
Keesokan harinya Kenzo kembali ke setelan pabrik, pria itu bersikap dingin pada Ree. Dan entah kenapa itu membuat Ree frustasi. Sepertinya dia sudah nyaman dengan Kenzo yang kemarin.
"Bagaimana hari ini?"
"Tidak ada yang sulit, Daddymu hanya memintaku untuk tanding berkuda."
"Siapa pemenangnya?"
"Tentu saja aku." Kenzo menyombongkan diri. Sebenarnya dia penasaran kenapa Davis memberi dua syarat yang berhubungan dengan binatang.
"Aku ikut senang mendengarnya. Kau pasti lelah bukan? Aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan air hangat."
"Tidak perlu, aku akan kembali ke hotel sekarang."
"Tapi nanti Daddy.."
"Aku sudah berpamitan padanya."
Ingin sekali Ree memprotes tapi apalah daya dia bukan siapa-siapa Kenzo, "Baiklah, hati-hati."
"Hm."
Kenzo melenggang pergi tanpa menghiraukan Ree yang sedang memasang wajah sedihnya, "Dasar tidak peka!"
Sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa mood Ree jadi rusak seperti ini hanya karena Kenzo mengacuhkannya.
Saat Kenzo keluar, dia tidak sengaja berpapasan dengan Rells yang baru saja datang. Daddy muda itu datang bersama istri dan anaknya.
Kenzo memasang senyum tipisnya tanpa berniat menyapa, ada desiran aneh di hatinya disaat melihat kembaran Ree beriringan dengan keluarga kecilnya. Mereka terlihat begitu harmonis. Dan Kenzo.. Ah tidak itu salah! Kenzo tidak menginginkannya!
"Babe?" panggil Lea pada suaminya.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau terpesona dengan calon adik iparmu sendiri?"
"Oh astaga kau selalu berpikiran yang tidak-tidak. Aku hanya heran kenapa dia tidak menyapa?"
"Aku tidak tahu." Rells memang selalu seperti itu. Dia akan cemburu kepada setiap pria yang ia anggap tampan seperti dirinya. Intinya dia takut Lea berpaling.
"Berhenti bersikap seperti itu Babe, ingatlah kita ini sudah beranak."
"Nyatanya jika kita tidak membawa Draga semua orang akan menganggapmu ini masih gadis."
"Rells!"
Rells langsung menutup mulutnya, jika Lea sudah memanggil namanya itu berarti sang istri sudah mulai kesal.
Pria tampan itu meraih tangan sang istri lalu menciumnya, "Maafkan aku Babe, aku hanya takut."
"Permisi Tuan Nyonya, kalau mau romantis-romantisan maka tempatnya bukan disini!" cetus Ree yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
Ree tertawa melihatnya, "Bersabarlah Brother!"
"Diam kau!"
Ree meninggalkan Rells yang sedang memikirkan cara untuk membujuk istrinya, dia memilih untuk menyusul iparnya dan benar saja Lea terlihat menidurkan Draga di ranjang khusus miliknya jika menginap disini. Sepertinya Lea langsung meminta pelayan untuk memindahkannya ke kamar Ree.
"Aku kira rumah tangga kalian selalu baik-baik saja."
"Maksudmu?" tanya Lea tidak mengerti.
"Ya tidak pernah marahan seperti ini."
"Mustahil sekali kalau setiap suami dan istri tidak pernah seperti ini."
__ADS_1
"Kalian kan saling mencintai."
Lea tertawa mendengarnya, "Cinta itu tidak menjamin Ree, mau bagaimanapun kita ini adalah orang yang berbeda. Isi kepala kami juga pasti berbeda, berselisih paham itu wajar tergantung bagaimana kita menyikapinya."
"Lalu sikapmu?"
"Itu karena saudara kembarmu itu terlalu overprotektif. Kau tahu apa masalahnya?"
Ree menggeleng pelan karena memang dia ini tidak tahu apa-apa. Dia tidak sempat mendengar percakapan Rells dan Lea tadi.
"Sejak awal dia itu cemburu pada calon suamimu, dia mengira aku tertarik padanya. Gila bukan?"
"Hah?" lagi, Ree tertawa mendengarnya.
"Kenapa kau malah tertawa?"
"Aku tidak menyangka Rells menjadi tidak sepercaya diri itu."
"Bukan hanya pada calon suamimu tapi kepada setiap pria yang bertemu denganku. Maka dari itu aku kesal sekali padanya."
"Kau serius? Padahal dari dulu dia itu orang yang paling pede."
"Aku serius Ree."
"Tapi kau beruntung Lea."
"Aku memang beruntung karena mendapatkan cinta Rells yang begitu tulus. Kau juga sama kan? Sepertinya Kenzo juga sangat mencintaimu."
Ree berhenti tertawa namun tetap memaksa untuk tersenyum walau sebenarnya dia ingin menangis saat mendengar ucapan Lea, "Te-tentu saja, aku sangat bahagia karena bisa mendapatkan pria seperti Kee."
Lantas, atas dasar apa Ree harus bersedih? Bukankah semua ini adalah sandiwara? Tidak sepantasnya Ree terbawa perasaan.
__ADS_1