Jebakan Benih Tuan Billionaire

Jebakan Benih Tuan Billionaire
Bab 37 - Sepupu


__ADS_3

"Untuk saat ini aku tidak ingin berharap banyak, bagiku keadaan kandunganku itu jauh lebih penting." tutup Ree di acara curhatnya pada sang asisten yang tak lain dan tak bukan adalah Dona.


Ya, tiga hari yang lalu Dona datang menyusul Ree. Dia akan ikut kemanapun Ree pergi karena itu adalah tugasnya, tugas besar dari sang Tuan Besar, Davis Scouth. Meskipun putrinya sudah menikah tetapi pria paru baya itu tak bisa melepas Ree begitu saja.


"Kau akan pergi sekarang?" tanya Kenzo yang tiba-tiba muncul membuat kedua wanita itu terkejut.


"Ya."


"Benar tidak mau memeriksanya denganku?" tanya Kenzo lagi. Entah sudah berapa kali ia bertanya tetapi jawaban Ree tetaplah sama yaitu Tidak. Ree menolak untuk memeriksa kandungan bersamanya dengan alasan keinginan sang jabang bayi padahal sebenarnya dia hanya tidak ingin Kenzo mengetahui sesuatu.


"Apa kau akan terus bertanya seperti itu?" tanya Ree ketus.


"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi, tapi mulai sekarang aku akan menempatkan satu orang pengawal sekaligus sopir pribadi untukmu. Kumohon jangan menolak, aku hanya tidak ingin kalian kenapa-napa." pinta Kenzo seraya menatap perut buncit Ree.


Ree tersenyum kecut mendengarnya, "Terserah!"


"Nona.." panggil Dona.


"Tidak apa-apa." jawab Ree meyakinkan.


Dan benar, dibawah sana ada seorang pria bersetelan hitam-hitam dengan perawakan yang tidak jauh berbeda seperti Kenzo. Hanya saja pria itu mempunyai warna kulit yang sedikit lebih gelap. Sepertinya dia lebih muda dari Kenzo.

__ADS_1


"Perkenalkan dia Mike, dia adalah adik sepupuku dan mulai hari ini dia akan menjadi pengawal pribadimu Ree." ucap Kenzo memperkenalkan.


Berbeda jika bersama Kenzo, kali ini Ree tersenyum begitu manis pada pria yang ternyata akan menjadi pengawal pribadinya.


"Aku belum mengenalmu. Dan sepertinya aku tidak melihatmu saat pesta pernikahan. Semoga pengawalanmu itu membuatku nyaman." ucapan Ree benar-benar membuat Mike salah tingkah. Dia pikir kakak sepupu alias majikan barunya ini orang yang sombong atau judes karena berasal dari keluarga ternama tetapi nyatanya tidak. Ree malah terkesan centil.


"Tentu saja, Nona." jawab Mike terbata.


"Panggil nama saja sepertinya kita seumuran." pinta Ree lagi yang mana membuat Mike kesusahan menelan ludah.


Sementara Kenzo hanya bisa diam sembari menahan kekesalannya di dalam hati, "Dia berbicara panjang dan lebar pada orang lain tapi tidak padaku!" ingin sekali Kenzo mengumpat.


"Itu tidak sopan, lebih baik seperti ini Nona." lagi-lagi Mike menjawab sembari mengatur nafas.


Dona mengekor Nona nya menuju keluar rumah sementara Mike menatap kakak sepupunya dengan bingung, "Aku pamit Kak."


"Pergilah!" dari nada bicaranya Kenzo sedang mengusir bukan mempersilahkan.


Mike menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, jika saja dia tidak membutuhkan uang mana mau dia bekerja pada Kenzo yang notabenenya pria dingin dan tidak tersentuh tetapi tiba-tiba menikah dan menghamili anak orang.


"Mike, berapa usiamu?" tanya Ree saat di perjalanan.

__ADS_1


"28 tahun, Nona."


"Woaahh benar kan dugaanku, umur kita tidak terpaut jauh."


"Iya, Nona." jawab Mike seadanya.


"Jadi kau ini adik sepupu Kenzo?"


"Benar Nona."


"Dari Ayah Kafi?"


"Paman Kafi adalah kakak dari papa saya, Nona."


"Tetapi saat pesta pernikahan.."


"Papa saya sudah meninggal lima tahun yang lalu Nona. Selama ini saya ikut tinggal bersama ibu dan benar saya tidak datang saat acara pernikahan kalian karena harus menjaga ibu yang sedang sakit."


"Oh begitu." Ree menjadi prihatin.


"Jadi meskipun kalian ini saudara sepupu, kalian tidak seakrab itu kan?"

__ADS_1


"Benar sekali Nona. Apalagi Kak Kenzo adalah orang yang sangat tertutup, dia selalu membatasi diri untuk berinteraksi dengan banyak orang sekalipun itu kerabatnya sendiri."


Ree mengangguk mengerti, wanita itu melayangkan senyuman tipisnya pada Dona. Sementara Dona hanya menanggapinya dengan senyum terpaksa.


__ADS_2