
Akhirnya Kafi bersuara, pria paru baya itu menjelaskan bagaimana keadaan hubungannya dengan mantan istrinya. Dia juga menceritakan kisah Kenzo yang ditelantarkan sejak bayi.
Liona yang mendengarnya tentu terkejut, dia tidak menyangka Jeje yang ia kenal dengan baik ternyata sekejam itu pada darah dagingnya sendiri.
"Maafkan aku karena sudah mengungkit masa lalu. Aku tidak tahu kalau.."
"Tidak apa-apa Mom, em biasakah kita kembali ke topik awal?" pinta Kenzo yang sebenarnya tidak nyaman jika membahas ibu kandungnya. Dia merasa menjadi pria lemah sekarang.
"Tentu saja bisa. Sebentar aku akan memanggil Ree dulu."
Baru saja Liona ingin berdiri, tiba-tiba terdengar sahutan dari ambang pintu ruangan itu.
"Aku disini Mom."
Sejenak Kenzo terpana melihat penampilan Ree, bukan karena penampilan Ree yang memukau. Tetapi dia melihat sisi lain dari wanita itu.
Jika biasanya para wanita yang akan dilamar harus berdandan dengan cantik, namun berbeda dengan Ree yang datang dengan setelah piyama tidur bergambar kucing. Oh so cute.
"Ree?" panggil Liona dan Davis bersamaan. Mereka terkejut dengan penampilan Ree. Putri cantiknya yang selalu tampil menawan terlihat sangat berantakan.
Ree berjalan mendekat dan berdiri di depan Kafi, "Selamat datang calon ayah mertua."
__ADS_1
"Jadi dia calon menantuku?"
Kenzo mengangguk mengiyakan.
"Kau cantik sekali nak."
Ree tersipu malu mendengarnya, lain hal dengan anaknya yang tidak pernah berbicara seperti itu.
"Terima kasih, paman."
"Ree duduklah!" seru Davis seraya menepuk bagian sofa yang kosong diantara dirinya dan Liona.
"Iya Dad."
"Entah kenapa aku malas sekali berdandan Mom, lebih nyaman seperti ini."
"Ya ampun." Liona sampai menepuk jidat, dia yakin ini adalah pengaruh hormon kehamilan putrinya.
"Jadi.."
"Biar Ayah saja Ken." pinta Kafi, "Baiklah Tuan dan Nyonya, awalnya saya ingin berterima kasih karena kalian sudah menerima kehadiran saya dan Kenzo dengan baik. Dan maksud kedatangan saya kemari itu untuk melamar putri kalian yaitu Rellyn untuk putra saya, Kenzo. Seperti yang kita ketahui ternyata kedua anak nakal ini sudah berbuat sejauh itu, kita akan segera mempunyai cucu dan alangkah baiknya kita segera meresmikannya bukan?"
__ADS_1
"Tentu saja Tuan, meskipun mereka telah melakukan kesalahan tetapi anak yang ada di kandungan putriku itu bukan kesalahan." tegas Davis.
"Betul sekali, untuk itu saya meminta maaf Tuan atas nama saya dan putra saya."
"Aku sudah memaafkannya Tuan. Begitupun dengan putriku. Dan aku menyerahkan semua keputusan kepadanya."
Kafi tersenyum mendengarnya, "Jadi, apa nak Rellyn bersedia menikah dengan Kenzo?"
Jantung Ree berdebar dengan kencang mendengarnya, andai saja ini bukanlah bagian dari sandiwara maka Ree akan terus melebarkan senyumannya. Acara yang seharusnya berkesan terasa sangat hambar karena tidak adanya cinta diantara kedua insan.
"Ree kau mendengarnya?" panggil Liona karena putrinya tak kunjung menjawab.
"Ya, Paman. Aku bersedia."
Baik Davis, Liona maupun Kafi tersenyum senang mendengarnya. Akhirnya putra putri mereka akan segera menikah. Mereka tidak tahu adanya kesepakatan lain di dalam pernikahan yang akan terjadi.
"Ken, keluarkan cincinnya!"
"I-iya Ayah." gagap Kenzo karena jujur saja sedari tadi dia merasa sangat gugup. Padahal ini hanya lamaran bohongan, untuknya.
Kenzo mengeluarkan sebuah kotak bulat yang terlihat sangat indah berisikan sebuah cincin yang tak kalah indahnya. Cincin itu bertahtakan mutiara kecil yang sangat cantik tetapi terlihat sangat mewah.
__ADS_1
Kenzo mendekat. Sebelah tangannya meraih tangan sang wanita dan menyematkan cincin itu di jari manis sebelah kiri, bertandakan Ree sudah resmi diikat oleh seorang Kenzo.
Entah bagaimana ceritanya ternyata cincin itu sangat pas di jari tangan Ree padahal Kenzo hanya mengira-ngira. Disaat cincin itu berhasil tersemat disaat itu pula keduanya merasakan getaran aneh di dada.