
Rania yang tadinya ingin keluar kamar untuk mengambil air minum dia urungkan karna pertengkaran yang terjadi diruang tengah,,,dia mendengar semua tuduhan yang dilontarkan oleh leon kepadanya hatinya sangat sakit dia memang miskin tapi tidak terlintas sedikitpun dalam pikirannya untuk menjebak leon namun dia tidak bisa mengatakannya karna apapun penjelasannya leon tidak akan pernah percaya karna dia dikuasai oleh amarah dan kebencian terhadap rania,,,dengan langkah gontai rania kembali ke tempat tidur untuk membaringkan badannya,,(apa yang harus ag lakukan sekarang ag sedikitpun tidak pernah berharap agar leon bertanggung jawab tapi ag juga tidak bisa melihat mama devi sedih karna dia sangat mengharapkan kamu nak ibu harus bagaimana sayang)batin rania sambil menangis dan mengelus perut ratanya hatinya begitu bimbang dia bingung harus mengambil keputusan apa,,,sampai akhinya dia lelah dengan pikirannya dan terjun kealam mimpi,,
keesokan paginya saat rania bangun dia tidak mendapati naura ditempat tidur dia lalu beranjak dan melihat jam kalau ternyata sudah jam delapan pagi dia bangun lalu masuk kekamar mandi membersihkan diri,,,setelah itu dia keluar kamar dan mendapati mama devi dan naura sedang bercanda sambil tertawa rania yang melihat mama devi tertawa membuat hatinya sedih karna dia tidak akan bisa pergi dari rumah ini,,,,mama devi melihat rania terdiam ditempat mulai mendekatinya namun saat mama devi mendekat rania menutup mulutnya menahan mual,,mama devi yang melihat itu seketika berhenti ditempat,,dia ingat saat dirumah rania kemmarin jika rania tidak suka wewangian,,,
"_sayang apa kamu baik* saja"_?ucapnya tetap ditempat dan tidak mendekati rania rania hanya mengangguk dan masuk kekamar lalu muntah namun yang keluar hanya cairan,,,
devi melihat itu memanggil naura agar menyusul rania,,,
"_naura coba kamu susul rania kekamar nak,,,sepertinya dia muntah mencium parfym tante"_ucapnya cemas
"_iya tante saya susul dulu yah,,"_ucap Naura lalu masuk kekamar manghampiri rania
"_ran loe gak papa kan"_?ucapnya mengelus pundak rania
"_ngak papa kok ra',,,,"_ ucapnya dengan nada lesu ,,,"_ra',,,menurut loe mama devi tersinggung gak sih karna tadi saat dia mendekat gue menutup hidung dan mulut gue"_ucap rania merasa bersalah
"_ngak kok ran,, tadi tante devi sendiri yang bilang jika kamu tidak suka mencium parfumnya,,,"_
"_masa ' sih ra'"_!
"_iya ran,,,udah ah loe jangan mikir yang aneh* deh,,,cukup loe mikirin kandungan loe ok!"_ucap naura memberi saran yang diangguki oleh rania,,,,lalu beberapa saat kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan mendapati mama devi berganti baju ,,rania yang melihat itu merasa bersalah dia tidak bermaksud melakukan itu,,,
'_maaf ma,,,"_
"_sayang kamu jangan begitu,,,mama tahu kalau itu bawaan janin sayang jadi jangan seperti itu ya_",,,ayo sarapan dulu sayang bi' sumi udah siapin sarapannya"_ ucapnya mengajak rania ke meja makan
"_kok cuma saya saja sih ma yang makan"_!
"_sayang tadi kami semua udah sarapan,,,tadi kamu masih enak tidurnya jadi mama tidak tega bangunin kamu,,,"_
__ADS_1
"_oh,,,kaalau begitu rania makan ma!"_
"_iya sayang kamu makanlah,,,yang banyak ya makannya,,,,kalau ada yang kamu ingin makan kamu tanya ya sama bi sumi,,,ibu tinggal kebelakang,"_,,ucapnya lalu pergi meninggalkan dapur,,,
"_gue tinggal ya ran,,,loe makan yang banyak"_ucap naura menyusul mama devi ke taman rania yang kini sendiri dimeja makan mulai memakan makanannya,,,saat selesai makan dia lalu menyusul mama devi dan naura ketaman dan membantu mama devi memotong ranting bunga mawar yang sudah kering
"_wah bunganya sangat indah ma,,,ag gak menyangka kalau mama masih punya waktu untuk mengurusi ini semua padahal mama sangat sibuk"_
"_iya sayang,,,dan apa kamu tahu,,kalau kadang ibu lebih mementingkan bunga* mama dari pada papa sanjaya yang membuat dia biasanya merajuk"_ucapnya sambil tersenyum mengingat papa sanjaya yang merajuk
"_masa sih,, ma,,jadi pengen lihat papa sanjaya merajuk pasti kelihatan lucu ya ma"_'
"_ha,,ha,,,"_seketika mama devi tertawa,,"_apa yang membuat kamu berpikir kalau papa akan kelihatan lucu saat merajuk sayang"_
"_ya soalnya kan papa kelihatannya dingin tegas dan juga orangnya selalu serius dan jarang tersenyum"_
"_hm,,apa mama mau cerita kisah papa dan mama,,,gimana pertemuannya?_"ucap rania menghampiri mama devi yang sedang duduk di gasebo istrahat ya dia sudah tidak mual karna mama devi tisak memakai parfum lagi jadi dia bisa duduk bersama walaupun tidak terlalau dekat
"_waktu itu mama sempat bekerja diperusahaan papa sanjaya,,,dan karna seringnya bertemu dan mama sering membuat kesal papa sanjaya dia memindahkan mama ke bagian OB, jadi mama kesal dan sering menpakkan diri dihadapannya agar dia makin kesal ke mama,,,ya karna kebiasaan ini perasaan papa sanjaya mulai timbul ke mama,,,dia jadi sering mengerjai mama,,sampai suatu saat saya dijemput oleh pacar mama waktu itu dan papa sanjaya melihatnya dan langsung menghampiri mama dan pacar mama dengan marah dia menarik mama dan memasukkan mama kemobilnya lalu membawa mama kerumahnya dan memperkenalkan mama sebagai kelasihnya kepada orang tuanya mama menolak dengaan tegas namun dia melakukan segala cara sehingga mama akhirnya menikah dengannya,,,,awalnya mama membenci dia tapi karna sikap dan perhatiannya kemama membuat mama luluh dan mulai mencintainya dan disitulah leon lahir,,,"_
"_wah artinya papa sangat mencintai mama dong,,,buktinya papa setia menanti mama dan berhasil meluluhkan hati mama"_,,
"_iyaa sayang mama bisa melihat perjuangannya memenangkan hati mama"_,,,mama juga berharap kamu bisa membuat leon jatuh cinta sama kamu,,,mama tidak setuju jika dia bersama dengan tasya,,dia kurang baik buat leon nak,,,"_rania hanya diam dia bingung harus menjawab apa saat dia melihat tatapan amarah dan jijik saat leon memandangnya,,,dia tidak sanggup jika harus melihat tatapan itu karna itu sangat menyakitkan hatinya,,,
"_sayang kamu mau kan memenuhi keinginan mama"_!ucap mama devi dengan sikap memohon
"_iya ma rania akan mencobanya,,,tapi jika rania tidak sanggup rania mohon sama mama jangan memaksakan lagi,,,karna perasaan itu tidak bisa dipaksakan ma"_!ucapnya berharap mama devi mau menyetujui pendapatnya
"_antara benci dan cinta perbandingannya sangat tipis sayang,,,mama sangat menyayangi kamu meskipun kita baru berapa hari bertemu mama sangat ingin kamu bisa membuat leon bahagia"_!rania hanya mengangguk(gimana mau bahagia ma,,,leon memandang saya saja dia begitu jijik apa lagi mau membuatnya dekat,,,)batin rania,,,
__ADS_1
keheninganpun melanda mereka berdua karna larut dalam pikiran masing* hingga naura datang dan membuyarkan mereka dari pikiran masing*
"_tante bunga* nya sangat indah ya,,,mama saya juga dikampung suka sekali dengan bunga sampai* pekarangan rumah dan teras penuh dengan bunga,,,"_
"_wah membayangkannya saja kelihatannya asri dan rindang ya ra'"_?
"_iya tante,,,jadi kangen pengen pulang,,,,,
oh ya tante,,,, rania ,saya balik dulu soalnya ada tugas yang akan saya kerjakan,,,nanti kalau ada waktu saya akan berkunjung lagi"_
"_baik sayang pintu rumah tante selalu terbuka buat kamu kapanpun kamu berkunjung,,,"_ucap devi memeluk naura,,,kemudian naura berbalik dan memeluk rania
"_loe baik* disini ya ran,,,gue harap loe bisa sabar,,,gue tau ini bakalan berat buat loe tapi yakinlah kesabaran akan membuahkan hasil"_ucap naura disamping telinga rania saat mereka berpelukan
"_makasi ya ra',,,gue juga berharap bisa tapi saya tidak yakin,,"_
"_baiklah tante saya permisi makasi sudah dibolehin berkunjung kesini,,"_ucapnya menyalami tangan mama devi,,,lalu pergi
"_sayng kamu istrahat dikamar saja ya,,,mama tidak mengisinkan kamu melakukan pekerjaan,,"
"_baik ma,,,rania masih mau disini duduk* sebentar"_
"_kalau begitu mama tinggal ya hari ini mama ada arisan,,,sebenarnya mama ingin membawa kamu sayang tapi mama lihat kamu tidak bisa mencium wewangian"_
"_ngak apa *kok ma,,,rania dirumah saja"_
"_baiklah sayang kamu baik* dirumah ya"_ucap devi menggenggam tangan rania lalu dia beraanjak meninggalkan rania sendirian,,,
"_
__ADS_1