
Didalam kamar rania mulai sadar,,,dia mengerjap ngerjapkan matanya,,,
"_ kamu sudah sadar neng"_,,,ucap bu saenab berdiri dari tempat duduknya dan mengusap kepala rani
"_ apa ada yang sakit neng,,"_
"_mak,,,rania dimana"_? ucapnya sambil berusaha bangun,,
",kamu dikamar neng tadi kamu pingsan,,,,gimana sekarang bagaimana perasaan kamu neng"_,,,
"_kepala neng agak berat bu,,,masih sakit,, "_
"_kalau gitu kamu istrahat saja,,,lagian acaranya juga sudah mau selesai"_,,,,
"_tapi gak enak bu,,,kalau rania gak disana"_!
"_kamu tenang saja tadi mmertua kamu yang bilang kok,,,kalau kamu itu istrahat saja,,,"_
"_baiklah mak,,,tapi temani neng disini ya"_!ucapnya memelas
"_iya mak akan disini temani kamu sampai suamimu datang"_rania mendengar kata suami terasa asing ditelinganya namun dia hanya menggelengkan kepala tanda geli
"_kamu kenapa neng"_ucap bu saenab melihat rania menggelengkan kepalanya,,,
"_ngak apa* kok mak,,,,o ya mak apa abah sudah tahu keadaan rania"_?mendengar pertanyaan rania bu saenab terdiam
"_apa abah belum tahu bu"_tanya rania lagi,,,
"_ iya neng,,,,mak tidak bisa cerita ke abah,,,mak takut jika jantung abah gak kuat mendengar kisah kamu nak,,,,maafin mak,,,mak harus sembunyikan ini dari abah"_,,, ucap bu saenab menitikkan air mata,,,melihat itu rania langsung memeluk maknya
"_gak papa mak,,,,rania paham,,,,rania minta maaf rania sudah buat mak kuatir,,,"_
"_kamu yang sabar neng,,,ini sudah jalan takdir kamu nak,,,,kita tidak pernah tahu apa yang akan kita temui dimasa depan,,,,,mak cuma minta kalian menikah secarah sah dimata hukum dan agama,,,,mak minta kamu jalani semua dengan ikhlad neng,,,meskipun itu berat buat kamu tapi kamu harus tetap sabar dan selalu berserah kepada yang diatas neng,,,"_rania yang mendengar nasehat dari maknya semakin sedih dan mengeratkan pelukannya dan menangis,,,
"_neng tidak yakin mak,,,,apakah neng bisq menjalaninya,,,,"_
"_mak yakin sayang kamu pasti bisa melaluinya,,,,lagian kamu punya mertua yang sayang sama kamu,,jadi kekuatiran mak berkurang neng"_
"_mak jangan selalu memikirkan rania,,,rania janji akan ikhlas menjalaninya tapi mak juga harus janji agar selalu sehat,,,karna hanya mak dan abah yang menjadi sandaran dan kekuatan rania,,,,jadi mak harus janji keneng"_,,
__ADS_1
"_iya neng sayang mak janji,,,sudah sekarabg kamu jangan nangis lagi nanti abah melihat kamu,,,"_ucap mak saenab melepas pelukan rania dan menghapus air matanya,,,"_ ,,kan cantiknya hilang,,"_ucap bu saenab mencoba menggoda rania,,,rania tersenyum dan memandang bu saenab dengan tatapan manja,,,,
lalu mereka didikejutkan dengan si abah yang masuk,asal nyosor aja tanpa mengetuk pintu
",,neng kamu sudah sadar nak"_ ucap pak tarjo yang kemudian rania dan busaenab berbalik memandang ke pak tarjo
"_abah,,,kebiasaaan deh,,,kalau masuk tu ketuk pintu dulu kek,,,"_ucap bu saenab kesal yang dibalas cengir oleh pak tarjo
"_iya maafin abah,,,,,gimana keadaan kamu neng"_tanyanya betalih ke arah rania lalu berjalan mendekat
"_neng udah baikan bah,,,,tadi neng makannya cuma dikit jadinya neng pingsan deh,,,maafin neng ya bah udah buat abah sama mak kuatir"_,,ucap rania berbohong,,,
"_ya sudah neng lain kali kamu harus makan yang benar ya,,"_ucap abah sambil mengusap kepala rania,,,yang dijawab dengan anggukan,,lalu dia memeluk rania
tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan perasaan yang tidak karuan,,,dia adalah leon,,,ya sang ayah menyuruh dia menghampiri rania dan mak saenab agar menyuruh mereka makan,,,namun dia tidak menyangka akan melihat pemandangan didepannya dimana sang ayah begitu menyayangi putrinya,,,dia lalu mengingat segala bentakan dan kekasarannya serta tuduhannya kerania,,,dia lalu berpikir bagaimana jika sang mertua tahu kalau anak yang begitu disayanginya mendapat perlakuan kasar dari orang yang menyandang status suami bagi putrinya dan menantunya itu,,,
leon hanya berdiri ditempatnya debgan banyak pikiran,,,bu saenab yang melihat menantu kontraknya itu lalu berdiri menghampirinya
"_nak leon kok hanya berdiri saja,,,masuklah nak"_ ucap busaenab yang menyadarkan leon dari lamunannya
"_eh,,,mak ,,maaf kalau ag sudah ganggu,,"_
"_bah,,,"_ucap bu saenab mencoba mengkode suaminya,,,pak tarjo yang melihat itu seketika melepaskan rania dari pelukannya
"_eh,,,ada nak mantu abah,,,kemarilah nak temani istrimu",,ucap pak tarjo yang diangguki oleh leon,,,dia lalu berjalan mendekat ketempat rania,,,
",gimana keadaan kamu"_ucapnya kaku namun tidak mendapat jawaban dari rania
"_dijawab atuh neng,,,iki suamimu nanya lo kok diam aja"_ucap pak tarjo sedikit kesal ke rania karna sikapnya
"_abah,,,kayak tidak pernah muda aja, ,,mungkin mereka malu* kali bah,,,"_ucap bu saenab mencoba membuat suaminya tenang,,,dan benar saja kening yang berkerut memandang kearah rania perlahan normal kembali
"_oh,,,maaf abah lupa😊,,,",mencoba tersenyum,,,"_kalau gitu abah dan mak keluar dulu,,,kalian bicaralah ya,,,"_ucap pak tarjo
"_bu ayo kita keluar,,,,kan nak leon sudah ada jagain neng"_ucapnya mengajak istrinya
"_abah sama mak makan dulu,,,tadi ayah meminta saya untuk menyampaikan ke abah,,,"_
"_oh,,baiklah,,,kebetulan mak memang sudah lapar,, ayo bah,, "_ ucap bu saenab menarik suaminya
__ADS_1
"_neng abah sama mak keluar dulu,,,nanti mak bawain makan kamu kesini,,"_
",tidak usah bah,,,nanti bi siti yang antar kesini,,,tadi saya sudah memintanya,,,"_ucap leon karna nemang tadi disuruh mama devi
"_oh ya sudah kalau begitu kami keluar dulu ya nak,,,tolong jaga neng"_
"_ iya bah,,, ",rania hanya diam dan memandang kearah otang tuanya tanpa menoleh kearah leon lalu mereka keluar fari kamar,,
,tinggallah rania dan leon dikamar,,,seketika suasana menjadi sangat hening,,,mereka hanya terdiam tanpa tahu apa yang harus mereka bicarakan
hening
hening
tiba* terdengar ketukan pintu dari luar,,
"_tuan ini bi siti,,,saya mengantar makanan untuk nyonya muda"_ ucap bi siti dibalik pintu
"_masuklah,,"_ucap leon dengan suara baritonnya,,,seketika pintu terbuka dan bisiti membawa makanan dan menatanya diatas meja
"_nyonya makan dulu tadi dipesan sama ibu katanya nyonya harus makan biar ada tenaga"_
"_iya bi,,,makasi dan maaf sudah merepotkan bibi,,,"_
"_tidak sama sekali nyonya,,,itu adalah tugas bibi,,,kalau begitu bibi tinggal dulu ya"_ucap bi siti akan beranjak keluar namun saat berbalik badan namun rania memintanya berhenti dulu
"_bi,,,tunggu dulu,,,saya tidak suka dipanggil nyonya"_,,,ucapnya menjeda dan langsung ditatap oleh leon dengan tatapan bingung sambil mengerutkan keningnya,,,,"_bibivbisa panggil saya neng aja,,,,jangan nyonya ya saya tidak suka"_ucapnya menegaskan ke bi siti
"_baiklah nyo,,,,eh ,,neng"_
"_bagus,,,saya minta bibi memanggil saya dengan panggilan itu"_leon yang mendengar itu hanya melirik kearah rania tanpa mengeluarkan kata* yang sesungguhnya dia ingin mengatakan keberatannya namun diurungkannya
"_baiklah neng,,,kalau begitu bibi permisi dulu ya ,,,permisi tuan muda",
"_hm,,,"_jawab leon dingin
"_makasi ya bi,,,"_
"_iya beng sama*"_ucap bi siti lalu berlalu keluar dari kamar,,
__ADS_1