Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 27 - Ada Apa


__ADS_3

Petugas kebun binatang yang merupakan pawang Momo berlari masuk ke dalam kandang untuk membantu Kenzo. Posisi Kenzo berada di bawah sedangkan Momo berada di atasnya.


Dan betapa terkejutnya dia saat mendapati Kenzo dengan keadaan baik-baik saja. Momo terlihat menjilati wajah Kenzo. Dan itu artinya Momo sedang manja. Kenzo merasa kegelian.


"Berhentilah, aku akan memberimu makan." akhirnya kucing besar itu menurut, ia duduk dengan gagah dan memakan dagingnya sambil disuapi Kenzo.


Setelah selesai, barulah Kenzo berpamitan pada Momo dan keluar untuk menemui calon mertua sementaranya.


"Satu menit saja sudah cukup untukku." cetus Kenzo dengan nada menyindir.


"Cih, itu hanya kebetulan."


"Benarkah begitu?"


"Sudahlah ayo pulang, untuk hari ini kau lolos." Davis berlalu pergi. Awalnya dia begitu terkejut saat melihat Momo melompat ke arah Kenzo, dia pikir Momo akan menerkamnya. Dia begitu gegabah saat mengajukan syarat ini, bagaimana kalau Kenzo celaka?


"Ah sudahlah, aku akan memikirkan syarat lain yang lebih aman." Davis tidak ingin mengambil resiko.


Kedua pria dewasa itu duduk di kursi penumpang dengan tenang. Tidak ada yang membuka mulut walau hanya sekedar basa-basi. Membuat hawa di dalam mobil mewah itu terasa mencekam.


Davis turun lebih dulu tanpa meninggalkan sepatah katapun, Ree yang diberitahu pelayan kalau Daddy dan calon suaminya baru saja datang langsung kembali ke halaman depan. Dia habis jalan-jalan di halaman belakang menggunakan buggy car, dia langsung menemui Kenzo di kamar tamu.

__ADS_1


"Kenapa keadaanmu jadi acak-acakan begini?" tentu saja karena penampilan Kenzo tidak serapi sebelumnya.


"Kau kenal dengan Momo?"


"Momo? Dia kan.." kedua mata Ree melebar sempurnya, "Jangan bilang Daddy membawamu menemui Momo?"


"Ternyata kau pintar juga ya."


"Astaga Momo kan sudah besar, dia pasti galak. Kau baik-baik saja kan?" tanya Ree khawatir. Dan entah kenapa pertanyaan Ree itu membuat hati Kenzo bergetar.


"Aku baik-baik saja, Momo sudah jinak padaku. Aku akan mandi sebentar." pamit Kenzo tanpa menghiraukan getaran di hatinya. Hati yang selama ini mati.


Kenzo mengisi bathup dengan air hangat dan mencampurnya dengan sabun aromatherapy. Dia ingin berendam sebentar. Kedua matanya terpejam tetapi entah kenapa bayangan Ree tiba-tiba muncul. Dan itu membuat Kenzo gelisah.


Sementara itu Ree sedang mencari-cari keberadaan Daddynya. Wanita yang sedang hamil muda itu bertanya ke setiap pelayan yang ditemuinya. Dan rupanya sang Daddy berada di kolam renang.


Pria paru baya yang masih terlihat gagah dan tampan itu sedang berenang ditemani oleh sang istri.


"Daddy!" panggil Ree kesal.


"Ada apa Ree?" bukan Davis yang menyahut tetapi Liona.

__ADS_1


"Mom, Daddy ini keterlaluan. Dia membawa Kenzo menemui Momo, bagaimana kalau calon suamiku kenapa-napa?"


Ree memang ingin memberi pelajaran pada Kenzo tetapi entah kenapa dia merasa tidak terima disaat Daddynya membahayakan Kenzo seperti itu.


"Nyatanya dia baik-baik saja kan?" kali ini Davis sendiri yang menyahut.


Liona yang baru saja mengetahuinya tentu terkejut, dia melayangkan tatapan tajamnya pada sang suami.


"Jangan marah Honey, aku hanya mengetes calon menantu kita. Lagipula Momo begitu jinak padanya."


"Bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak tahu, semenjak kita memindahkan Momo ke kebun binatang. Harimau kesayanganmu itu menjadi galak. Tetapi anehnya dia menjadi jinak saat berhadapan dengan si petani jeruk itu."


"Mungkin Momo mengendus bauku lewat Kenzo."


Davis mengendikan kedua bahunya, "Mungkin. Sudahlah berhenti marah dan pergilah. Daddy sedang mendinginkan otak."


"Daddy boleh mengujinya tapi jangan membahayakan seperti itu, Dad." Liona memberitahu.


"Dengar itu Dad!" Ree menyetujui.

__ADS_1


"Ya, aku tahu." jika sudah berhadapan dengan kedua wanita yang sangat ia sayangi pastilah Davis akan kalah.


__ADS_2