yang aku berikan untukmu."
Satu jam? Selama itu mungkin tubuh Kenzo sudah habis dicabik-cabik.
"Berani atau tidak? Kau boleh menyerah sekarang jika ingin."
"Aku akan masuk."
Dengan ragu Kenzo mulai memasuki kandang harimau tersebut lengkap dengan seember daging segar di tangan kanannya. Kedua kakinya bergetar hebat disaat sang pemangsa menatapnya tanpa kedip seolah-olah sedang mengambil ancang-ancang untuk menerkam.
Dan benar saja satu menit kemudian baik Davis maupun petugas kebun binatang dibuat terkejut dengan reaksi yang Momo lakukan. Davis menjerit panik.
__ADS_1
"Aku tidak akan masuk penjara kan karena mencelakakan anak orang?"