
Diapartemen leon dia masih stay ditempatnya tanpa beranjak sama sekali,,,bahkan bunyi bel diluar tidak dia perdulikan dia benar* sedang dalam keadaan gundah,,,dia masih meragukan akan anak yang dikandung rania,,dia juga tidak bisa melihat kesedihan dimata mama devi jika dia tidak menikahi rania seperti keinginan mama devi tapi dia tidak mencintai rania meskipun dia pernah dekat dengannya itu semua karna dia adalah temannya tasya saat mengingat tasya hatinya diliputi kemarahan mengingat kata* tasya jika rania sengaja menjebaknya karna dia menginginkan leon,,,seketika dia mengepalkan tangannya dengan mata yang penuh amarah(baiklah rania ini yang kamu inginkan kan karna kamu sangat ingin menikah denganku maka kamu akan mendapatkannya dan aku pastikan kamu akan hidup seperti dineraka,,,ha! kamu ingin kemewahan kan jangan harap kamu mendapatkan sepeserpun dan saat anak itu lahir dan terbukti itu bukan anakku maka kupastikan kamu akan menyesal karna sudah bermain main denganku )batin leon,,,seketika dia disadarkan dengan telpon yang berdering dia lalu melihat siapa yang menelpon dan ternyata tuan sanjaya
leon : "_iya halo pa"_
sanjay :_" kamu dimana"_
leon :"_saya diapartement pa"_
sanjaya :_" kalau begitu kamu kerumah sekarang papa ongin bicara sama kamu"_
leon :"_baik pa saya akaan kesana sebentar lagi
sanjay :"_baiklah kalau begitu papa tunggu"_ucap sanjaya lalu menutup telponnya
leon yang mendapat telpon dari sanjaya dia tersenyum sinis memikirkan akan permainan rania,,,( baiklah rania kita akan mulai permainannya)batinnya,,,saat akan kekamar untuk membersihkan diri telponnya kembali berdering dan kali ini tasya yang menelpon
dengan malas leon mengangkat tlponnya
leon :_" halo sya"_ ucapnya malas
tasya :"_sayang kamu kok susah sekali dihubungi sih?kamu diamana sekarang?,,,tadi ag keapartemen kamu tapi kamu gak ada,,,kenapa sekarang kamu begini sih sayang?,,"_ucap tasya dengan rentetan pertanyaannya yang membuat leon menjauhkan telponnya dari telinganya
leon :"_ udah selesai pertanyaannya"_?
tasya :_"ih,,,sayang kok gitu sih emang kamu gaak kangen sama aku"_ucap tasya dengaan mengerucutkan bibirnya
leon :_"tasya dengarkan ag ya,,,ag sibuk dan tidak ingin diganggu untuk sementara jadi tolong kamu mengerti,,,karna ag gak suka jika kamu terus* san seperti ini,,,"_
tasya :_" sayang ag kan kangen sama kamu,,,gimana kalau kita makan malam sekarang,,,kamu mau kan jemput ag"_ucapnya memelas
leon :"_tasya bisakan kamu ngerti apa yang saya bilang,,,jika saya belum mau ketemu sama kamu,,saya sibuk dan tudak ingin diganggu camkan itu!!"_ ucap leon langsung menutup telponnya,,,dia dengan kesal melemparkan hpnya ke sofa lalu beranjak ke kamar dan membersihkan dirinya lalu bersiap ke mension sanjaya,,
mama devi,rania dan edgar sampai dekediaman sanjaya,,naura dan rania terperangah melihat pemandangan didepan mata mereka,,rumah yang begitu mewah dan besar bagaikan istana dengan halaman yang begitu luas semakin mobil masuk maka nampaklah keindahan rumah itu dengan kolam renang yang begitu besar dan taman yang tak kalah indah yang dipenuhi bwrnagai bunga anggrek dan mawar karna mama devi sangat menyukai bunga,,,mobil pun berehenti tepat didepan rumah mereka turun dengan dituntun oleh mama devi
"_selamat datang dirumah sayang"_ucap mama devi senang dia memegang tangan rania dan menuntunnya,,
"_naura sayaang anggap dirumah sendiri ya jangan sungkan*_"
"_iya tante trima kasih"_
"_ayo masuk"_ucap mama devi masih menuntun rania dan mempersilahkan mereka masuk,,,saat masuk kedalam rumah naura dan rania benar* terkagum kagum melihat isi rumah itu mereka memandangi seisi rumah itu dengan perabot yaang begitu mahal seharga rumah dikampungnya beda dengan naura yang berbinar melihat isi rumah itu rania diliputi rasa takut (apa kita bisa diterima dirumah ini sayang,,,ibu takut sayang kehidupan kita sangat jauh bagaikan langit dan bumi)batin rania sambil mengelus pelan perutnya yang masih rata
__ADS_1
"_kok bengong sih,"_,,ucap mama devi menyadarkan mereka dari lamunannya kemudian mencari asisten rumah tanggaanya "_,,,,bi tolong antar rania kekamarnya agar istrahat"_
"_baik nyonya"_ucap bi sumi melakukan perintah nyonyanya
"_sayang kamu istrahat dulu ya! nanti kita akan makan malam bersama,,,"_
"_baik tante"_ucaap rania yang seketika membuat mama devi memandang kearahnya
"_sayang kamu harus memanggil mama ya bukan tante "_
"_iya ta,,,eh,,,mama"_ucap rania kaku
"_goood sekarang kamu istrahat dulu"_ucapnya menyerahkan rania dan naura kepada bi'sumi
"_silahkan nona,,,saya akan mengantar kalian kekamar"_ucap bi sumi lalu berbalik dan berjalan ke arah kamar yang akan ditinggali rania dan diikuti oleh rania dan naura
"_silahkan masuk nona,,,"_ucap bi sumi menuntun mereka masuk kamar,,,,"_nona jika ada yang kalian butuhkan silahkan tekan tombol hijau disamping saklar dan jika keadaan darurat anda bisa menekan tombol merah,,,"_ ucap bi sumi mengarahkan mereka
"_baik terima kasih bi,,,"_
"_baik kalau begitu saya keluar dulu nona,,,"_ucapnya lalu mundur dan keluar dari kamar
leon pun juga tiba di mansion sanjaya dia mencari ibunya yang sedang memasak didapur,,,melihat ibunya yang begitu antusias menyiapkan makan malam untuk tamunya seketika leon mengepalkan tanganya(rania kamu akan membayar semua ini jika kamu mempermaikan keluarga sanjaya)batin leon
"_iya ma,,papa mana ma?"_tanya leon setelah menenangkan hatinya yang diliputi amarah
"_mungkin dia masih diruang kerjanya,,,kamu temui papa kamu dulu dan ajak dia turun untuk makan malam,,,mama juga akan memperkenalkan menantu mama dan calon cucu mama"_ucap devi semangat
"_baik ma ag keruang kerja papa dulu"_ucapnya lalu berlalu menuju ruang kerja ayahnya dan devipun kembali melanjutkan aktifitasnya,,,
"_bi gimana udah selesai belum,,?takutnya bumilnya kelaparan bi,,,"_
"_sedikit lagi nyonya,,,"_ucapnya kembali sibuk dengan nyonyanya
dikamar naura mencoba meyakinkan rania agar tidak merendahkan dirinya karna yang dia lihat mama devi menyayanginya
"_ra',,,gue takut disini,,,hidup gue jauh berbeda sekali dengan merekA"_
"_loe gak usah memikirkan itu rania,,,karna yang gue lihat sepertinya mertua loe suka sama kamu"_,,,
"_entahlah ra' gue juga bingung karna gue belum tahu mereka bagaimana,,,karna ini pertama kalinya gue berada ditengah* mereka,,,gue takut ra' mereka hanya karna menginginkan sesuatu makanya mereka seperti itu
__ADS_1
"_hus,,,rania loe jangan terlalu jauh berpikir,,,cukup loe mikirin anak dalam perut loe ok!_"
"_tapi gue benar* takut ra'"_ucapnya mencoba untuk menceritakan kegundahan hattinya
"_loe tenang aja,,,nanti kita akan tahu apa yang harus kita lakukan setelah makan malam nanti,,,kita bisa tespon mereka"_,,
"_trima kasi naura,,,loe memang yang terbaik
tidak lama kemudian pintu kamar diketuk
"_nona sudah waktunya makan malam
'_iya bi bentar lagi kami keluar bi"_ ucap naura
"_ayo rania disinilah kita lihat bagaimana hasil dari pertemuan makan malam mereka,,,
"_baiklah ra',,,ayo kita keluar"_lalu mereka pun keluar dan saat mereka membuka pintu bi' sumi masih setia berdiri didepan kamarnya
"_lho bi,,,kok masi disini"_ucap rania kaget melihat bi sumi masih setia menunggunya
"_saya harus memastikan kalau nona harus turun karna sudah ditunggu ole nyoya dan tuan nona
"_baiklah bi maaf membuat bibi menunggu"_ucap rania merasa bersalah
"_tidak masalah nona,,,kalau begitu silahkan,,,"_ucap bi sumi memersilahkan mereka untuk pergi kemeja makan dimana mama devi yang sedang sibuk menata makanan diatas meja makan
"_sayang kalian sudah datang,,,ayo kesini"_ ucap mama devi mempersilahkan rania dan naura mereka mendekat ke mama devi lalu membantunya namun mama devi melarang mereka
"_tidak usah sayang kalian duduk aja ,,"_dan tidak lama kemudian tuan sanjaya dan leon turun dari atas tangga sejenak pandangan rania terarah ke arah leon namun yang dipandang hanya cuek saja tidak perduli dengan tamunya itu,,,beda dengan tuan sanjaya yang tersenyum kearah tamunya itu,,,rania dan naura berdiri menyambut tuan sanjaya dan leon lalu ibu devi memperkenalkan mereka
"_pa kenalin ini rania calon mantu papa dan ini naura teman rania pa"_
"_rania om"_ucap rania menyalami sanjaya bergantian dengan naura
"_naura om,,"_
"_selamat datang dirumah kami nak,,,semoga kalian betah disini"_ucap sanjaya membuat rania dan naura saling tatap
"_trima kasi om"_
"_sayang kamu kan sebentar lagi nikah sama leon jadi kamu harus memanggil papa jangan om ok"_
__ADS_1
"_baik ma"_ucap rania kaku,,,sedangkan leon jangan tanya lagi dia hanya memberikan tatapan dingin kerania seolah olah dia ingin mencabik cabiknya,,,rania yang melihat itu merasa takut dan ngeri karna selama dikantor leon tidak pernah menatapnya seperti itu