Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 22 - Menipu


__ADS_3

Ree membawa Kenzo ke kamarnya, wanita itu meminta salah satu pelayan untuk membawakan kotak P3K dan minuman. Dengan telaten Ree mengobati semua luka yang dibuat oleh Davis di atas permukaan kulit Kenzo. Tidak ada yang bersuara diantara mereka hanya ada sebuah keheningan yang tercipta.


"Minumlah, kau pasti mengeluarkan banyak tenaga meskipun tak bisa melawan Daddyku." tawar Ree penuh perhatian.


"Bersiaplah, mulai sekarang kau akan ikut bersamaku ke London."


"Untuk apa?"


"Bukankah kita seorang kekasih?" Kenzo mulai memanfaatkan keadaan, tapi siapa sangka justru tanggapan Ree lain dari perkiraannya. Wanita itu tertawa terbahak mendengarnya.


"Bukankah aku hanya seorang wanita yang telah kau jebak?" bisiknya tepat di telinga kiri Kenzo.


Deg.


Kenzo memelotot tajam, "****, jadi kau sudah menipuku?!" tanyanya dengan marah.


"Diamlah! Meskipun disini ada peredam suara tapi pemilik ruangan ini tidak suka kegaduhan." balas Ree dengan nada arogan yang kental.


"Apa maumu hah!?"


"Tidak ada, aku hanya menginginkan kau datang supaya Daddyku tidak melenyapkan bayi ini. Bukankah kau menginginkannya?"


"Bodoh! Lagipula kenapa kau kembali kesini? Tinggalah di New York dan lahirkan bayiku disana maka semuanya tidak akan serumit ini!"


"Siapa kau mengatur-ngaturku? Dengarkan aku Kenzo Walter, saat ini kau berada di kawasanku. Maka jangan sekali-kali kau berani untuk memberontak!"


"Kau.."


"Kenapa? Kau tidak terima? Dari awal kau sudah salah memilih lawan!"

__ADS_1


"Jika bukan karena bayi itu maka aku tidak sudi untuk berurusan dengan wanita."


"Lantas, seberapa bencipun kau terhadap wanita. Tetap saja kau membutuhkan salah satu dari mereka kan untuk melahirkan keturunan? Oh ya ampun, bukankah kau ini seorang pengusaha? Tapi kenapa otakmu itu terlalu sempit untuk berpikir!"


"Diam dan jangan mencampuri urusanku!"


"Seharusnya aku yang berbicara seperti itu! Sekarang diam dan ikuti semua kemauan Daddyku. Jika kau melawan maka nyawa bayi ini yang akan menjadi taruhannya!"


Ree memilih untuk keluar kamar daripada harus berdebat dengan pria bodoh itu sepanjang malam. Tetapi tiba-tiba saja sang Mommy muncul di depan pintu kamarnya.


"Astaga, Mommy mengagetkanku."


"Bagaimana keadaannya?"


"Sedikit luka Mom, tidak masalah. Bagaimana dengan Daddy?"


"I'm sorry Mom, semua ini karena aku."


"Berhentilah menyalahkan dirimu dan jangan berpikir macam-macam. Oh iya, Dona sedang menunggumu di bawah."


"Dia sudah kembali?"


"Ya, dia bilang tidak mudah mengurus semua kontrakmu yang belum selesai itu."


Tentu saja Ree sedih jika mengingat karirnya yang terpaksa harus dikorbankan, "Apa aku salah mengambil keputusan Mom?"


"Tidak ada yang salah untuk sebuah kehidupan." Liona mengusap permukaan perut Ree dengan sayang. Meskipun Liona juga merasa kecewa tetapi apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur dan semuanya tidak akan bisa dikembalikan seperti semula.


"Temui Dona dulu setelah itu istirahat!"

__ADS_1


"Baiklah, aku ke bawah dulu Mom." pamitnya.


Dan benar saja di ruang tamu terlihat Dona yang sedang menunggu Nonanya datang, dia harus melaporkan semua hal yang terjadi setelah kepergian model cantik itu.


"Nona." sapa Dona dengan kepala tertunduk.


"Sebaiknya kita bicara di tempat lain." Ree membawa Dona ke taman belakang. Disana tidak akan ada yang mendengarkan percakapan mereka.


"Bagaimana?"


"Semuanya kacau Nona, banyak pihak yang merasa kecewa dengan keputusan sepihak ini. Kita mengalami kerugian yang lumayan besar karena harus membayar denda pinalty dan juga menyuap beberapa media supaya berita ini tidak tersebar."


"Tidak apa-apa karena kurasa keputusan yang sudah aku ambil ini sudah tepat."


"Tapi Nona.."


"Tetap tutup mulutmu Dona, kejadian yang sebenarnya hanya akan menjadi rahasia kita. Biarkan aku hidup sesuai dengan rencanaku saat ini, karena rencana awalku telah hancur." pinta Ree dengan sangat.


"Baiklah Nona, apapun itu semoga Nona selalu bahagia."


"Tetaplah bekerja padaku tapi bukan sebagai manager melainkan asisten pribadiku, selama ini kau telah mengabdi padaku. Aku tidak mungkin melepasmu begitu saja."


"Terima kasih Nona, setidaknya saya tidak perlu mencari pekerjaan lain."


"Hm, mulailah mempelajari beberapa artikel tentang kehamilan. Karena mulai saat ini kau akan bekerja pada ibu hamil yang cerewet sepertiku." ujar Ree dengan tersenyum.


"Sepertinya pekerjaanku semakin berat saja." balas Dona dengan tertawa, "Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Nona bisa menghubungi saya jika memerlukan sesuatu."


"Tentu saja. Hati-hati di jalan!"

__ADS_1


__ADS_2