Jebakan Sang Sahabat

Jebakan Sang Sahabat
17


__ADS_3

Mereka tiba di ruangan yang sudah dipesan tasya,,,sejenak rania memandangi teman*tasya mereka terlihat seperti orang baik jadi rania tidak ada rasa curiga sedikitpun,,,


"_ayo masuk rania,,,"_ucap tasya menarik tangan rania untuk masuk,,,"_hay gays ini dia sahabat gue namanya rania"_ucap tasya memberi kode ketemannya


"_hay,,,gue rania,,"_ucapnya sambil memperkenalkan diri


"_hay Rania,,,"_jawab teman tasya serempak_"


"_ok gays,,,ran duduk dong,,,"_sebelu duduk rania memberi kado yang dibawanya tadi ke tasya


"_sya,,,selamat ulang tahun ya,,,naura titip salam sama loe,,,dia gak bisa datang"_


"_gak apa kok say,,,makasih ya kadonya sebenarnya gak ada kado juga gue gak masalah kehadiran loe yang penting,,,"_


"_jadi kadonya gak penting nih"_ucap rania menggoda tasya


"_ngak juga sih,,,yuk duduk,,,loe mau minum apa"?_


"_ada jus ngak sya,,,"_


"_ada kok gue emang pesan karna gue tau loe gak mungkin mau minum biarrpun itu soft drink"_


"_makasi sya loe tau aja gue gimana,,,"_(taulah orang kampung kayak loe itu mana tahu beginian)batin tasya tersenyum sinis


"_mereka asyik mengobrol sampai pesanan jus rania datang,,,rania yang memang agak haus langsung minum


"_gue minum ya gays,,,he,,he,,"_ucapnya cengir diapun meminum jusnya hingga setengahnya,,,kemudian mereka pura* mengajaknya cerita sambil menunggu reaksi obatnya,,,


sedangkan disisi lain ruangan itu leon yang sudah merasa aneh dengan minumannya berpamitan untuk pulang,,,namun saat berdiri dia sudah mulai linglung,,,


"_kenapa bro,,,_"? tanya ceo dari mandala grup


"_gue gak papa,,,gue duluan ya trima kasih atas jamuannya"_ucap leon keluar dari ruangan tersebut,,,,,karna merasa kurang sanggup untuk pulang dia meminta sebuah kamar di bar tersebut karna benar* badannya sudah mulai panas,,,sang bartender pun memberikannya kunci kamar


"_apa tuan butuh bantuan"?

__ADS_1


"_tidak perlu,,"_ucap leon berlalu ke kamar yang dia pesan,,,karna dia sudah mulai pusing dia tidak terlalu memperhatikan nomor kamarnya,,,diapun masuk dan merendam tubuhnya dengan air dingin dibathroom bar itu,,,


sedangkan rania dia juga sudah mulai merasa gerah dan panas,,,tasya dan temannya mulai saling lirik dan tersenyum tipis karna obatnya sudah bereaksi,,,


"_sya disini kok panas ya"_ ucap rania sambil mengibas ngibaskan bajunya


"_masa' sih ran,,,biasa aja,,,mungkin karna kamu tidak biasa kali ketempat seperti ini"_ ucap tasya "mulai cuek sama rania


"_kalau gitu saya ke kamar mandi dulu ya"_,,ucap rania berdiri namun sudah mulai oleng,,,


_"ya udah biar loe diantar sama renata"_ ucap tasya melihat ke renata,,,renata yang tau arti dari tatapan itu dia langsung berdiri dan membawa rania ke dalam kamar yang sudah di pesan,,,,saat mereka tiba renata heran karna pintunya tidak dikunci,,(lho kok gak dikunci ya apa felix salah kamar),,dia pun melihat nomor kamarnya dan ternyata sudah benar,,,,dia mulai kewalahan karna rania sudah mulai hilang kesadarannya(ish merepotkan saja nie orang,,,) dia memasukkan rania lalu menaruhnya ditempat tidur( sekarang loe nikmati hidup loe sekarang,,,selamat bersenang senang rania)batinnya sambil meninggalkan kamar tersebut lalu pergi menemui temannya


"_gimana ren,,,?loe udah masukin dia kekamar kan?ucap tasya dengan hati yang senang


"_udah sya,,,"_,,,tapi sya kayaknya kalo kita tidak mengambil gambar gak akan seru deh,,, iyakan gays,,"_!ucap renata yang disetujui oleh temannya yang lain,,,


"_ya udah ntar aja kita lanjutkan kita merayakannya dulu "_ucap tasya tersenyum puas sambil menyesap minumannya dan mereka pun turun kelantai dansa


dikamar tempat rania dibawah oleh renata dia benar*kepanasan dia lalu membuka pakaiannya dan saat itu juga pintu kamar mandi terbuka leon yang merasa ada seseorang dikamarnya mulai was* karna keadaan kamar agak remang jadi dia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang ada di hadapannya(jadi ini rencana loe untuk menjebak gue ya dion) batinnya sambil mendekat kearah wanita tersebut saat wanita itu menyentuhnya seketika reaksi dari obat yang belum hilang sepenuhnya kembali bereaksi,,


"_siapa yang menyuruh kamu kesini"_!ucap leon datar


"_saya tidak tahu apa maksud anda,,,ag mohon tolongin saya,,,ini benar* terasa seperti sedang dibakar,,,ag mohon tolong ag"_


"_leon yang juga masih dikuasai oleh obat tersebut merasa jika sentuhan rania benar* membuatnya tidak bisa menahan lagi,,,dan akhirnya mereka pun saling melepaskan dari ketersiksaan obat tersebut hingga dini hari yang membuat mereka berdua kelelahan


sedang dikamar lain orang yang terekam video adalah orang lain dan itu masih belum disadari oleh tasya dan temannya karna semalam mereka mabuk berat,,,saat bangun gadis bayaran tersebut karna kaget karna dia melayani orang yang salah,,,diapun bergegas keluar dari kamar tersebut dan berniat kabur takut jika orang yang membayarnya marah dan mengambil semua uang yang sudah dibayarkannya,,


leon mulai sadar dan dia bangun dia melihat disampingnya ada seorang wanita dia lalu membalik badan wanita tersebut dan tidak disangka sangka jika wanita itu adalah rania,,,,dia mulai mengingat ingat karna semalam yang mengantarkannya minuman semalam adalah rania,,,(jadi ini kerjaan kamu dengan sibrengsek dion itu,,,jadi kalian kerja sama buat menjebak saya,,,loe liat aja rania apa yang akan ag lakukan sama kamu) batin leon kemudian dia menyingkap selimut dia kaget melihat ada darah dibawah selimut,,,(ini tidak mungkin ternyata dia masih virgin,,,oh my god leon loe harus berpikir loe tidak boleh lengah,,,mereka merencanakan ini semua ) tiba* rania bergerak yang membuat leon tersentak kaget saat mata mereka saling menguncii rania masih belum sadar sepenuhnya


"_bapak ngapain disini?"_ucapnya serak dengan suara khas bangun tidur,,,


"_bukanka saya yang harus bertanya sama kamu RANIA"_apa yang kamu lakukan semalam ,,dan berapa mereka membayar kamu untuk melakukan ini,,ucap leon bangun memakai celananya,,,seketika rania sadar dan dia langsung bangun tapi rasa perih dibawahny membuat dia tidak bisa bergerak bebas


"_JAWAB RANIA,,SUDAH BERAPA LAMA KAMU JADI MATA* BAGI MANDALA GRUOP HA!!!

__ADS_1


rania yang kaget mulai menangis terisak,,,dia benar* tidak mengerti apa yang dimaksud oleh leon tapi dia tidak sanggup bicara dia juga syok dengan keadaannya sekarang


"_kenapa kamu diam rania,,,apa karna kamu sudah tertangkap basah begini makanya kamu jadi bisu,,HA!!!ucap leon masih emosi


"_cepat katakan dimana mereka menaruh kameranya,,,JAWAB AKU BRENGSEK!!!!"_leon benar* sudah sangat emosi dia mencari cari kamera jika saja ada kamera yang mereka pasang dan saat dia menghancurkan semua barang dia mendapatkan kameranya,,,dia menghampiri rania yang masih menangis terisak,,,lalu dia menarik rambutnya kebelakang dengan kasar


"_auh,,,sakit"_,,,rintih rania yang merasakan rambutnya sakit dan juga bagian intinya


"_hm,,,sakit,,?ini belum seberapa rania,,saya akan menghancurkan kamu dengan sibrengsek dion itu,,,,oh,,apakah kalian sepasang kekasih?,,,"_hm,,apa kamu bodoh mau diperalat olehnya ha!!!,, ,mulai hari ini jangan menginjakkan kakimu ke perusahhan lagi,,,jika saya melihat kamu maka kupastikan kamu akan menyesal"_!!ucapnya melepaskan kasar rambut rania dan memakai bajunya hendak keluar namun tiba* tasya muncul didepan pintu dia ingin pura* kaget namun justru dia yang dikagetkan oleh pemandangan didepannya


"_sayang,,,kamu ngapain disini dengan rania"_?ucap tasya syok melihat leon dan rania sekamar, ,dia berjalan dengan langkah pelan masih tidak percaya dengan apa yang didapatinya,,,,sedangkan leon dia diam saja menatap tasya mendekati rania


"_ran,,,loe bisa jelaskan ini semua ke gue ran,,,"_rania hanya menangis dan tidak tau harus berbicara apa karna dia sendiri tidak tau apa yang dialaminya sekaraang,,,tasya kemudian menampar rania


PLAK!!! tamparan tasya sangat keras membuat pipi rania panas dan darah segar keluar dari sudut bibirnya


"_JAWAB AKU RANIA apa yang kamu lakukan dengan leon HA!!kamu taukan aku dan leon pacaran lalu kamu mendekatinya dengan tubuhmu HA!! BRENGSEK KAMU RANIA"_ucap tasya benar*murka dia mengambil vas bunga lalu melemparnya ke rania yang mengenai dahinya,,,seketika darah mengalir keluar,,,leon yang melihat itu mendekati tasya dan memeluknya


"_sayng kamu tenangkan diri kamu ok"_!


"_tenang kamu bilang leon,,,sedangkan kamu dan dia menghabiskan malam bersama,,,kamu bilang ada undangan klien dan kamu tidak datang kepesta gue yang ternyata kamu bersamanya,,,,,,dan kamu rania gue jijik melihat loe gue gak sudi mempunyai teman seperti kamu,,,detik ini juga gue gak ada urusan sama loe,,,"_ucapnya keluar dari kamar namun tangannya dicekal oleh leon ,,


"_lepas leon,,jangan menyentuh saya,,,


"_sayang kamu salah paham ke saya,,,ini hanya jebakan rania,,semalam dia memberi saya minuman dan parahnya lagi dia masuk ke kamar saat tahu ag didalam dan dia menggoda saya,,,kamu percaya sama ag sayang ini sudah direncanakannya dengan rekan bisnis saya,,,tapi kamu tidak usah kuatir karna mulai detik ini dia tidak akan menginjakkan kakinya keperusahaanku dan juga kupastikan dia akan masuk kedalam black list,,,sehingga tidak akan ada perusahaan yang akan menerimanya_",,ucap leon tanpa menyadari kalau dia mengakui bahwa dia adalah pemilik perusahaan tempat rania bekerja


"_apa maksud kamu sayang,,,apa kamu pewaris sanjaya,,,kamu leon sanjaya"_?seketika amarah tasya hilang diganti kebahagiaan karna ternyata leon yang selama ini dia pikir hanya pegawai biiasa ternyata seorang pewaris perusahaan terbesar di kotaT,,,leon pun terpaksa mengakuinya


"_iya sayang maaf selama ini ag ngak bilang ke kamu"_tiba* tasya masuk kepelukan leon,,,


"_kamu benaran sayang tidak ada hubungan apa*kan sama wanita ****** itu"_?ucpa tasya mengeluarkan air mata buayanya


"_iya sayang percaya sama aku"_mereka pun keluar dari kamar tersebut,, sedangkan rania dia masih menangisi dirinya,,,dengan langkah yang tertatih menahan perih bagian intinya tapi itu semua tidak sesakit hatinya yang dia rasakan saat ini dadanya terasa sesak sambil memakai bajunya dia menghapus air matanya lalu keluar dari bar,,,dia berjalan dengan tatapan kosong dia merasa hancur sekarang,,dia berjalan tanpa arah dan dia tidak merasakn sakit dikakinya yang tidak memakai alas kaki,,,bahkan telpon dari naura pun tidak dia pedulikan,,,dia menyetop taksi,,,dan naik melaju kearah keluar kota,,,dia ingin menyendiri saat ini dia hanya ingin sendiri dia sampai disebuah pegunungan yang memiliki sedikit penghuni,,,dia turun dari taksi dan berjalan ke jalan yang menuju pegunungan,,,saat perumahan penduduk sudah dekat diapun pingsan dijalan,,,


seorang nenek yang melihatnya berlari menghampirinya dan meminta tolong ke tetangga agar dia dibawah kerumahnya dan dirawat,,,dengan bantuan tetangga merekapun membaringkan rania dikursi tua dirumah sang nenek,,,sang nenek mulai membersihkan darah yang sudah mulai mengering di wajah rania lalu membiarkan rania istrahat,,,

__ADS_1


__ADS_2