Jebakan Sang Sahabat

Jebakan Sang Sahabat
43


__ADS_3

Setelah mereka sampai dirumah sakit mereka langsung berjalan keruangan dokter ahli penyakit jantung,,,sang asisten dokter telah menunggu mereka lalu mempersilahkan mereka masuk


"_loe mau kemana"_tanya leon menahan edgar


"_ya masuklah dwngan loe may kemana lagi"_!


"_loe tunggu disini saja"_perintah leon membuat edgar kesal


"_dasar bos",,


"_masih saya dengar",,,


"_ups,,,maaf bos😊"_


lalu edgar masuk dan mulai konsultasi


"_jadi tuan sanjaya apa yang bisa kami bantu"_


"_saya ingin periksa jantung saya dok"_!


"_apa yang anda rasakan tuan"_?


"_jantung saya berdebar debar dok"_


"_kapan mulai pak"_


"_tadi dok"_pernyataan leon sontak membuat dokter menaikkan alisnya


"_apa anda sudah melakukan olah raga atau semacamnya tuan"_


"_tidK adA dok"_


"_kalau begitu kami periksa anda dulu tuan silangkan naik ke brankar", leon lalu mengikuti kata dokter dia lalu naik kebrankar dan baring dokter lalu memasang alat elektrokardiogram untuk melihat aktifitas jantungnya melalu grafik yang ditunjukkan oleh mesin,,,


setelah pemeriksaan leon kembali ke tempatnya duduk tadi


"_gimana dok apa ada masalah dengan jantunf saya"_?


"_tidak ada tuan semuanya terlihat normal,,,bisa anda jelaskan kapan jantung anda berdebar"_leon kemudian mengingat jika tadi saat dia membelai wajah istrinya jantungnya memang berdentum

__ADS_1


"_jika pemicunya karna anda beraktifitas berat,,sebaiknya anda mengurangi volume kerja anda,,,dan jika karna debarannya saat gugup atau semacamnya itu tidak masalah tuan,,,,"_


"_apa anda tidak meresepkan obat dok"_


"_saya rasa tidak perlu tuan karna anda baik* saja,,,namun jika debarannya sesering mungkin dan terasa sakit anda bisa kembali untuk konsultasi lagi"_leon keluar dari ruangan dokter dengan ketidak puasan terlihat dengan wajah yang masih murung


"_loe baik* saja kan"_apa ada masalah yang serius"_?leon hanya diam tidak menanggapi pertanyaan edgar


"_hei bro,,,loe jangan buat panik gini dong gue belum nikah dan juga gue masih butuh kerja dan ngumpulin uang buat nikah,,,,kalau loe sakit gue bakalan pensiun dini dong"_


"_apaan si loe,,,,bantu mikir kek ini loe mala sumpahin gue sakit benaran"_!


"_kan tadi gue nanya loe cuma diam aja,,,


sekarang loe cerita gimana ceritanya nih loe konsultasi ke spesialis jantung"_


"_gak ada mungkin gue hanya kecapean aja"_


"_mama devi nelpon katanya rania minta dibelikan eskrim vanila,,,"_


"_ya sudah kita beli eskrimnya dulu baru balik"_


dirumah sanjaya rania yang sudah sangat ingin makan eskrimya sudah tidak sabar lagi menunggu dan pada saat dia mendengar mobil leon dia langsung berlari kedepan untuk menghampiri leon saat dia membuka pintu matanya langsung tertuju ke bungkusan yang dibawah oleh edgar dia menatapnya dengan mata berbinar,,,leon yang melihat arah tatapan rania seketika merasa kesal,,,(tau begini kenapa bukan gue saja yang bawa tadi eskrimnya)batinnya dia ingin mengambil eskrimnya dari edgar namun rania sudah lebih dulu mengambilnya leon heran karna tiba* saja raniaa berada di depan edgar


"_kok lama banget sih edgar saya dari tadi nungguin ini"_ucapnya mengambil bungkusan dari taangan edgar


"_makasih banget edgar"_ucapnya dan langsung memeluk edgar yang memvuat seketka mata leon membulat sempurna yang dipeluk jangan tanya lagi dia takut dengan amarah sibos yang sudah nampak diwajahnya


"_eh,,,raania eskrimnya dibeli oleh pak leon"_ucapnya melepaskan pelukan rania


"_iya saya tahu tapi kan kamu yang bawain,,,,ayo masuk"_ucap rania mempersilahkan edgar masuk,,,leon haanya melihat adegan didepannya dengan emosi sudah diubun ubun


"_bonus tahun ini hangus"_ucapnya dingin dan masuk lebih dulu,,,edgar yang mendwngar itu langaung lesu dia tidak bersemangat lagi,,,namun dia tetap masuk mengikuti rania


sampai didalam tuan sanjaya dan mama devi heran melihat leon yang masuk sendiri dengan wajah yang kusut dia laalu memandang suaminya dan dibalas dengan mengangkat bahunya lalu tidak lama kemudiaan muncullah tersangkanyaa rania masuk dengan menarik tangan edgar seketika suami istri itu mengerti apa yang terjadi


"_eh edgar kamu kesini juga "_


"_iya om tadi saya kesini menjemput leon"_

__ADS_1


"_oh kamu membeli kan pesanan mama tadi"_


"_iya ma mas edgar beli nih,,,"_ucap rania memperlihatkan bungkusannya,,,membuat leon semakin panas mendengar panggilan rania ke edgar (mas,,,wah romantis sekali panggilan kamu ke edgar rania,,,awas saja kamu ya ,,,dan loe edgar loe akan dapat hukuman nanti dari gue)batin edgar


mama devi dan tuan sanjaya bersamaan berbalik melihat kearah leon yang mukanya sudah saangat kusut karna cemburu


(ini adalah awal yang bagus,,,semoga perasaan itu sudah tumbuh dihati kamu sayang,,,mama sanagat mengharapkan itu)batin mama rania berharap


(papaa harap kamu sudah menyukai istrimu leon,,,dan berhenti memikirkan perempuan jahat itu)


(matilah aku,,,taring bos besar sudah keluar,,,,rania plis berhentilah memberi perhatian)batin edgar,,,dia memandang kearah mama devi mencoba minta tolong namun mama devi pura* tidak melihat dia ingin melihat sampai dimana tingkat kecemburuan leon


"_wah,,,kamu perhatiaan sekali edgar,,,"_ucap mama devi mulai mengompori leon,,,edgar yang tahu jika dia sudah dijadikan umpan dia hanya pasrah saja dia tahu kalau mama devi sengaja mengompori leon dia melirik kearah leon yang masih memberinya tatapan tajam


"_ah,,,itu tadi leon yang beli ma,,,,ag cuma bawain aja"_


"_iya tetap aja kan,,,kamu yang bawain"_,,


"_yah wajarlah ma dia kan asisten saya"_ucap leon mmulai membuka suara


"_ya kan tadi mama pesannya ke mas edgar kok,,,biarpun uang kamu yang dipakai,,,seandainya kamu yang bawa tadi kan lain lagi ceritanya"_ucap rania membuat leob mendengus kesal,,


"_saya sudah kenyang saya keatas dulu,,"_ucapnya lalu berdiri meninggalkan meja makan,,,seketika tawa mama devi dan rania pecah,,,,edgar hanya dibuat bingung


"_ada apa ini"_tanya edgar


"_gini gar sepertinya rania lagi ngidam nih,,,dia suka melihat leon kesal dan marah"_


"_what,,!


"_iya edgar jadi kamu harus bantu dia"_ucap tuan sanjaya


"_bukan saya tidak bantu om,,,tapi bonus tahunan saya hangus om,, "_


"_itu resiko kamu edgar"_ucap mama devi tana bersalah


"_kamu tenang saja edgar saya yakin kok bonus kamu gak akan hilang,,"_


"_semoga saja"_ucap edgar pasrah lalu mereka makan malam bersama,,

__ADS_1


__ADS_2