
"Kenapa tidak membangun perusahaan saja?" tanya Ree yang saat ini sedang memakan burger di restoran cepat saji. Wanita itu bilang sedang ngidam jadi Kenzo menurutinya. Sedikit banyak ia sudah tahu ngidam itu apa.
"Aku hanya memiliki perkebunan jeruk, jadi untuk apa membuang-buang uang hanya untuk membayar tenaga orang lain? Aku dan Ayah masih bisa menghandlenya."
"Ternyata selain arogan, kau juga pelit." Ree berbicara sambil menguyah sampai ada saus yang tertinggal di bibirnya. Kenzo terkekeh melihatnya, disana Ree terlihat sangat menggemaskan dan yang paling penting wanita itu sudah mulai banyak bicara lagi.
"Makanlah dengan tenang." tegur Kenzo seraya mengusap saus dengan jempol tangannya.
Tapi Ree tepis karena malu, "Aku bisa sendiri."
Setelah selesai Kenzo dan Ree memutuskan untuk pulang tetapi sialnya saat mereka akan masuk ke dalam mobil ada seseorang yang memanggil-manggil namanya.
"Rellyn!"
deg.
Dengan jantung yang berdebar kencang Ree menoleh dan hampir saja wanita itu terjatuh jika Kenzo tidak menggenggam tangannya.
"Are you oke?" tanya Kenzo cemas dan bingung.
Siapa kedua sejoli yang baru saja menyapa istrinya? Kenapa Ree terlihat begitu terkejut?
__ADS_1
"Kau salah orang, Baby. Mana mungkin Nona Rellyn berubah menjadi ibu hamil." ejek sang pria lalu keduanya tertawa bersama.
"Apa kabarmu musuh bebuyutan?" tanya sang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Jessa. Rekan sesama model Ree saat di New York. Jika kalian lupa maka flashback lah ke bab 10.
"Ternyata ini ya alasanmu tidak mau disentuh olehku? Karena sudah jadi mainan om-om?" sahut sang pria, siapa lagi kalau bukan Jason mantan kekasih Rellyn.
plak.
Satu tamparan kuat dari telapak tangan Ree mendarat di pipi kiri pria itu, "Jaga mulutmu, Tuan Jason!'
"Astaga, berani-beraninya kau menampar kekasihku!" kali ini Jessa yang meradang. Wanita itu hampir balik menampar Ree tetapi Kenzo berhasil menangkap tangan Jessa di udara.
"Istri?" Jason terkejut mendengarnya, Dia bahkan tidak peduli dengan Jessa yang mengaduh kesakitan. Pria itu sampai geleng-geleng kepala karena ternyata seorang Rellyn yang selalu menutup diri sudah bermain sejauh itu.
"Sebaiknya kita pergi sekarang!" pinta Ree yang sudah tidak tahan menahan tangis.
"Baiklah." Kenzo menggenggam tangan Ree dengan sangat erat. Pria itu membawa Ree pergi dari tempat itu dan benar saja saat di perjalanan tangis Ree pecah begitu saja.
Sementara kedua sejoli dengan kejulidannya itu tersenyum puas karena sudah mengantongi potret bukti jika model cantik Rellyn Scouth menghilang tanpa alasan itu karena hamil. Berita ini akan menghasilkan banyak uang untuk mereka.
Tak tega melihat Ree menangis, Kenzo memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
__ADS_1
"Ree, tenanglah." pinta Kenzo. Dia ingin meraih surai istrinya tetapi ditepis Ree begitu saja.
"Puas kau Kenzo!!??"
Kenzo terkejut mendengarnya karena untuk yang pertama kalinya Ree memanggil namanya tanpa embel-embel apapun dan dalam keadaan marah besar.
"Kau lihat akibat dari ulahmu? Kau lihat mereka mengejekku? Menjelekanku? Kau puas hah? Kau puas Kenzo!!"
"Kenapa kau malah menyalahkan aku?" tanya Kenzo dengan bodohnya.
"Kenapa kau bilang? Kau memang pria brengsek, kau merusakku, kau menghancurkan karirku menghancurkan namaku dan kau bilang kenapa? Otakmu itu dimana kepar*t!"
Kenzo tertegun mendengarnya. Dia sedang mencerna apa yang terjadi. Dan disini kalian bisa memaki Kenzo sesuka hati.
"Maafkan aku." lirihnya.
"Maaf kau bilang maaf? Maafmu itu tidak akan pernah bisa mengembalikan semuanya!!"
Karena begitu emosi perut Ree tiba-tiba terasa kram,, wanita itu meringis sakit sampai tak sadarkan diri.
"Ree, apa yang terjadi!!?"
__ADS_1