
Obrolan hari itu tidak membuahkan hasil sama sekali dikarenakan berakhir dengan pengeroyokan Kenzo. Rells dan Davis marah besar disaat mendengar pria itu menolak untuk menikahi Ree.
Saat ini kondisi Kenzo terbaring lemah tidak berdaya, dia tidak bisa melawan keduanya seorang diri apalagi dalam keadaan emosi. Anak dan ayah itu seperti orang yang kesetanan.
"Jika kau tetap keras kepala seperti ini, lebih baik aku mendengarkan usul Daddy." keluh Ree yang saat itu sedang mengompres luka Kenzo.
"Pelan-pelan!!" teriak Kenzo karena Ree yang sengaja menekan lukanya.
"Ck, kembalilah ke negaramu dan urusan kita selesai!" Ree melempar handuk basah itu ke sembarang arah. Tanpa menoleh lagi ia meninggalkan Kenzo yang saat ini dibiarkan beristirahat di kamar tamu.
Kenzo tersentak kaget saat pintu tertutup begitu kencangnya, "Sudah aku katakan, aku menginginkan seorang anak tetapi tak menginginkan pernikahan." gumamnya.
Kenzo memang egois. Dia selalu menuntut semua orang untuk memahaminya tanpa mau memahami orang lain. Pria tampan itu meringis, seluruh badannya seperti remuk bahkan untuk bangun saja terasa sangat sulit, "Arrrghhh sial, apa aku menyerah saja? Dan lupakan keinginan soal anak itu."
Lagi dan lagi Kenzo kembali egois, dia ingin pergi setelah kekacauan yang telah ia perbuat. Disaat pria itu sibuk berpikir, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Dia mencoba untuk merogoh saku celana walau sedikit kesulitan dan tampaklah kontak Kafi pada layar ponselnya.
"Ya, Ayah?" sahutnya.
"Kemana saja kau ini, kenapa tidak mengabariku? Bagaimana apa calon menantuku baik-baik saja?"
"Baik."
"Baguslah, aku akan segera menyusulmu."
"Untuk apa Ayah kemari?"
"Tentu saja untuk melakukan lamaran."
"Tidak perlu! Ayah sudah tahu aku tidak akan pernah menikah!"
"Lalu apa maumu sekarang? Kau ingin menjadi seorang pengecut yang berani bertindak tetapi tidak berani bertanggung jawab, begitu?"
"Aku hanya menginginkan keturunanku, Ayah diam saja karena aku akan segera pulang dan membawa cucu untukmu." Kenzo ingin mengakhiri panggilannya tetapi Kafi berteriak marah diseberang sana.
__ADS_1
"Sudah cukup Ken, jangan bertindak gila seperti itu!! Apa kau tidak punya rasa malu hah? Ayah muak sekali dengan kelakuanmu yang selalu bertindak seenaknya. Dan sekarang? Kau telah melibatkan anak orang lain dalam keegoisanmu itu Ken! Sadarlah dan berhenti menjadi pembenci wanita. Tidak semua wanita sama seperti ibumu Ken. Kau membenci mereka tapi tanpa sadar kau juga memerlukan mereka, tanpa rahimnya keinginanmu untuk memiliki seorang anak itu tidak akan pernah ada!!"
"Aku tidak menyangka ternyata putra yang selalu aku bangga-banggakan berubah menjadi seorang pria pengecut dan brengsek!!" Kafi memutus sambungan telepon. Biar saja Kenzo merenungi semua kesalahannya.
Andai saja Jeje-ibu kandung Kenzo tidak meninggalkan banyak luka untuk anaknya, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Kenzo tidak akan tumbuh menjadi sekeras ini.
Flashback on
"Aku sudah menuntaskan tugasku, sekarang biarkan aku pergi." ujar Jeje yang baru saja melahirkan Kenzo satu hari yang lalu.
Kafi hanya bisa menatap wanita terkasihnya dengan nanar, dia merutuki kebodohannya yang menyetujui permintaan Jeje untuk berpisah setelah melahirkan anaknya.
"Aku mohon beri aku satu kesempatan lagi." pinta Kafi.
"Cih, Kau pikir semuanya akan mudah? Tidak Kafi! Aku sudah muak dengan drama menyedihkan ini. Kau urus saja anak itu dan satu lagi.." Jeje menjeda ucapannya kemudian berbisik tepat di depan telinga Kafi, "Selamat sengsara!"
Kafi tidak menyangka, wanita yang sangat dicintainya akan menyerah begitu saja hanya karena masalah ekonomi. Wanita yang telah ia puja-puja malah meninggalkannya disaat kondisi terpuruk seperti ini.
Lima bulan yang lalu dalam keadaan Jeje yang sudah hamil, Kafi menjadi salah satu dari pemecatan massal yang terjadi di kantornya. Hidup mereka yang semula baik-baik saja menjadi hancur dalam waktu sekejap. Istrinya selalu mengeluh dan mengeluh. Di sisi lain Kafi juga tidak menyerah dia mulai mencari lowongan pekerjaan tetapi sangat sulit. Kafi ditolak di beberapa perusahaan dengan berbagai alasan.
Tidak ingin istrinya bertindak gegabah akhirnya Kafi mengiyakan permintaan Jeje tetapi dengan syarat dia harus melahirkan anak mereka dengan selamat.
Dan tibalah hari dimana seorang bayi Walter lahir, seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Tetapi sayang seribu sayang bayi laki-laki itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya.
Kenzo tumbuh di bawah asuhan ayahnya, sampai berumur 7 tahun Kenzo menjadi anak yang pintar dan penurut. Di setiap harinya Kenzo selalu bertanya, dimana ibu? Dan Kafi hanya bisa menjawab bahwa ibu Kenzo sedang bekerja tetapi di tempat yang jauh.
Dan anehnya lagi Kenzo tidak dibiarkan mengetahui wajah ibunya sendiri. Sampai di satu ketika Kenzo tidak sengaja menemukan foto-foto pernikahan ayahnya yang saat itu tersimpan rapi di gudang. Kenzo yakin wanita yang berada di dalam foto itu adalah sang ibu. Sejak saat itu Kenzo kecil selalu mengingat wajah Jeje.
Dan ternyata takdir memihak padanya. Saat Kenzo mulai masuk sekolah, ada satu teman barunya yang datang bersama ibunya. Dia laki-laki sama seperti Kenzo tetapi gaya anak itu terlihat sangat berkelas tidak seperti dirinya.
Kenzo terperangah disaat kedua mata kecilnya menatap sesosok ibu yang selama ini ia rindukan. Tetapi anehnya orang itu datang bersama teman barunya tadi. Teramat bahagia Kenzo berteriak kegirangan lalu berlari menghampiri. Tangan kecilnya melingkar di pinggang ramping wanita itu.
"Ibu.." panggilnya senang bahkan sampai meneteskan air mata, "Akhirnya Ibu pulang. Kenzo sangat merindukan ibu."
__ADS_1
Sedetik kemudian Kenzo merasa tubuhnya terlempar karena sebuah dorongan yang begitu keras dan betapa terkejutnya Kenzo saat melihat tatapan nyalang dari seseorang yang ia kira ibunya.
"Dasar anak nakal, apa maksudmu memanggilku ibu hah? Aku bukan ibumu. Dasar tidak tahu diri!!" hardik wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Jeje, ibu kandungnya.
Dengan gemetar Kenzo kembali berdiri, "Kenzo tidak salah, Ibu adalah ibu Kenzo. Ah baiklah mungkin ibu tidak mengenali wajahku, aku Kenzo anak dari Ayah Kafi, dia suami Ibu kan." terang Kenzo yang tidak mengetahui apa-apa.
Deg.
Wajah Jeje berubah pucat, bagaimana bisa anak ini mengenalinya? Ini pasti karena Kafi melanggar perjanjian.
"Sean, tunggu Mommy disini ya nak. Mommy akan mengurus teman barumu ini, dia tidak sopan pada Mommy." Jeje memberi sedikit pengertian kepada anak tirinya, teman baru Kenzo.
"Oke Mommy. Hukum saja dia!" ujar anak laki-laki bernama Sean itu.
Kenzo ditarik kasar menuju ke bagian sekolah yang terlihat sepi, disana Jeje kembali menghempaskan tubuh kecil Kenzo sampai anak itu mengaduh sakit karena ada satu batu runcing mengenai lututnya.
"Kau anak Kafi?" tanya Jeje tanpa basa-basi.
"I-iya Ibu, aku anak ibu." balas Kenzo menahan rasa perih.
"Siapa bilang aku ibumu hah?"
"Aku melihat foto pernikahan Ibu dengan Ayah. Ayah bilang kalau Ibu sedang pergi bekerja. Dan sekarang Ibu sudah pulang kan?"
"Cih, Ayahmu itu berbohong! Yang sebenarnya itu aku meninggalkanmu tepat di satu hari setelah melahirkanmu. Aku meninggalkan kalian karena Ayahmu itu jatuh miskin!! Dan bagiku kau itu tak lebih hanya seorang anak pembawa sial!!" ujar Jeje dengan emosi.
"Kau tahu anak yang bernama Sean itu? Dia adalah putra kebanggaanku! Meskipun dia tidak lahir dari rahimku tetapi karena anak itu hidupku terjamin, aku sangat menyayangi Sean. Tetapi juga sangat membencimu!"
Kenzo menangis sesegukan, otak kecilnya dipaksa harus mencerna ucapan kasar yang keluar dari mulut ibunya sendiri.
"Jadi berhentilah memanggilku Ibu, karena Ibumu itu sudah mati! Dasar anak miskin tak sudi aku mempunyai anak sepertimu!" tak henti-hentinya Jeje menghardik darah dagingnya sendiri.
Sejak saat itulah Kenzo menjadi seorang pendendam, dendam terhadap ibu kandungnya sendiri. Pandangan Kenzo terhadap wanita adalah sama, sama seperti ibunya! Dia yakin bahwa semuanya akan mudah saja hanya dengan tumpukan kertas bernama uang. Maka dari itu Kenzo selalu belajar dengan keras untuk membuktikan bahwa dia itu bukan anak pembawa sial yang miskin.
__ADS_1
Dengan segala perjuangan dan dukungan dari Ayahnya, Kenzo pun menemukan kesuksesannya. Saat ini Kenzo sudah menjadi salah satu milyarder di kota London. Dengan penghasilannya yaitu sebuah perkebunan Jeruk terbesar di Florida. Meskipun kekayaannya tidak setara dengan keluarga Scouth yang saat ini sedang dihadapinya. Setidaknya Kenzo sudah berhasil membantah semua hinaan yang keluar dari mulut ibunya.
Flashback off