Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 38 - Tidak Suka


__ADS_3

Saat sampai di rumah sakit, Ree meminta Mike untuk menunggunya di lorong. Jangan sampai pria itu mengetahui hasil pemeriksaan Ree hari ini dan mengadu pada Kenzo. Meskipun mereka tidak dekat tapi saat ini Kenzo adalah majikan Mike, sudah pasti dia akan melaporkan semua yang diketahuinya.


"Nona Rellyn Walter." panggil salah satu suster.


"Oh ya ampun geli sekali aku mendengar nama itu." cetus Ree yang memutar kedua bola matanya malas.


"Nama baru yang sangat bagus, Nona." puji Dona.


"Sayangnya alur hidupku yang tidak bagus."


Dona hanya bisa menggelengkan kepalanya, dari hari pertama ia datang tak henti-hentinya Ree mengeluhkan kehidupannya. Dia hanya bisa berharap semoga Nonanya itu segera menemukan kebahagiaannya. Jikapun nanti Ree dan Kenzo berpisah dan bayi mereka dibawa Kenzo maka Ree harus bahagia bagaimanapun caranya.


Di dalam sana Ree melewati beberapa serangkaian pemeriksaan, wanita itu menjalaninya dengan bahagia. Dan menurut dokter perkembangan kedua janin Ree sangat baik.


"Senmbunyikan ini jangan sampai Kenzo tau." Rellyn menyerahkan hasil pemeriksaannya pada Dona. Ya, sampai sekarang Ree masih menyembunyikan keberadaan satu janinnya lagi.


Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di bangku taman rumah besar Walter. Kenzo sedang melakukan panggilan video melalui laptop bersama dengan asistennya yang selama ini bertugas di perkebunan. Dia baru saja melihat keadaan kebun secara virtual.


"Anda tidak memberitahu akan menikah, Bos." kesal Zack, asisten sekaligus orang yang selama ini membantu Kenzo untuk mengelola perkebunan sampai menjadi seorang milyarder. Dia memang sedikit berani pada Kenzo tetapi tak melampaui batas wajar atasan dan bawahan.


"Ini mendadak dan sebenarnya aku juga mendadak melupakanmu."

__ADS_1


"Padahal setiap minggu aku selalu melaporkan penghasilan kebun."


"Kenapa kau jadi membahas pernikahanku?"


"Sesekali jangan terlalu serius, Bos."


"Ck, sudahlah. Oh ya tolong kau ganti ranjang di villa dengan yang lebih besar karena aku akan membawa istriku saat kunjungan nanti."


"Woahh, kau akan honeymoon disini Bos?"


"Ck, aku hanya ingin mengajaknya berlibur. Dia sedang hamil dan kupikir dia akan senang diajak kesana."


"Ternyata Bos diam-diam menghanyutkan ya. Dan untuk pertama kalinya Bos peduli pada perasaan orang lain."


Oleh karena itu dia selalu mengajak Ree berkomunikasi meskipun mendapat respon yang tidak baik setidaknya dia harus berusaha.


"Sudahlah ku tutup dulu telponnya, hubungi aku jika ada yang penting saja."


"Aku tahu, Bos."


Kenzo mengakhiri panggilannya lalu mencari nomor lain di ponsel, nomor Mike.

__ADS_1


"Bagaimana pemeriksaannya?" tanya Kenzo tanpa berbasa-basi.


"Aku tidak tahu kak karena aku tidak ikut masuk. Sepertinya Nona baru saja keluar dari ruangan." lapor Mike.


Ah benar juga, mana mungkin Mike ikut masuk. Kenzo ini bodoh atau apa, "Kemana tujuan kalian setelah ini?" pria itu mengalihkan topik pembicaraan.


"Nona bilang ingin ke pusat perbelanjaan Kak."


"Baiklah, jaga dan awasi dia dengan baik."


"Tentu saja Kak."


"Dan satu lagi, jaga jaraklah dengan dia!"


"Maksud kakak?"


Kenzo memasang wajah masam karena Mike tidak mengerti maksud darinya, "Jangan terlalu dekat dengan Ree."


"Bagaimana bisa menjaganya kak sementara aku harus menjaga jarak?"


"Ck, kau bisa menjadi pengawal bayangan. Aku hanya tidak ingin kau terkena mood ibu hamil yang menyebalkan." Kenzo mulai memberi alasan padahal sebenarnya dia tidak suka melihat kecentilan Ree pada adik sepupunya itu.

__ADS_1


"Aku membaca sebuah artikel yang menjelaskan mood ibu hamil itu akan berubah-rubah dengan cepat, jadi lebih baik kau sedikit menghindarinya." tambah Kenzo.


"Oh begitu, baiklah Kak."


__ADS_2