Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 23 - Tidak Bisa


__ADS_3

Keesokan harinya Davis mengumpulkan semua anggota keluarga Scouth di meja makan, kali ini mereka akan sarapan bersama. Jika biasanya di atas meja makan ini akan tercipta sebuah kebersamaan yang begitu hangat tetapi kali ini berbeda, suasana terasa begitu suram.


Rells yang sengaja datang pagi-pagi sekali bersama dengan keluarga kecilnya. Juga Ree dan Kenzo yang ikut bergabung. Jika bukan karena terpaksa Kenzo mana mau duduk diantara mereka.


Semalaman Kenzo tidak tidur, dia merutuki kebodohannya yang dengan mudah dikelabui oleh seorang wanita. Memang dasar semua wanita sama saja, pandai membuat drama!


Saat ini dia sudah terlanjur masuk ke kandang singa, tetapi sebisa mungkin Kenzo akan mencari cara untuk keluar dari sana tanpa kehilangan sesuatu yang ia inginkan.


"Rells, bawa petani jeruk itu ke ruanganku!" titah Davis pada putranya.


Semua orang menghentikan kegiatan sarapan mereka karena Davis yang tiba-tiba berdiri dan meninggalkan meja makan. Tak terkecuali dengan Kenzo yang terkejut dengan ucapan Davis. Pria paru baya itu sepertinya akan mengibarkan bendera perang untuknya.


"Apa kau sudah selesai?" tanya Rells dengan dingin.


Ree yang mengerti langsung meraih jemari Kenzo seolah menyalurkan rasa cinta palsunya, "Ikutlah bersama saudaraku. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja, Sayang."


Ingin sekali Kenzo menghempaskan tangan mulus itu tapi tak bisa, terpaksa ia harus mengikuti permainan wanita ini.


"Tentu saja." Kenzo langsung berdiri, tak lupa ia merapikan penampilannya terlebih dahulu. Beruntung sekali karena ternyata Ree sudah menyiapkan beberapa lembar baju ganti untuknya, cih dasar wanita licik!

__ADS_1


"Ikuti aku!" Rells berjalan satu langkah lebih cepat dari Kenzo. Dia membawa pria itu masuk ke salah satu ruangan dengan udara yang terasa begitu pegap untuk seorang Kenzo. Entah dia gugup atau takut, yang jelas Kenzo merasa dirinya tidak baik-baik saja.


Dan duduklah mereka disini, di atas sofa yang tersedia di ruangan itu. Terdapat tiga pasang mata pria yang saat ini sedang melayangkan tatapan tajamnya satu sama lain.


"Sebelum kita bicara, apa kau ingin menghajarnya terlebih dahulu Rells?"


Rells menoleh sesaat pada Davis tapi kemudian dia menggeleng karena pasti luka yang saat ini nampak itu adalah ulah dari Daddynya. Rells tidak tega menambah luka itu lagi.


"Cih, dasar sesama baji*ngan!" seru Davis kesal.


"Kenzo Walter!" panggil Davis dengan suara arogan yang kental.


Bukannya menjawab, Kenzo malah mengepalkan kedua tangannya erat karena merasa dijatuhkan dengan sebutan itu.


"Apa kau tau konsekuensinya jika sudah berani berurusan denganku?"


"Apa yang anda inginkan?" tanya Kenzo balik.


Davis tertawa mendengarnya, ini konyol sekali. Kenzo tidak terlihat bersalah dengan apa yang ia lakukan.

__ADS_1


"Apa kau bodoh? Apa sebagai petani jeruk tak membuatmu merasa memiliki tanggung jawab?"


"Berhenti berbicara seperti itu! Aku bukan petani jeruk, aku pemilik perkebunan jeruk terbesar di Florida!" Kenzo mulai menyombongkan diri.


"Cih, tetap saja kau itu petani jeruk!" balas Davis tak kalah sombong.


"Meskipun begitu aku mendapatkannya dengan hasil jeri payahku sendiri, jadi berhenti merendahkan orang lain!"


"Berani kau melawanku hah?"


Rells mulai kesal, "DIAM!!". Rells menggebrak meja supaya kedua pria yang sedang saling ejek itu berhenti. Dan ternyata berhasil, merekapun diam.


"Aku tidak mengerti apa yang sedang kalian debatkan. Yang jelas saat ini yang harus kita pikirkan adalah masa depan adikku! Daddy berhentilah bersikap arogan seperti itu dan kau.." Rells mulai menuding Kenzo dengan jari telunjuknya, "Segera nikahi adikku!"


Davis melongo kagum melihat sikap bijaksana putranya, ternyata Rells sudah banyak berubah. Sementara Kenzo terlihat syok mendengar permintaan dari keluarga Ree. Mereka meminta sesuatu yang tidak Kenzo inginkan sama sekali.


"Aku tidak bisa!"


"What?"

__ADS_1


Bugh


__ADS_2