Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 36 - Berharap


__ADS_3

Setelah acara pernikahan yang digelar begitu mewahnya, akhirnya Kenzo dan Ree memutuskan untuk segera terbang ke London. Ree bersedia ikut dengan suami pura-puranya.


Jika kalian bertanya-tanya ada apa di malam kedua mereka maka jawabannya tidak ada. Karena Ree benar-benar menjaga jarak dengan Kenzo, sekalipun itu Kenzo sendiri yang berusaha mendekati.


"Aku harap kau bahagia tinggal bersamaku." ucap Kenzo disaat pesawat pribadi milik keluarga Scouth lepas landas dari bandara internasional Brussels.


"Hm." jawab Ree seperti biasa. Dia akan membalas dengan singkat atau bahkan tidak menjawab sama sekali.


"Setelah sampai kita akan memeriksa kandunganmu." cetus Kenzo lagi. Sejak di Belgia Kenzo belum sempat mengajak Ree untuk periksa.


"Hm." balas Ree lagi yang membuat Kenzo menghela nafas.


Sampai pesawat itu mendarat tidak ada lagi obrolan diantara keduanya. Kenzo yang pusing mencari topik pembicaraan sementara Ree malah ketiduran.


Pria itu mengangkat tubuh istrinya tanpa berniat membangunkan karena Ree terlihat pulas, Kenzo menjadi tidak tega.

__ADS_1


Di bandara sudah ada sopir yang menjemput Tuannya, Kenzo segera masuk ke dalam mobil supaya perjalannya cepat selesai.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah hunian mewah milik Kenzo meskipun tidak semewah dan seluas kediaman Scouth.


Tampaknya Bibi Alena sudah menantikan kedatangan kedua majikannya. Wanita paru baya itu tersenyum disaat melihat Tuan Mudanya menggendong Nona Muda cantiknya yang terlihat begitu romantis.


Benar saja sampai sekarang Ree tidak terbangun sama sekali itu pertanda wanita itu memang kelelahan. Dengan hati-hati Kenzo membaringkan tubuh Ree di atas ranjangnya. Tak lupa ia juga membuka sepatu Ree dan beberapa aksesoris yang dipakainya supaya tidurnya lebih nyaman. Terakhir Kenzo mengangkat selimut sampai setengah badan Ree tertutupi.


Setelah selesai barulah Kenzo mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai lalu keluar untuk mengambil laptop dan beberapa berkas dari ruang kerjanya.


"Bi, buatkan aku kopi." pintanya pada Alena.


Alena bergegas pergi ke dapur untuk meminta pelayan lain mengantar pesanan Tuannya. Sementara Kenzo berjalan keluar menuju salah satu gazebo yang berada tepat di dekat kolam renang.


Kafi yang baru saja terbangun dari tidur siangnya begitu senang melihat keberadaan anaknya dari balkon kamar yang itu artinya menantunya juga sudah datang. Kafi bergegas turun untuk menanyakan keberadaan menantunya. Kafi memang tinggal di paviliun yang sedikit terpisah dengan bangunan utama.

__ADS_1


"Ken, kau sudah datang?"


Antensi Kenzo yang semula terfokuskan pada lembaran kertas di hadapannya pun beralih pada Kafi.


"Seperti yang Ayah lihat."


"Dimana Ree? Kenapa aku tidak melihatnya, jangan bilang kau hanya pulang sendiri?"


"Ck, Ree tertidur di perjalanan sampai sekarang mungkin dia kelelahan."


"Kau harus menjaganya dengan baik Ken." tak henti-hentinya Kafi memberi nasihat pada anak semata wayangnya.


"Ya, tentu saja."


"Jangan sakiti dia dan ingat ini, Ree bukan ibumu itu artinya Ree tidak seperti ibumu. Kau paham Ken?"

__ADS_1


Sejenak Kenzo termenung lalu mengangguk paham, "Ya, Ayah."


Ternyata benar semua orang berharap lebih dari pernikahan ini. Orang tua Ree yang begitu mempercayai Kenzo dan juga Kafi yang begitu mewanti-wanti anaknya. Sementara itu mereka tidak tahu jika ternyata ada kesepakatan lain yang akan menghancurkan harapan mereka semua. Kesepakatan bodoh yang telah Kenzo buat.


__ADS_2