Jebakan Sang Sahabat

Jebakan Sang Sahabat
24


__ADS_3

Rania mengerjapkan matanya dia melihat pemandangan yang berbeda dengan yang ada dirumahnya kemudian dengan perlahan matanya sudah mulai terbuka dan melihat naura sahabatnya sedang berdiri disamping brankarna


"_ra',,gue ada dimana "_ucap rania dengan suara yang serak dia berusaha bangun namun tubuhnya masih sangat lemah


"_gimana perasaan loe ran"_? loe tiduran aja ',,apa loe mau minum"_? tanya naura sambil menahan tubuh rania


"_iy ra' gue haus"_


"_tunggu bentar gue ambillin,,,loe jangan banyak gerak"_ucapnya mengambil air putih diatas nakas


"_nih,,,loe minum dulu,,,,"_rania meminum airnya setelah minum naura menyimpan kembali gelasnya diatas nakas


"_ran loe sebenarnya kenapa sih pergi selama dua bulan ini tanpa kabar,,?"_


"_gue hanya tinggal dirumah kerabat kok ra'"_


"_iya gue tau tapi loe gak pernah ngasih kabar ke gue,,,apa ada sesuatu yang loe sembunyikan dari gue?_"


"_gak ada kok ra',,,gue hanya pengen menikmati kebersamaan dengan keluarga aja kok"_ucap rania berbohong


"_loe bohong rania,,,!,,gue tau kalo loe ada masalah,,,apa loe udah ngak anggap gue sahabat loe lagi? ucap naura mendesak memcoba membuat rania mau menceritakan masalahnya


"_ngak ada kok naura"_ucap rania mencoba menyembunyikan masalahnya namun matanya mulai berkaca kaca


"_ngak ada gimana rania,,,apa loe tau kalo sekarang loe hamil ha!!!,,,"_ucap naura berteriak karna kesal,,,dan akhirnya air mata rania pun tidak bisa dibendung lagi dia mulai menangis dengan suara pilu mencoba mengeluarkan segala beban hatinya,,,dia tidak sanggup lagi berpura pura tegar didepan sahabatnya,,,tangisnya benar* memilukan,,,naura kemudian membawa rania kedalam pelukannya dia tidak mengucapkan sepatah katapun dia hanya berharap rania bisa tenang dalam pelukannya sambil mengusap ngusap punggung rania,,,keheningan menghiasi kamar tersebut hanya suara sesenggukan rania yang terdengar,,,setelah rania merasa sedikit lega diapun menceritakan apa yang terjadi kepadanya,,,bahkan dia juga memberitahukan naura tentang kejadian yang menimpanya yang ternyata sudah direncanakan oleh tasya,,


naura yang mendengar itu sangat geram dia mengepalkan tangannya dia tidak menyangka tasya yang mereka anggap sahabat tega menghancurkan kehidupan mereka,,(keterlaluan kamu tasya kamu benar* tega ngelakuin ini ke gua dan rania gue sudah anggap loe sebagaai saudara gue sendiri tapi loe tega ngelakuin ini,,loe ngancurin hidup gue dan rania,,,gue yakin suatu hari nanti loe akan ngerasahin apa yang gue dan rania alami saat ini,,,)batin naura tidak terasa bulir* air mata jatuh dipipinya


"_gue gak nyangka ran,,,tasy benar* tega ngelakuin ini kekita"_


"_ag juga gak nyangka ra',,,tadinya gue pikir gue hanya salah mendengar namun saat gue tanyakan langsung ke tasya dia mengakui semuanya ra' "_


'_loe yang sabar rania,,,sekarang loe harus gimana dengan kehamilan loe,,apa loe mau menggugurkannya"_?


"_tidak ra',,,gue gak akan gugurin,,gue akan pertahanin gue takut dosaa ra',,,"_

__ADS_1


"_tapi gimana dengan masa depan loe rania,,,loe akan membesarkannya sendiri?"__,,,"_dan gimana dengan keluarga loe,,,?"_


"_gue juga bingung ra',,,gue gak mau keluarga gue malu karna gue"_ucap rania meneteskan air matanya membayangkan betapa durhakanya dia keorang tuanya


"_loe yang sabar,,,gue akan selalu bersama loe,,,gue akan dukung apapun keputusan loe ran"_ucap naura yang membuat hati rania menghangat


"_makasih ra' loe emang sahabat gue yang baik"_


"_sama * raniia sebagai teman kita harus saling membantu dan menolong dan dalam keadaan apapun itu,,,loe harus ingat itu rania,"_,,,seketika pintu terbuka dan nampak mama devi dan edgar ya,,,tadi saat dari apartement leon edgar menghubungi mama devi dan menceritakan tentang kehamilan rania,,,naura dan rania berbalik bersamaan kepintu yang sedang terbuka rania kaget dengan kedatangaan mama devi,,karna siang tadi mama devi baru saja memberi ultimatum jika rania sampai hamil maka dia harus menikah dengan leon tanpa ada penolakan.mama devi mendekati mereka dan menggenggam tangan rania


"_gimana perasaan kamu nak? ,,apa ada yang tidak enak"_,,ucap mama devi dengan perhatiannya,,rania yang melihat sikap mama devi begitu terharu karna ternyata dia adalah seorang ibu yang hangat


"_ag baik* saja kok tante,,,"_


"_kamu masih ingatkan kata* tante tadi siang,,!jadi kamu harus ikut ibu ke kediaman sanjaya tidak ada penolakan lagi"_,,,"_dan mulai saat ini kamu sudah menjadi menantu ibu,,,kamu juga harus memanggil mama bukan tante lagi"_rania hanya diam tanpa menanggapi karna dia tidak tahu harus apa sekarang sedangkan naura juga terdiam dia tidak menyangka jika rania akan menjadi bagian dari keluarga sanjaya(beruntung banget loe rania setidaknya loe mendapat mertua yang baik dan hangat yang mau menerima loe)batin maura dia cukup senang setidaknya rania memiliki mertua yang hangat


"_edgar kamu urus semua administrasinya dan juga segala keperluan rania karna rania akan langsung pulang dengan mama"_ucap mama devi tanpa meminta persetujuan rania,,,rania haanyaa diam,,,


"_baik tante"_ucap edgar lalu berhalan keluar


"_naura tante,,,saya teman rania"_ucap naura menerima uluran tangan mama devi,,,


'_tante senang rania memiliki teman seperti kamu,,,,oh ya apa kamu mau ikut kerumah bersama rania"?_naura berbalik kearah rania meminta persetujua rania menganggukkan kepalanya tanda minta naura agar ikut dengan rania


"_tante bisaka saya kembali ke tempat saya,,,nanti saya akan berkunjung kerumah tante"_ucap rania karna dia merasa enggan untuk kerumah sanjaya


"_tidak nak,,,kau harus ikut dengan mama hari ini,,,tidak ada penolakan,,,gimana naura kamu maukan kerumah tante"_?


"_i,,,,iya tante saya akan mengantar rania kesana,,,"_


"_baiklah bisa bantu tante membereskan barang* rania nak"_?


"_ iya tante"_ucap naura,,,kemudian dia membantu rania membereskan barangnya dan membantu mengganti pakaiannya,,,


"_tante tinggal sebentar ya,,,naura kamu temani rania dulu sebentar ya nak,,,"_

__ADS_1


"_iya tante,,,"_kemudian mama devi keluar untuk melakukan panggilan ketuan sanjaya


sanjaya : _" halo ma"_


devi : _"pak mama ada kabar gembira,,,rania hamil anaknya leon pa,,,sebentar lagi kita akan memiliki cucu pa"_ucap devi begitu senang demikian juga sanjaya karna mereka sudah lama berharap agar leon menikah dan memberikan mereka cucu


sanjaya : "_ papa juga senang ma,,,jadi apa rania mau ikut mama kemension"_


devi :"_ iya pak,,,walaupun dengan paksaan sedikit he,,he,,'_ ucap devi cengingiran


sanjaya : "_ baiklah papa tunggu kalian dirumah


devu : "_ok pa,,,oh ya pa,,,apa papa bisa menelpon leon dan bicara dengannya,,,jangan sampai dia menyakiti rania mama gak mau dia menjadi pria yang tidak mau bertanggung jawab


sanjaya : "_ mama tenang saja papa akan coba bicara dengannya"_


devi : "_ baiklah pa ,,,saya tutup dulu"_ucap devi menutup tlpnnya setelah mendapat persetujuan dari seberang,,,,sesaat edgar datang dan memberitahukan kalau segala sesuatunya sudah dia bereskan


"_gimana edgar semua sudah kamu urus"_?


"_sudah tante"_


"_ya sudah kamu siapkan mobil kami akan turun segera"_namun sebelum edgar berbalik mama devi menahannya dan menanyakan tentang leon


"_gar apa kamu sudah bertemu dengan leon"_?


"_sudah tante,,,tapi dia menyangkal kalau itu bukan anaknya"_


"_ck anak itu benar* membuat mama kesal"_ucap devi lalu berlalu meninggalkan edgar dan menemui rania dan naura


"_gimana sayang apa kalian sudah siap"_


"_sudah tante"_ucap naura


"_kalau begitu ayo kita pergi edgar sudah menunggu kita dibawah"_ucapnya memegang tangan rania dan menuntunya berjalan

__ADS_1


'_


__ADS_2